
"Steven udah sadar?"
"Belum," jawab Vera singkat sekilas menatap Arga yang hanya menghela nafas pelan.
"Baru tahu gue, Steven bisa selemah itu," ucap Arga dengan tatapan fokus pada temanya yang berbaring lemah di bangsal.
Vera tak menggubris, toh, ini salah mereka bertiga bukan? Steven yang memancing emosi Nathan, kemudian Nathan yang terbawa suasana hingga khilaf dan akhirnya Arga yang tidak ingin melerai.
"Btw, Nathan gak ada niatan buat menjenguk Steven, gitu. Soalnya 'kan dia dalang dari semua ini," ucap Arga.
"You know lah Nathan, mau Steven koma seabad aja dia tetap happy kiyowok," jawab Vera diiringi helaan nafas pasrah.
Arga mengganguk paham, "maaf, kita udah ngeroptin lo."
"Enggak kok, santay aja."
•••
Di lain sisi, Nathan asik bermain game tanpa ada terlintas di pikiran nya untuk melihat keadaan Steven.
"Buat apa gue peduli, dia yang salah, kok gue yang repot-repot," monolog Nathan.
'Drtt - drtt'
Nathan berdecak kesal sejenak, lalu mengangkat telfon dari ibunya.
Oh ya, jangan lupa dengan sifat polos nya itu. Ibu nya belum tahu apa-apa bahwa anak sulungnya hanya berpura-pura.
"Hallo, Ma," sapa Nathan.
"Nathan sayang, gimana kabarnya?"
"Baik, Ma."
"Kabar Vera gimana?"
"V-Vera baik kok, eum─ ada apa ya Ma, kok nelfon Nathan?" tanya nya dengan nada polos.
"Jadi gini, besok 'kan ulangtahun kamu yang ke-19. So, mama punya rencana bakal ngerayain nya di gedung mewah bersebelahan de─"
"Ga usah deh, Ma. Nathan udah gede, gak mau dirayain," tolaknya dengan lembut.
"Lho? Mama gak menerima penolakan, pokoknya nya besok malam kamu harus tampil menawan sama Vera, mama Sherlock lokasi nya, see you my son."
'Tut'
Nathan menghela nafas, "gue aja gak ingat besok ultah gue. Halah, bod* amat lah."
Tiga jam kemudian, tiga human itu datang ke mension Nathan, yang tak lain adalah Vera, Arga dan Steven.
"Hai, ganteng, piwitt," goda Arga sambil bersiul menatap Nathan yang tengah asik berbaring dengan beberapa cemilan dan ditemani oleh ponsel.
"Wah Wah, kirain udah sekarat, ternyata masih dikasih berkat," sindir Nathan tatkala melihat Steven yang dibopong berjalan oleh Vera dan Arga.
"Than, Steven bakal nginap disini, setidaknya tiga hari, boleh ya," mohon Vera.
"Enggak!"
"Tapi dia jadi kayak gini 'kan gara-gara lo, gak mungkin gue tinggalin dia tanpa ada yang ngerawat-in," kesal Vera.
__ADS_1
"Lo ngeyel banget ya! Gue bilang enggak ya enggak!"
"Terserah, pokoknya nya Steven harus nginap!" final Vera.
•••
Jam menunjukkan pukul sembilan malam, dikamar, Vera dan Nathan hanya disibukkan dengan kesibukan masing-masing, tak ada yang ingin membuka percakapan selama 15 menit terakhir.
"Nathan," panggil Vera.
"Hm?"
"Lo gak keberatan 'kan kalo Steven disini?"
"Hm"
"Gue minta maaf soal tadi."
"Hm"
'Apaan sih cuma hm hm hm doang? Sok jutek amat' batin Vera, kemudian gadis itu tak berbicara lagi.
"Lo gak ingat besok hari apa?" kesal Nathan.
"Minggu?"
"Peristiwa penting nya maksud gue!"
"Yaaa hari libur," jawab Vera.
"Gak guna lo," acuh Nathan kemudian tidur.
•••
Malam ini terlihat begitu indah, di gedung sewaan ini sudah banyak tamu hadirin yang bercengkrama di pesta ulangtahun Nathan, bau-bau bir dan alkohol terasa menyengat.
Di ujung altar, Nathan sudah berdiri dengan gagah bersama kue bertingkat itu. Di sekitar nya pun dipenuhi oleh teman-temannya.
" Satu ... Dua ... Tiga ...."
"HAPPY BIRTHDAY NATHAN!"
Sekelompok rekan kerja ayah Nathan, teman alumini pria itu bahkan orang terdekat nya saat ini dengan serempak mengucapkan ucapan selamat pada Nathan, setelah pria itu meniup lilin yang berbentuk angka sembilan belas.
"Thanks," jawab Nathan dengan tersenyum kecil.
"Omaygat, teman gue pas SD dulu sekarang udah good looking parah cug" teriak seorang wanita.
"Nathan, selesai acara nanti fotbar yuk," ajak wanita yang lainnya.
"Pibesday ganteng nya aku," teriak yang lain nya pula.
Dan masih banyak lainya cibiran dan pujian yang Nathan dapat di hari jadi nya. Lelaki itu hanya tersenyum menanggapi, walaupun dia sama sekali tak tertarik dengan pesta yang dibuat oleh orangtua nya ini.
"Nathan," panggil Vera.
Yang dipanggil hanya mengangkat sebelah alis bertanda 'ada apa'
"Ini hadiah gue, maaf ya kemarin malam udah buat lo kesal, sebenarnya gue ingat cuma pura-pura lupa aja hehe," kekeh Vera.
__ADS_1
Nathan mengambil hadiah Vera yaitu buku diary yang bertulis 'Suami Polos' bernuansa ungu aesthetic yang ditempeli beberapa stiker lucu. Ada foto-foto kebersamaan dirinya bersama Vera sebelum sifat asli nya seperti saat ini ia tunjukan.
"Gue gak polos, kenapa lo masih niat buat kayak gini?" bisik Nathan.
"Karena dari pandangan gue, lo tetap suami polos yang gue kenal," jawab
Vera.
"Nathan," panggil seseorang.
Degh!
"Va-Vanila?"
"Lama gak jumpa, anyway happy birthday to you."
"Thanks," jawab Nathan.
Vanila menyodorkan sebuah kotak kecil dengan pita sebagai hiasan, "ini hadiah buat kamu."
Nathan membuka kotak nya, mata nya berbinar dan tak percaya saat melihat jam tangan modelan terbaru dari luar negri telah ia genggam saat ini.
Hadiah yang cukup mahal.
"Makasih banyak Vanila, lo tahu aja selera gue," ucap Nathan sembari memeluk Vanila ke dekapan nya.
"Iya sama-sama, selamat bertambah usia satu tahun ya, tetap jadi teman terbaik buat aku," ucap Vanila tersenyum bahagia.
"Oh ya, aku juga punya buat kamu."
Nathan mengeluarkan kotak dan membukakan nya, terlihat sepasang sepatu high heels dengan pernak-pernik mewah dan elegan menghiasi sepatu silver itu.
"B-buat aku?" ulang Vanila.
"Kenapa? Gak suka ya?"
"SUKA BANGET!" Vanila meloncat kesenangan.
Sedangkan Vera hanya diam menatap keasikan dua sejoli itu, seperti nya hadiah Vera tidak ada apa-apa nya di banding hadiah Vanilla.
Lihatlah, bahkan sebagai bentuk terimakasih kembali, Nathan menghadiahi Vanila sepatu high heels incaran para wanita.
Rasanya sungguh sedih.
Vera meninggalkan aula dengan air mata yang mengalir deras membuat make up yang ia kenakan luntur.
"Vera? Lo gak papa?" tanya Steven.
Vera menggeleng, dia menekan bagian perut nya dan mendesis pelan, " asam l*mbung gue kambuh, Ven"
"Sejak kapan lo peny*kitan? Dan kenapa lo nangis? Seharusnya lo nikmati pesta nya 'kan? tapi─"
'Bragh'
Vera pings4n.
...next...
...****************...
__ADS_1