Suami Polosku

Suami Polosku
Beli Iphone


__ADS_3

"A-aldo meningg*l"


Degh!


Seketika tubuh Vera mendadak kaku, mulut nya pun sama, lid4h gadis itu seperti berbelit-belit sehingga susah untuk berbicara.


"Hallo ... Ver, lo gak papa 'kan?"


"Eh, Jihan, kalau mau bikin lawakan gak gini juga kali, padahal baru tadi sore gue ngomong sama Aldo," protes Vera.


"Gue gak ngelawak, gue juga kaget, tadi pas gue ngestalk akun ig-nya, followersnya pada ngucapin duka cita," jawab Jihan.


"Rest in Peace, gue ngerasa kehilangan hiks," ucap Vera mulai menangis kecil.


"Sama gue juga hiks, besok kita melayat ya," ajak Jihan, kemudian setelah itu panggilan di putuskan.


"Vera kenapa? Kok nangis?"


"A-aldo ninggal Than."


"Seriusan?"


"Iya"


"Turut berdukacita, ya"


"Hiks ... hiks, gue gak terima! Dia meninggal karena apa, sih? Hiks ... hiks, gue nyesek banget, padahal baru tadi gue ngobrol ama dia tap─"


'Preet'


"Vera, itu bunyi apaan?"


"KENTUT GUE HIKS HIKS HEHEHE,"


•••


Kini Nathan, Jihan, dan Vera sudah berada di lokasi duka, dan benar saja─ Aldo sudah ditemukan dalam keadaan tak bernyawa, bahkan lebih parahnya lagi dalam kondisi yang tragis.


Wajah tampan Aldo seketika tak berbentuk lagi karena kondisi wajahnya saat ini sudah rusak, penuh luka, dan beberapa tusuk*n.


Penuh Misteri.


Ada kemungkinan besar, Aldo meninggal karena dibu*uh.


Setelah mengucapkan beberapa kata belasungkawa, Vera dan Nathan pamit pulang, tak ada lagi yang bisa mereka lakukan selain─ mengikhlaskan.

__ADS_1


"Ver, kok mukanya kusam gitu? Aldo 'kan udah tenang di alam sana, Vera harus belajar mengikhlaskan!"


"Iya."


"Vera mau sesuatu gak?" tanya Nathan mencoba menghibur.


"Gak."


"Eum─ duduk di situ dulu yok"


Nathan dan Vera akhirnya memutuskan duduk di taman kota.


Netra Vera terus menatap seseorang yang terlihat senang sambil memegang kotak hp, mungkin orang tersebut baru membeli ponsel.


'Eh, buset, dia beli iPhone cug' batin Vera sembari menatap ponsel harga mahal tersebut dengan mata berbinar.


'Anj!r gue pengen!'


'Mak, beliin'


Nathan yang peka dengan hal tersebut langsung menarik Vera ke toko penjual handphone.


"E-eh, ini seriusan Than? Anj!R selain polos, ternyata lo bisa peka juga ya."


Nathan tersenyum.


"Pak, sini dulu dong, potoin kita sama badut itu!" Pinta Nathan.


"Lah kok jadi poto?" Bingung Vera.


"Nathan tahu kok, Vera dari tadi liatin badut ini 'kan? Makanya Nathan ajak fotbar."


"ANAK NG3N!"


•••


Di perjalanan pulang, Vera hanya memasang wajah suram, seperti tak ada semangat dalam melangsungkan hidup.


"Terluka tapi berd4rah," sindir Vera melirik Nathan.


"Emang ada?"


"Ada dong, hati gue nih contohnya, sumpah nyesek banget!"


"Ada pis4u gak? Soalnya Nathan mau belah tubuh Vera, pengen liat hati nya luka atau enggak, kalau luka biar di obati," ucap nya polos.

__ADS_1


"M4ti aja lah kau!"


"Gak mau!" ketus Nathan.


"Ish, gue pengen beli iPhone!"


"Oh, kenapa gak bilang dari tadi?"


"Emang boleh?"


"Boleh dong."


Senyum Vera merekah, "serius? Ya udah, ayo kita beli!"


"Ngapain dibeli? Ini apel nya udah ada, tapi bdw ada ulat nya."


"Kon─ hmm, jangan sampe tangan gue yang main ya Nathan," tekan Vera.


"Ya udah mainin aja tangan nya."


"GUE PENGEN HAPE BARU ANJ!NG, PENGEN BELI IPHONE BUKAN APEL!" Teriak Vera sambil mengepalkan tangannya.


"Oh, iPhone toh! Ya udah ayo kita beli, mumpung dompet Nathan lagi tebal." Nathan mengandeng tangan Vera dan berputar arah untuk menuju ke toko hp sebelumnya.


•••


"OMAYGAIT! AAAA INI SERIUSAN, HAPE GUE IPHONE 13 PRO MAX ANJ!R, ARGHH NATHAN AILOPYOU MUACH ... MUACH AAAA AAA TOLONG! GUE MAU MELOYOT, GUE HAPPY BANGET! ASEK PIWIT ... PIWIT!" Vera berteriak keras sambil berjoget di jalanan.


"Sinting," bisik seseorang yang lewat.


"Iya sama-sama," jawab Nathan kelam.


"Nathan, ayo liat sunset," ajak Vera.


"Ayo!"


"Tapi potoin gue pake hp baru ya!"


"Oke."


Vera berlari melewati jembatan untuk melihat sunset, namun─


'Byur'


"ANJ!R, IPHONE GUE JATUH KE SUNGAI!"

__ADS_1


...next...


...****************...


__ADS_2