
"LO NGINJAK KAKI GUE, ANJ*NG!"
Nathan menatap kearah bawah, dan benar saja, kaki pria itu telah menindih kaki putih Vera.
"Sorry," ucap nya sambil mengusap-usap kaki Vera menggunakan tangan.
"Udah mendingan?" tanya Nathan.
"Hm"
"Masih marah ya?"
"Hm"
"Maaf,"
Vera melirik Nathan yang terdiam sembari menunduk. Vera tidak tahu, kenapa dirinya bisa menjadi marah seperti ini, antara kecewa, takut, marah dan gelisah, semua bercampur aduk saat melihat kelakukan Vanila tadi.
Apakah mungkin dirinya sudah mencintai Nathan?
S!al
Gadis itu mengumpat kecil, "udah gak usah dipikirin lagi, gue gak papa, cuma terbawa emosi aja karena gue dibilang murahan sama─ siapa tadi?"
"Vanila," jawab Nathan.
"Iya, pokoknya gue benc¡ sama si ice cream rasa Vanila itu!"
Nathan hanya tersenyum tipis, baginya Vera saat menggemaskan saat cemburu. CATAT! Saat cemburu, buka saat marah, kalau sudah marah, beda lagi ceritanya.
"Ututututu, Nathan jadi gemush," kekeh nya sambil mencub¡t pipi Vera.
"Dasar! Gue masih ngambek sama lo ya." Vera memasang ekspresi kesal sembari menyilangkan tangan di dad4.
"Dan gue juga gak mau bekas b1b*r tuh cewek masih nempel di b1bi
lo," sambung Vera terdengar seperti penekanan.
"Ha?"
"Lo paham maksud gue 'kan?"
"Paham," jawab Nathan "terus?"
"Ih, gak peka banget sih, hilang-in dong bekas nya!" Kesal Vera
"Cara nya gimana? Pake Pepsodent dioles-in ke b1bir?"
"Bukan, anj!r." Vera menggeram kesal.
"Terus gimana, sih?
"Gini"
Chup
Vera menci*m b1bir Nathan, bola mata pria itu membesar saat gadis itu menghant*m bib1r nya dengan agres¡f, bahkan menj*l4ti nya dengan sedikit penekanan.
"Ver─mphh"
Vera melepas tautan mereka.
"Bangs*t! Apa yang udah gue lakuin, k-kok jadi gini sih?" Vera tersipu malu, dirinya langsung berlari keluar karena tak bisa menahan rasa malu nya untuk berteriak.
__ADS_1
Sekarang dia benar-benar gil*.
•••
Sekarang pukul lima sore, Vera tidak ingin pulang karena masih menikmati pemandangan langit oranye di tepi pantai.
Dirinya tidak sendiri, ada Jihan yang menemaninya sembari menyeruput chocolate drink.
"Oy, Wak! Senyum-senyum ae dari tadi, kenapa sih? Punya crush lu ya?" Tebak Jihan.
"Eh, enggak!"
"Terus kenapa? Baper sama film drakor terbaru?"
"Enggak lho, Lo tau gak? g- gue haha, g-gue haha, g-gue haha, g- gue haha, g-gue hahaha"
"Apaan anj*ng? Lo kira ini bomerang? Garing amet!"
"Ih, baperan! Gue 'kan cuma hahaha doang," kesal Vera.
"Ya terus, lo kenapa?"ketus Jihan.
"Gak papa, tetaplah tertawa walaupun gigi anda kuning,"
"Gak jelas sumpah, lo mau gue kick sampe ke planet Jupiter?"
"Ekhem," seseorang dengan pakaian putih polos dan bawahan jeans, berdeham pelan mengalihkan perhatian Jihan dan Vera.
"Lo siapa? Buaya ya? Maaf, nomor kontak buaya di WA gue udah full, kalo mau ngasih gombalan maut mending sama dugong aja deh," cibir Jihan.
Vera hanya menyipitkan mata menatap seorang pria yang tak familiar lagi dimatanya, "Aldo?"
"Hm,"
"Kayak nya gue gak bisa ikhlas-in lo deh, gue egois! Ini semua karena Lo! lo yang berperan antagonis disini, bayang-bayang lo selalu nge-hantui pikiran gue? So, please love me."
"Eh, drama kita udah selesai ya, gue juga udah buat keputusan, dan lo jangan sok asik lagi sama gue, Aldo!"
"WHAT? ALDO? KAKEL GANTENG YANG TAMATAN DI SMA KITA KEMARIN?" heboh Jihan berteriak histeris.
"Hm"
"ANJ!R, VERA GUE MINTA TOLONG BANGET SAMA LO, POTOIN KITA DONG!" Jihan memberikan ponsel nya dan dengan senang hati Vera memotret kedua nya saat mereka sudah mengambil pose.
"Kayaknya udah ada orang yang cocok sama lo deh," bisik Vera pada Aldo.
Aldo tersenyum getir seolah tahu orang yang dimaksud Vera adalah─ Jihan.
"Dia cuman fans, yang di hati gue tetap lo," jawab pria itu.
"Cih, mau di hati, mau di mulut, mau di ketek, gue tetap disini, gak pernah masuk ke hati lo," sindir Vera.
Aldo hanya tersenyum, kebiasaan cerewet Vera adalah salah satu keunikan yang Aldo suka darinya.
"I love you, Vera"
"Nih, ****4* gue sama lo."
•••
"Ela? Ela?" Farel menepuk ke-dua tangan nya saat melihat kehadiran Vera.
"Farel udah mam, cayang?" Vera mengendong anak itu sambil mengec*p pipi chubby nya.
"Oh ya, Kak Nathan mana ya?"
__ADS_1
"NATHAN!"
"NATHAN, WHERE ARE YOUU?"
Tak ada jawaban dari si empu yang punya nama, kening Vera mengerut, tumben sekali Nathan tidak di rumah? Berarti, selama Vera pergi, Farel sendirian di rumah? OH GOD.
'ceklek'
"Ve-Vera udah pulang?"
"Lo darimana aja? Lo ninggalin Farel sendirian ya?"
"Enggak, ih, Nathan abis buat susu Farel," ucap nya.
"Lo tahu buat susu emang nya?"
"Tahu!"
"Coba sini, gue rasa?"
"Nih"
"Eum─kayak ada manis-manisnya, enak sih, terus wangi, cara buat nya gimana?
"Pake kisspray"
'HUEK'
"ANJ*NG!"
Plak!
"KALO FAREL M4T1, GIMANA HA?"
"Cuma sekali semprot aja kok, biar wangi," jawab Nathan
"Sekali semprot aja kata lo? Daripada sekali semprot, mending kita masak ini nih, MIE LEMONILO!"
"Wah apaan tuh?"
"Ini tuh, mie hijau yang terbuat dari saripati bayam lho, sudah tersedia di minimarket terdekat juga."
"Kayak nya enak tuh, Nathan mau dong!"
"Cus, kita buang"
'drtt-drtt'
Vela merasakan getaran di dalam saku celananya, kemudian gadis itu mengambil ponselnya dan tertampang nama 'JIHAN' disana.
"Halo"
"Hiks Ver, pasti lo gak percaya nih!"
"kenapa?"
"Hiks ... hiks, gue gak sanggup!"
"Kenapa Jihan? Jangan bikin gue cemas!"
"A-aldo meninggal."
......next......
...****************...
__ADS_1