
Suara rengekan Farel kembali terdengar, anak itu menangis terisak-isak membuat Alvera pagi ini tampak kewalahan, Nathan pun sama hal nya─ dirinya hanya bisa pasrah karena belum berpengalaman mengurus bayi.
"Farel kenapa sayang? Sini, Kak Vera puk-puk ****** nya" ucap nya sambil menepuk-nepuk ****** Farel, berharap tangisan anak itu sedikit mereda.
Vera memasukkan susu formula ke mulut Farel, namun hasil tetap nihil.
"kayaknya dia mau ASI, deh,"lirih Vera menatap sendu ke arah Farel.
"Ya udah, kasih aja ASI Vera," final Nathan, jujur saja kepala nya juga sakit mendengar tangisan bayi terus menerus.
"Heh! Lo kira bisa sembarangan?"
"Emang kenapa? Siapa tahu dia bisa diam, iya 'kan?"
"Ogah, lo punya nomor orang tua nya gak?" Tanya Vera sementara Nathan hanya menggeleng.
"Duh, gini nih, dampak negatif nya, arghh ..." Vera menggeram kesal, dirinya tidak tahu harus berbuat apa, hal yang bisa dia lakukan adalah─ pasrah.
"Than, gue mau sekolah! Lo bisa jaga Farel 'kan? please," mohon Vera dengan mata berbinar, Vera memasang ekspresi seimut-imut mungkin berharap hati Nathan luluh dan mengiyakan kemauan nya.
"Tapi kalo Fa─"
"HA? LO BILANG 'IYA'? THANKS NATHAN, GUE SIAP-SIAP DULU YA, ALAPYU MUACHH!"
•••
Kini Vera sudah bersiap-siap dan berangkat ke Sekolah, di perjalanan, gadis itu hanya bisa memikirkan kondisi suami nya di rumah.
"Maaf ya Than, gue tahu pasti lo kerepotan di rumah, tapi gue juga bisa m4ti muda kalo Farel nangis-nangis terus, maaf kalo gue egois," batin Vera, sejenak ia menghela nafas dan kembali melamun.
"Woy, enak banget ngelamunnya, menurut gue kalo beban keluarga gak punya masalah deh, hehe canda," kekeh Jihan─ teman dekat Vera.
"Gak usah sotoy lu, gue bukan beban tapi gue yang terbebani!"
"Eh, serius? Masalah nya apa?"
"Eum─ yaa itu ... ngurusin anak orang," lirih nya, sebetulnya Vera tidak pernah mengatakan apa-apa bahwa dirinya telah menikah pada siapa pun, termasuk Jihan.
__ADS_1
"Oh, anak tetangga maksudnya? Ya ampun ... yang sabar ya cantik, itu pelatihan biar nantinya lo bisa jadi ibu yang baik bagi anak-anak lo"
Degh!
Vera terbungkam.
"Why, gue betul 'kan?" tanya Jihan.
"Ya."
•••
Beberapa jam kemudian ...
"Gue pulang"
Vera membuka knop pintu, tampilan yang pertama ia lihat adalah─ rumah yang berserakan.
"Sudah ku duga hahaha,"
Gadis itu berjalan gontai ke ruang tamu, samar-samar suara pria terdengar sedang melakukan hal asik disana.
Bukan hanya satu tapi ramai.
"ANJ*NG, FAREELL NGAPAIN DISITU?"
Vera berteriak keras saat mendapati baby Farel yang diletakan di kardus dan ditaruh di atas lemari.
"NATHAN, TURUNIN CEPAT ITU! NANTI JATUH," Vera benar-benar panik, tangannya tampak bergemetar melihat keadaan Farel yang menjulang tinggi di atas lemari, untung saja, anak itu tidak lasak dan tetap diam.
Nathan pun mengambil si kecil dari atas lemari, dan disusul Vera yang memeluk Nathan dengan erat.
"SIAPA YANG NARUH ANAK GUE DI ATAS DI LEMARI?" teriak Vera menatap tiga lelaki dewasa yang sama-sama menunduk takut.
"Oh ya, tunggu! Kalian siapa?"
"G-gue Arga"
"Gue Steven"
__ADS_1
"Gue Nathan"
"Gue udah kenal sama Lo b4mbank," ketus Vera saat Nathan ikut memperkenalkan diri.
"Hehe, berjanda Vera," Nathan terkekeh geli.
"Kita berdua teman nya Nathan," ucap Steven─ si pria bertato, tampang nya terlihat seperti badboy.
"Yoi, lu cakep Ver, so jangan marah-marah ya," puji Arga, sama hal nya dengan Steven, tampang Arga juga terlihat badboy, namun yang membedakan nya adalah, pria itu tidak bertato.
"Gak! Gue ulang pertanyaan gue, siapa yang naruh Farel di atas lemari? Kalian kira ini hal sepele? Please, tiga b4bi comel ini tidak mengenal keselamatan, KALO FAREL JATUH DAN M4TI, GIMANA ANJ*ENG?"
"Maaf," kompak mereka.
"Terus, kenapa rumah berserakan? Kenapa ada k0nd*m di atas sofa, siapa yang habis main tadi?" Tanya Vera lagi.
"Eh, suer, bukan kerjaan gue," ucap Steven.
"Bukan gue juga," timpal Arga.
"Nathan juga enggak, emang itu apaan?" tanya Nathan polos.
Vera menghela nafas "Gue gak mau tahu, habis gue mandi, rumah harus bersih sampai sekinclong- kinclong nya, paham!" Bentak Vera.
Ketiga pria itu lekas bergegas membersihkan rumah.
Vera membawakan Farel ke box bayi dan menidurkan si kecil, kemudian berjalan ke k4mar mandi untuk membersihkan diri.
"Nathan, bini ku galak amat," bisik Steven.
"Tau tuh, gue aja sampe merinding, tapi btw, cantik nya berdamage loh," bisik Arga pula.
"Gak tahu cug, Vera emang galak tap─"
Prang!
Sebuah gayung melayang ke arah meja dan menimbulkan bunyi yang keras.
"WOY, T4I SIAPA YANG NGAMBANG DI KLOSET?"
__ADS_1
...next...
...****************...