Suami Polosku

Suami Polosku
Cemburu


__ADS_3


Sudah terhitung beberapa minggu ini, Vera selalu marah-marah bahkan bertambah cerewet akibat Nathan yang tak hentinya membuat ulah.


"Farel, liat ini, Kak Nathan bawa cacing, ayo kita goreng,"


Nathan menghampiri Farel yang nampak tertawa senang saat melihat cacing-cacing yang menggeliat di botol bening.


"Yeay, cing," sorak Farel bahagia.


Untuk keadaan Farel?


Kedua orangtua nya juga sudah memberitahu pada Vera, bahwa masalah yang mereka hadapi sekarang tidak bisa disepelekan, mereka sangat meminta tolong pada Vera untuk menjaga Farel dengan baik.


"Vera, malam ini kita makan cacing goreng ya?"


Pletak!


"Makan aja sendiri, gue mau makan kecoa panggang," balas Vera.


"Nathan mau, dong!"


"Dua seringgit," ucap Vera, sambil mengacungkan dua jarinya membentuk huruf 'V' atau bisa dikatakan '2'.


"Ish! Gak asik mah Vera!"


"Biarin!"


"Than, miaw-miaw?" Farel menunjuk sebuah kucing garong yang menatap mereka dengan sorot tajam.


"Ih, itu mah kembaran Vera, mukanya rada gak selow, item-nya juga sama," kekeh Nathan.


"AS* LO NATHAN, GUE PUTIH YA!"


"Seputih m4yat."


"DIAM J1NG, DARI PADA LO, MIRIP M0NYET WAKENDA!"


"Eh, yang bener?" Nathan mengubah ekspresi nya menjadi muram, padahal dia sudah berharap dirinya tampan.


Tapi nyatanya dia tampan.


'Drtt ... drtt'


Panggilan masuk dari ponsel Nathan, pria itu langsung menekan tombol hijau untuk menerima panggilan.


"Ha, apa Mak?"


"Lah? Eum─ Nathan, bisa datang kesini gak, soalnya ada yang mau ketemuan sama kamu, cuma sebentar kok, sayang ..." ucap ibu Nathan.


"Tapi Nathan ga bisa," balas pria itu.


"Kenapa?"

__ADS_1


"Kata Vera, Nathan mirip m0nyet wakenda, Nathan maluu."


"HEH SULEMAN! SINI HP NYAA!" Teriak Vera langsung merampas ponsel milik Nathan.


"Hi, ibu mertua, jangan didengerin yang dibilang Nathan tadi, itu fitnah! Padahal dia-nya yang malas keluar!" bohong Vera, sementara wanita paruh baya itu hanya terkekeh kecil.


"Lucu deh, liat rumah tangga kamu sama Nathan, ibu harap kalian selalu bahagia ya," ucap wanita itu "dan kalo kalian ada waktu, boleh mampir ke-sini gak?"


"B-boleh banget, Bu." Vera terlihat gugup, setelah itu, panggilan pun diputuskan secara sepihak.


"Than, siap-siap, gih, kita berangkat sekarang!"


"Farel ikut?"


"ENGGAK! KITA TINGGALIN!"


"Tapi---"


"UDAH TAHU MALAH NANYAK! KALAU GINI CERITA NYA, MENDING GUE GALIH TANAH BUAT NGUBURIN LO HIDUP-HIDUP, BIAR TAHU RASA!"


"Ih, ngeri."


"Udah, mandi sana!"


•••


Kini ke-tiga orang itu sudah menginjakkan kaki di Mension megah milih keluarga Nathan.


"Ayo, masuk," ajak Nathan.


•••


"Wah, kalian udah datang," Ibu Nathan menyambut kedatangan mereka dengan menuntut mereka hingga ke ruang tamu, b1bir mungil Vera tak henti-hentinya memberi decakan kagum, rumah nya benar-benar sangat─


Mewah.


"Nathan," lirih seorang wanita berpakaian casual dan terlihat aesthetic.


"Dia cantik," batin Vera memberi pujian pada wanita yang tidak dikenal nya.


Greb!


Wanita berambut bawahan keriting itu, langsung memeluk Nathan dengan erat, terdengar samar-samar suara tangisan darinya.


"Aku rindu sama kamu, Nathan. Maaf, aku gak tahu kalo kamu jadi kayak gini semenjak kecelakaan tempo hari, hiks ... jangan bilang kalo kamu gak ingat sama aku?"


Gadis itu menatap serta memegang rahang tegas milik Nathan.


"Iya, Nathan ingat, kamu Vanila 'kan?"


Vanila menangis haru, tanpa di duga, ia menc1um b1b1r Nathan dengan lembut, *****4* nya bahkan menimbulkan suara des4h*n dari kedua pihak.


Degh!

__ADS_1


Bagai disambar petir di siang bolong, Vera merasakan hati kecil nya terkoyak melihat pemandangan yang menurut-nya menyakitkan mata.


"Ya Tuhan ... VANILA!"


Ibu Nathan lekas menarik lengan gadis itu secara paksa agar menjauh dari Nathan.


"Maaf sebelumnya, Ibu belum memberitahu pada mu bahwa Nathan sudah beristri, dan kamu sudah melakukan hal kelewatan itu di depan istrinya!"


Degh!


Sama hal nya dengan Vera, Vanila juga merasakan sakit di hati kecil nya saat mendengar bahwa cinta pertama nya sudah berumah tangga.


It's okay jika Nathan sudah berumah tangga, tapi kenapa dia tidak di undang atau bahkan di beritahu.


Keterlaluan!


Vanila berfikir bahwa keluarga Nathan tidak menganggap nya sebagai keluarga juga.


"Kenapa sih, Bu? Ibu tega banget sama Vanila, bahkan saat Nathan menikah, Vanila gak diundang?" Vanila berucap sambil menahan tangis.


"Maafkan ibu."


"Oh, atau jangan-jangan, istri nya Nathan ham1l di luar nikah ya? makanya pernikahan mereka privat dan anak itu─" Vanila menunjuk Farel.


"anak h4ram!"


•••


Setelah pertengkaran itu, Vera memutuskan untuk pulang begitupun Nathan.


Vera menidurkan Farel di box bayi, dan kembali mengacuhkan Nathan.


"Vera ..." panggil Nathan.


"Vera, marah ya? Nathan minta maaf atas ucapan Vanila tadi, Nathan gak bermak─"


"HIKS"


"Ver, maaf!"


"Hiks, lo jahat!"


"Maaf."


"Hiks ... hiks, gue gak bisa bayangin rasa sakit nya."


"Ra─rasa sakit apa?"


"LO NGINJAK KAKI GUE, ANJ*NG!"


...^^^next^^^...


...****************...

__ADS_1


__ADS_2