Suami Polosku

Suami Polosku
Datang bulan


__ADS_3


"WOY T4I SIAPA YANG NGAMBANG DI KLOSET?"


Tiga pria yang tadinya asik berbincang tersentak kaget saat Vera melemp4rkan gayung ke arah meja.


"Eee, pala bapak kau kek dugong," latah Steven, buru-buru beliau mengubah posisi nya menghadap Vera.


"Kenapa marah-marah mulu sih? gak takut cepat tua apa? Bdw, bukan T4i gue ya ... gak cogan namanya kalo εek gak disiram," Kelakar Steven mencari pembelaan.


"Gak gue," sambung Arga.


"Terus, lo ya Nathan?" tuduh Vera sambil menunjuk suaminya.


"Sembarangan aja, itu bukan T4i! itu squishy motif kot0ran, kemarin Nathan beli di lazada," kesal Nathan, sepersekian detik kemudian, Nathan mengambil benda kenyal tersebut dan menunjukkan pada Vera.


"Tuh 'kan, ini squishy!"


"Bisa gak sih? lo kalo beli barang, berfaedah dikit," marah Vera.


"Ini berfaedah."


"Terserah!" ucap Vera pasrah.


"Bdw, baby Farel mana? Kita mau main nih," tanya Nathan mengedarkan pandangan nya.


"Tidur!"


"Cepat banget, padahal 'kan kit─"


"APA? LO MAU NARUH DIA DI SELOKAN, HA? SADAR TOL*L, DIA ANAK ORANG, BUKAN ANAK KITA!"


"Emang anak kita kapan dibuat?" tanya Nathan.


"NTAR MALAM"


"Ciee ... berati, ntar malam guncang-guncang di K4sur dong, jangan lupa live ya, Than," goda Steven.


"HEH, GUE GOR0K L3HER LO NANTI YA SETEPEN!"


"Steven oy, bukan Setepen," sarkas Steven tak terima namanya dijelek-jelekkan.


Vera hanya berdecak, moodnya hancur karena tiga pria itu, ralat─ lebih tepatnya dua pria yang tak berakhlak yaitu Nathan dan Steven.


"Nathan," panggil Vera, kali ini suara si empu terdengar lebih lembut.


"Apa?"

__ADS_1


"Mau bakso dong, tapi belinya harus di tempat kang sate Mamat ya," pinta Vera.


"Lo lulusan rumah sakit jiwa ya? Segobl*k - gobl*k nya Nathan lebih gobl*k lagi Vera, eak," ujar Steven mengejek sepasang suami-istri yang menatap nya tajam itu.


"Ulangi," tekan Vera dengan raut wajah menahan amarah.


"E-eh, maksud gue, secantik-cantik nya Nathan, lebih ganteng lagi Vera, eh gimana sih? Arga bantuin ogeb, diam-diam ae lu,"


"Gak ikutan!"


"UDAH DEH, GUE GAK MAU TAHU, LO BELI-IN GUE BAKSO DI WARUNG SATE, CEPAT! PAKE TITIK GAK PAKE KOMA!"


"Bakso bukannya pake kuah ya? Kok pake titik?" tanya Nathan polos.


"I-iya, pokoknya gitu deh, lo jangan salah-in gue dong," celoteh Vera.


"Udah-udah, biasanya kalo cewek marah-marah sensitif kayak gini, itu artinya lo lagi datang bulan ya? Gak sekalian nitip pemb*lut?" tanya Arga.


Vera tertegun, senyum gadis itu merekah saat mendengar penuturan Arga, "cowok idaman banget sih lo, gue terhura, lo yang paling the best," puji Vera.


"Jadi, Vera datang matahari ya?"


"Stop, gue capek ngomong sama lo Nathan! Please, gak usah banyak kec0t lagi, beliin gue bakso sama pembal*t," pinta Vera.


•••


'Ting'


Sebuah notifikasi masuk dari benda pipih bercorak biru laut milik Vera, gadis itu menggeser layar dan melihat isi pesan.


@Nathan Sint1ng


[ Bakso nya bulat atau petak? ]


@Tante Vera


[ Emang ada bentuk lain selain bulat? Gue mau bentuk lope dong ]


@Nathan Sint1ng


[ Oke, kalau gak ada, gak usah ya]


Vera hanya membaca isi pesan tersebut, dirinya terlalu malas untuk melakukan pertunjukan lawak sekarang.


"Bwaa ..."


Vera menoleh ke arah sumber suara, ia melihat Farel yang mengis4p jari jempol nya.

__ADS_1


"Udah bangun ganteng nya Kak Vera? Kok jempol nya dimasukin ke mulut sih, sayang?"


Farel hanya tersenyum kecil, menampilkan gigi-gigi kecil nya yang sedang dalam proses tumbuh.


"Senyum nya Farel kayak udah harta berharga bagi Kak Vera, sehat selalu ya sayang."


Chup!


Vera mengec*p kening putih Farel, lagi-lagi anak itu hanya tersenyum, membuat Vera semakin gemas.


Ibu dan anak, apa mereka cocok?


Vera memberikan susu formula pada Farel dalam botol susu, dengan senang hati, anak itu menyedot nya dengan nikmat.


"Haus ya sayang? Tunggu sampai mama Farel pulang dari luar kota ya, rasa rindu nya dipendam dulu," ucap Vera sambil mencub1t gemush hidung kecil Farel.


"Than."


Vera sedikit tersentak, apa barusan Farel mengatakan 'than' yang artinya Nathan.


"Ouh, kak Nathan lagi keluar, bentar lagi juga balik," jawab nya.


'ceklek'


"Kami pulang."


"Nah, itu dia," girang Vera.


"Mana pesanan gue?"


"Nih, itu baksonya," ucap Steven.


"Pemb*lut nya mana?"


"Ini."


"Lah?kok cat?"


"Kita pilih no drop no bocor-bocor"


Plak!


"IYA BOCOR, SAMA KEK OT*K KALIAN, B4B1!"


...next...


...****************...

__ADS_1


__ADS_2