
'Tut'
Panggilan antara Jihan dan Vera diputuskan sepihak. Steven menatap penuh tanya pada Vera.
"Kenapa Ver?"
"Nathan kecelak*an lagi."
"Wah, demen banget Nathan masuk rumah sakit, ga ada kapok-kapok nya tuh bocah," kesal Steven.
"Udah lah Ven, kita liat kondisi nya aja, yuk," ajak Vera.
Alis Steven menukik. Begitu keji nya Nathan pada Vera, tapi mengapa gadis ini masih mengkhawatirkan keadaan suaminya?
"Lo yakin?" Steven menatap ragu pada Vera yang mengganguk cepat.
"Iya, gue yakin!"
•••
Kini mereka telah sampai di bangunan bernuansa putih itu, bau obat-obatan begitu menyengat di indra penc*uman.
'ckelek'
Vera membuka knop pintu dan lantas terkejut melihat kehadiran Jihan juga ada disini.
"Lo disini juga?"
"Ya iyalah, gue yang repot-repot manggil warga buat ngantar suami lo ke rumah sakit," marah Jihan.
"Lo gak ikhlas buat nolongin Nathan?"
"Bukan nya gak ikhlas Vera sayang, tapi masalahnya, mereka bilang, Nathan itu suami gue."
"Permisi, maaf mengangu waktu anda sebentar, suami and─"
"STOP DOKTER! Cowok itu bukan suami gue yaah please, ini istrinya, Nih ... nih," sarkas Jihan sambil mendorong Vera di hadapan si Dokter.
"Oh, maaf, saya ingin memberitahu, bahwa pasien Nathan mengalami luk4 yang serius, hal ini mengakibatkan pasien Nathan mengalami kekurangan banyak d*rah, jadi, kami membutuhkan pendonor d*rah sekarang juga," jelas dokter.
"Sekarang?" ulang Vera.
"Iya, lebih baik secepatnya, apa di antara kalian bertiga ada yang bersedia?"
"Saya dok!" seru Vera
.
__ADS_1
.
.
Esok lusa, Nathan telah bangun dari ketidaksadaran nya. Yang pertama ia lihat adalah Vera dan Steven.
"Shh, ngapain kalian disini?"
"Yang ngerawat lo og3b, udah beban, sok b4lagu pula," sindir Steven.
"Shut! Jangan cari masalah dulu Ven, dia baru sadar." Vera menasehati.
"Biarin, mumpung dia lagi lemah kayak gini, bisa gue h*jar dia sampe p3nyok tuh muka, cih," kesal Steven.
"Gak usah sok jagoan lo, gue gak lemah!"
"Gak lemah lo bilang? Tapi tidurnya berhari-hari, kenapa gak koma sekalian? atau mat*, haha," cibir Steven.
" Steven Anj!ng," maki Nathan.
"Gue manusia bukan anj!ng, udah gede tapi gak bisa bedain manusia sama hewan, haha kasian ...."
"Gil4!"
"Lo yang gil4"
"Lo, as*!"
"UDAH STOP!" Vera melerai keduanya yang hendak bermain tangan.
"Kalian udah gede tapi pikiran nya kayak bocil, udah ... jangan bertengkar lagi!"
"Hm, btw lo harus tetap di sini," tegas Nathan sambil memegang pergelangan tangan kanan Vera.
"Enak aja, Vera ngikut gue!" Steven memegang tangan kiri Vera.
"Lepas bang*at, dia istri gue!"
"Halah, bentar lagi jadi mantan istri!"
"STOP! Kalian disini dulu bentar, gue ada urusan!" Vera melapas genggaman keduanya.
"Mau kemana lo?" Nathan berteriak tapi Vera hanya mengacuhkan nya.
"Gara-gara lo Vera jadi pergi," marah Steven.
"Salah lo lah, tangan lo b4u terasi, makanya Vera mau cuci tangan," ejek Nathan.
__ADS_1
"Lo kira gue manager pabrik terasi, tangan lo aja tuh b4u bangk* tikus!"
•••
Sementara Vera berjalan menuju kamar inap yang lain, dia melihat Jihan yang menatap keluar jendela.
"Han ..." panggil Vera.
Yang punya nama hanya bisa menoleh ke asal sumber suara.
"Vera? Gimana kondisi Nathan?" tanya Jihan.
"Baik, makasih ya, lo udah mau jadi pendonor buat Nathan, gue berhutang budi sama lo Han," ujar Jihan sambil memeluk erat sahabatnya.
"Sama-sama, tenang aja, gue ngelakuin ini juga demi sahabat gue yang cantik ini" balas Jihan.
"Sekali lagi, makasih atas donor d*rah nya, Jihan," ucap Vera.
"No problem!"
"MAKSUD KALIAN?"
Degh!
Dua gadis itu menoleh menatap Nathan yang berdiri di ambang pintu.
"Na- Nathan, lo ngapain disini?" gugup Vera.
"Gue ngebuntut-in lo, muak gue debat sama Steven, dan apa maksud pembicaraan kalian tadi?"
Vera dan Jihan hanya diam.
"JAWAB!"
"Jihan donorin d*rah nya buat lo," jawab Vera.
"Kenapa gak lo, ha?" Nathan menatap Vera penuh penekanan.
"Karena golongan d*rah kita beda," jawab Vera lagi.
Nathan beralih menatap Jihan yang terdiam mematung, " Makasih, gue bakal transfer uang berapa pun yang lo mau, Jihan"
"Gue gak butuh duit!"
"Terus lo mau nya apa? Lo mau jadi istri kedua gue? Kek nya gue mulai suka sama lo."
...next...
__ADS_1
...****************...