
Ribuan bintang-bintang nampak berkelap-kelip di langit malam, udara sejuk dan oksigen segar begitu terasa nikmat masuk melalui indra pernapasan.
Vera kini tengah tersenyum senang melihat foto-foto ulangtahunnya yang diunggah oleh Jihan di instagram untuk mengabadikan momen berharga itu.
Senyumnya mendadak pudar kala melihat foto terakhir dari banyaknya foto yang diunggah.
“Anj*ng! Ini muka gue kok penyok gini, ya? Terus kok ada Arga yang lagi ngupil pas karaokean? Nih lagi, foto Erina pas lagi rakus makan kue,” gumam Vera.
Dirinya merasa bahwa Jihan sengaja menyebar aib mereka untuk dijadikan gosip lawak para netizen.
“Sayang ... ngapain?”
Sepasang tangan kekar melingkar di perut Vera, dengan dagu yang tertopang di bahu Vera yang tidak bisa dibilang lebar.
Pelakunya Nathan. Cowok itu kelihatan asik menikmati aroma wangi tubuh istrinya, bahkan bergelayut manja hingga dapat membawa nafsu.
“Than, minggir ih! Ntar kalau keterusan gimana? Kita masih sekolah,” tegur Vera.
“Iya gue tahu. Cuma gini aja gak boleh, ya? Padahal gue suka banget manja sama lo, syukur gue gak minta sama cewek lain.”
“Jadi, ceritanya lo mau selingkuh lagi?” ucap Vera terdengar santai.
“Selingkuh itu hobi gue, tapi kalau udah dapat spek bidadari, gue pensiun jadi playboy,” kelekar Nathan sambil tersenyum manis menampilkan deretan giginya yang rapi.
“Berarti lu mandang fisik! Gak asik ah, Nathan suka yang good looking,” cemberut Vera menimbulkan kesan gemas bagi suaminya.
“Kalau khusus istri gue, cantiknya tiada dua ya guys ya, Lisa belekepeng sampai kalah dibuat ama Vera. Pokoknya kecantikan Vera pemecah rekor dunia,” gombal Nathan.
Hati Vera menjadi berbunga-bunga, ingin sekali dirinya berteriak keras karena terlanjur baper. Namun gengsi menutupi semuanya.
“Ngeh, gombalan maut lo itu ngeri banget. Nanti kalau ada cewek cantik nan bahenol langsung melotot mata lo!”
“Enggak ay, gue seriusan beneran sayang sama lo. Bisa rabun mata gue kalau ngeliat cewek cantik selain lo, intinya cuma lo tuan rumah di hati gue, cuma Vera kesayangan Nathan yang berhak jadi ratu di hati ini, percaya deh, sweety,” kata Nathan semakin memeluk istrinya dengan erat seolah takut kehilangan.
__ADS_1
“Iw aw aw aww, diam lu! Gara-gara lo gue kena serangan j*ntung, pokoknya tutup mulut lo rapat-rapat, jangan ngebaperin anak orang lagi, itu dosa!” final Vera yang tersenyum malu menutup wajahnya yang memerah.
Nathan terkekeh kecil, kemudian menggendong Vera ala bridal style untuk dibawa tidur karena takut kemalaman.
Sementara di kamar lain, Erina sibuk mencari akun media sosial milik Arga ataupun Steven. Mungkinkah gadis itu menyimpan rasa dalam satu hati pada dua pria?
Itu mengerikan!
•••
“Kak, ayo makan sarapan paginya!” ajak Erina yang sudah selesai menghidangkan makanan di meja sebagai tambahan energi untuk melakukan aktivitas nantinya.
“Iya!” jawab Nathan dan Vera hampir bersamaan.
Vera lebih dulu menuruni anak tangga ketimbang Nathan yang lamban seperti siput.
“Rin, makasih banyak atas semuanya, ya. Mulai sekarang lo gak usah anggap diri lo sebagai pembantu lagi, karena lo udah gue anggap jadi adek kandung gue sendiri. Lo gak usah repot-repot nyiapin makanan sampe bangun subuh-subuh. Kita masak bareng aja, oke?”
Erina tersenyum tipis, “Gak papa, Kak. Dapat kerja jadi pembantu aja, aku udah seneng.”
“Gak papa, kita jadi berangkat gak, nih?” Erina mengalihkan pembicaraan.
“Terus Nathan gimana? Kayaknya dia masih molor?”
“Eum─tapi kita bisa telat,” ucap Erina ragu.
“Ya udah, kita duluan aja. Tinggalin aja tuh bocah sendiri. Nanti juga nyusul walau telat,” ajak Vera yang langsung menggandeng tangan Erina.
Sesampai di sekolah, seperti biasa banyak mata sinis para siswi yang menatap kehadiran Erina dan Vera.
Wajah-wajah songong dan dengki mereka membuat kedua anak gadis itu dilanda rasa ketidaknyamanan.
Empat orang geng wanita menghampiri Erina dan Vera, tatapan mereka yang tak bersahabat membuat Erina meneguk salivanya payah.
__ADS_1
Erina yakin, empat orang itu akan membully nya dengan embel-embel 'rakyat jelata tak pantas bersekolah di campus Elite' begitulah kira-kiranya sebelum fisik yang ikut menjadi korban.
Namun, salah!
Mereka menyingkirkan Erina dari samping Vera agar berhadapan langsung dengan si empu.
“Maksud lo apaan, ha?!” marah Vera saat melihat Erina diperlukan layaknya hewan.
“Diam lo! Target kita sekarang bukan si miskin, tapi lo Vera!” tekan seorang gadis berambut pirang.
“Gue salah apa sama kalian?!”
“Gak ada salah, cuma kita butuh keterangan aja, cukup jawab iya dan tidak. Bener, lo udah nikah sama Nathan?” tanya yang lain pula.
Deg!
“H─ha? Kalian ngom─”
“Cukup jawab iya dan tidak, pake kuping lo kalau orang lagi ngomong!” sentak gadis yang paling tinggi.
Vera menyeringai kecil, “Kalau iya kenapa? Urusan kalian kalau gue udah nikah? Toh, gue gak minjam dana sama kalian buat pesta pernikahan gue 'kan? SIRIK AMAT HIDUP LU,” sindir Vera.
“Lo keterlaluan, beg0! Gue yakin lo udah hamil sebelum nikah 'kan? Makanya buat nutupin semua itu, lo jadi nikah sama Nathan. Murahan banget sih lo,” ejek mereka.
“Kalau enggak?” tanya Vera balik.
“Jangan ngelak, gue lihat di instagram Jihan, poto lo sama Nathan lagi mesra-mesraan sewaktu acara ulangtahun, plus ada si miskin yang sok akrab sama dua cowok ganteng,” hina gadis itu melirik Erina untuk menyindirnya juga.
“Heleh, bilang aja lo iri karena cowok-cowok ganteng gak doyan liat muka lo yang kayak ****** kuali gosong,” ejek Vera.
Sungguh savege.
Mereka yang tak tahan dengan ejekan Vera lantas bermain fisik. Empat banding dua. Siapa yang akan menang?
__ADS_1
•••
...next...