
Setelah mengalami kejadian yang menj1j1kan kemarin, Nathan menjadi trauma untuk membuka popok bayi, jangan kan membuka, menyentuh saja pun harus dipikir-pikir dahulu.
Karena ini akhir pekan, pagi ini Vera lah yang menyiapkan sarapan untuk Nathan, kalau untuk baby Farel? Gadis itu hanya memberikan biskuit bayi yang sengaja dih4ncurkan menjadi sebuah bubur untuk disantap anak yang mempunyai sedikit gigi itu.
"Farel, buka mulut nya sayang, aaa,"
"Aaaa," Farel membuka mulutnya mengikuti gaya Vera.
Vera memasukkan bubur tersebut dan langsung bertepuk tangan dengan ria.
"Horee ... Farel pintar," girang nya.
Nathan yang melihat hal itu hanya bisa tersenyum tipis, ada satu pertanyaan yang ingin ia tanyakan pada Vera.
"Vera, bukannya kemarin Vera bilang gak suka sama anak kecil ya?"
"Oh itu ... gak tahu kalo sama baby Farel, soalnya dia gemush!"
Nathan hanya mengangguk paham, ia juga memikirkan hal yang sama dengan Vera.
"Hiks ... hiks hoeek"
"Eh, kok nangis? Kenapa, sayang?" Tanya Vera lembut sambil mengelus-elus pipi chubby Farel.
"Huaaa ... Hiks ... hiks"
"Cup ... cup, gusi nya gat4l ya, sayang? Itu artinya, gigi Farel mau tumbuh," Vera tersenyum manis sambil menenangkan baby Farel di dekapan nya.
"Kita ke supermarket aja ya? Buat beli keperluan baby Farel," tawar Nathan.
"Hm, ayo"
•••
Di perjalanan terlihat begitu macet, suasana terasa gerah, di tambah lagi dengan rengekan Farel yang membuat Vera sedikit tidak betah.
"Nathan, klakson aja mobilnya! gue mau cepat!"
Nathan hanya mengangguk.
'Ngik Ngik Ngok Ngok'
"Buset, aneh banget bunyi klakson mobil lo," kaget Vera.
"Hehehe, klaks---"
"Hoek ... hoeek"
"Udah deh buruan! Terobos ae"
Kini mobil bercorak hitam itu telah membelah jalanan dan kini juga mereka telah sampai di tempat tujuan.
__ADS_1
"Nathan, cariin bubur bayi, gih"
"Kek bubur kacang ijo?"
"Bukan, gue gak tahu merek nya, ish! Ambil apa aja deh, yang penting bubur"
"Oke"
Ke duanya mulai berpisah, Vera sibuk mencari popok dan alat bayi lainnya, sedangkan Nathan sibuk mencari bubur.
15 menit kemudian ...
"Buset, lama banget si Nathan, ya udah deh mbak, ini aja dulu yang dihitung," suruh Vera pada kasir tersebut.
"Sambil nunggu kakek Nathan, Farel mau gak beli ice cream dulu?"
Akhirnya kedua orang itu menunggu di luar sambil menyantap ice cream, sehingga seseorang yang sudah ditunggu pun tiba.
"Maaf lama, susah banget nyarinya," ucap Nathan.
"Hm, gak papa, tapi udah nemu 'kan?"
"Udah"
"Ya udah, ayo pulang"
•••
Malam ini, di kediaman Nathan Algantara, terdengar suara gelak tawa dua lelaki yang sama-sama polos.
"Baa ..."
Farel begitu menikmati perilaku baik Nathan padanya, bisa ia tunjukan dengan canda tawa yang membuat hati Nathan terasa tenang.
Tapi--- ada saja yang menggangu.
" NATHANN!!" teriak Vera
"NATHAN SINI LO!"
"Apa?"
"LO KENAPA BELI WHISKAS, ANJ*NG! LO KIRA FAREL ANAK KUCING? GUE SURUH TADI BELI BUBUR BAYI GO*LOK! "
"Lah? Apa bedanya? T4i farel aja kemarin bau t4i kucing, jadi sama aja 'kan?"
"GAK GITU KONSEP NYA JAMALUDIN! GAK TAU LAGI GUE ARGHH" Vera menj4mbak rambut nya karena frustasi.
"Ya udah, biskuit yang tadi kan ada"
"IYA, TERSERAH LO DEH! CAPEK GUE! OPPA TAEHYUNG, TOLONG BAWA DAN NIKAHI GUE HIKS ...."
__ADS_1
Setelah perdebatan singkat itu, Vera memilih diam di kamar sambil maraton drama kesukaan nya, sedangkan Nathan hanya bisa melakukan ritual mandi.
Baby Farel? Lagi jungkir balik.
'ceklek'
Pintu kamar terbuka, menampilkan seorang Nathan yang baru selesai mandi.
"BUSET, lakik gue cosplay jadi ketua geng kek di sinetron," teriak Vera saat melihat penampilan yang berbeda dari Nathan.
Rambut pria itu acak-acakan tidak belah tengah, tanpa kacamata juga, serta otot-otot kekar nya tampak meregang.
"N0dai aku mas hiks ... hiks"
"Vera kenapa?" tanya Nathan bingung saat melihat istrinya salah tingkah.
"Gak! Gak papa, tidur gih! udh malam"
"Vera juga harus tidur ya!"
"Hmm"
Nathan, Alvera dan Farel berbaring di ranj4ng yang sama, suami-istri itu tampak canggung beberapa saat.
"Em--- kira-kira orangtua Farel kapan datang ya?" tanya Vera memecahkan keheningan.
"Gak tahu"
"Lo kenapa, Than?"
"Ha?"
"Tumben diam, biasanya lo petakilan"
"Nathan gak mau bikin Vera marah-marah terus," lirih pria itu.
"Maaf kalo gue terus marah-marah"
Nathan hanya tersenyum tipis, tatapan nya teralihkan pada seseorang yang tidur di antara mereka─ Farel, anak itu tampak menggigil kedinginan.
Lantas, Nathan memeluk bayi itu─ menyalurkan rasa hangatnya, begitu pun Vera. Secara tak sengaja, kulit mereka bersentuhan, dan terjadi lagi kontak mata antara keduanya.
"Kenapa gak tidur?" Tanya Nathan.
"Ini mau tidur, good night, suami," ucap Vera tersenyum malu.
"Good night too, istri"
Dan ketiganya tertidur pulas dalam keadaan berpelukan, saling menyalurkan rasa hangat, cinta, dan kasih sayang.
Lihat, mereka sudah seperti keluarga yang hidup nya harmonis dan damai.
__ADS_1
...next***...
...****************...