
Suami Satu Malam Bagian 21
Oleh Sept
Rate 18 +
"Sialan!!!" desis Kalandra setelah tersadar akan ucapan Radika. Berani sekali pria itu menyebutnya sebagai kakak ipar. Makin darting, Andra pun bersiap melangkah dan akan menghajar Dika, calon kakak ipar yang tidak dianggap.
BUGH
Bruakkkk
Kalandra sudah melayangkan pukulan. Namun, Radika dengan cepat menghindar. Membuat beberapa barang di belakangnya jatuh. Dan mama Lina menjerit.
"Ndra! Cukup!" cegah Elvira yang tidak mau ada pertumpahan darah. Baru juga pulang, acara penyambutan malah disuguhi adegan perkelahian.
"Nggak usah bela pria brengsekkk ini, satu keluarga sama brengsekknya! Kalau dia punya rasa malu. Dia tidak akan menginjakkan kaki di rumah ini!" ujar Kalandra dengan wajah yang sudah merah, matanya juga menyalak. Siap menerkam Radika yang belum sempat bisa ia sentuh.
[Gila! Rupanya kau mau main-main ya! Dari awal sudah menipu kami. Kali ini tipuan apa lagi! Jangan harap bisa jadi anggota keluarga ini! Cuihhhhh]
[Tapi ... bagus juga gerak refleknya! Siapa dia sebenarnya? Apa modusnya selama ini? Selalu menempel pada Mbak Elvira seperti bocah. Apa tujuanmu sesungguhnya Radika Dirgantara?]
Kalandra terus saja menatap tajam. Ia memindai Radika dengan teliti, seolah mencari cela pria tersebut.
"Ada apa ini, ribut-ribut?"
Semua langsung menoleh, menatap siapa yang datang. Terlihat tuan Pram pulang sambil menenteng tas koper hitam kecil. Matanya tertuju pada sosok putri yang lama tidak ketemu.
"Vira!"
Tuan Pram melangkah mendekati putrinya. Namun, ia merasakan ketegangan di rumahnya. Wajah Elvira terlihat panik, wajah Kalandra malah nampak tegang, belum lagi wajah sang istri. Ada apa lagi ini? Anak pulang bukannya raut wajah penuh bahagia, ini kok malah seperti datang ke rumah tahanan.
Oh, matanya kemudian menangkap sosok yang membuat semua ini jadi tidak nyaman. Rumah yang tadinya tenang kini seperti dilanda perang.
"Kurang ajar! Berani kami ke sini? Mau mengusik anak saya lagi!"
Tuan Pram sudah mengangkat koper kecil yang semula ia bawa. Baru juga akan ia pukulkan ke tubuh Radika, eh pria berbadan tinggi, tegap atletis dan tampan itu malah langsung bertekuk lutut di depannya.
[Pria Gila] Kalandra memaki dalam hati.
[Mas Dika apa lagi ini?] Batin Elvira menjerit.
[Astaga! Anak ini penuh kejutan!] Komentar mama Lina dalam hati.
__ADS_1
"Hey! Bangun! Apa yang kamu lakukan!" sentak tuan Pram yang tadi sangat marah jadi sedikit panik. Pasalnya melihat Radika yang langsung saja bertekuk lutut di depannya. Pria itu kan langsung shock. Jelas sangat kaget, bisa-bisanya Radika bersikap demikian.
"Maafkan saya, Om. Ini semua salah saya! Saya yang tidak bisa menahan diri. Maafkan saya, karena sudah menyentuh putri berharga Om!"
BUGH BUGH BUGH
Sebuah tendangan meluncur dari sisi kiri, wajah Kalandra seperti kepiting rebus. Ia sangat marah ketika mendengar pengakuan dari mulut Radika. Tanpa ba bi bu, ia langsung mengesksekusi Dika.
BRUAKKK
Tubuh Radika membentur buffet, membuat benda-benda di sekitarnya ikut goyang dan jatuh, pecah dan berserak di atas lantai.
PYAAARRR
"Ndra!!!" pekik mama Lina yang tidak tahan melihat kejadian itu.
"Andra!" teriak Elvira, ia merasa tidak tega kok Dika dihajar terus. Apa ia mulai cemas dan perhatian?
"Cukup, Ndra!" sela tuan Pram.
Kalandra pun menahan napas dengan kesal, rasanya belum cukup. Dan ia kini melihat papanya mendekati Radika. Andra pikir sang papa mungkin mau membantu pria itu bangun, tidak tahunya malah ikut nambahi.
BUGH
"Pergi kamu dari rumah ini!" Kalandra mendekat, ia kemudian menarik kera baju Radika. Padahal lebih tinggi Radika.
Meskipun bisa melwan, Radika tetap diam. Ia hanya menepis tangan Kalandra. Kemudian kembali memohon di depan tuan Pram.
"Om, tolong maafkan saya. Tolong maafkan kekilafan saya. Saya benar-benar mencintai putri Om. Ijinkan saya bertanggung jawab atas diri Elvira!"
Radika bicara dengan sudut bibir yang dipenuhi darah, belum lagi tubuhnya yang terasa sakit semua karena tendangan maut Kalandra.
"Saya tidak akan menjerumuskan putri saya dalam lubang yang sama. Mana mungkin saya kirim Elvira pada keluarga Dirgantara? Kamu mau main-main sama saya, Dika?" Rupanya Tuan Pram belum tersentuh.
Suasana mendadak tegang sesaat. Kalandra juga masih menatap dengan sinis. sepertinya masih ingin adu jotos lagi. Belum ada puasnya.
"Sudah, lebih baik kamu pulang. Lagian kamu pasti ngarang! Tante dan Om Elvira di sana, tidak pernah cerita apa-apa tentangmu. Jadi, jangan bicara yang bukan-bukan!" Ganti mama Lina yang mengusir.
"Maaf, Tante. Tapi hubungan kami memang sudah terlanjur jauh. Kami tinggal menunggu ijin dari kalian. Saya sudah melamar Elvira, dan dia sudah menerimanya." Masih dengan kepala menunduk. Bukan karena takut, Radika sedang menyembunyikan senyumnya yang licik. Kali ini ia akan menjebak Elvira.
"Hah!"
Mama Lina langsung datang ke arah Elvira, "Apa maksudnya? Lamaran apa?"
__ADS_1
Fokus mama Lina beralih pada jari manis Elvira. Sebuah benda asing kini tersemat di sana.
"Vira!!!!" Mama Lina membungkam mulutnya dengan tangan.
Irene yang sejak tadi menguping akhirnya tidak sabar dan mengintip. Sedangkan di depan sana, suasana tambah tegang.
"Vira! Jelaskan sama Mama, apa yang terjadi?" Mama Lina mendesak Elvira.
Elvira sendiri langsung melirik sebal pada Radika yang masih belum bangun juga. Ia merasa sudah terlalu jauh dipermainkan oleh pria itu.
"Ma ... Pa ... bukan seperti itu!" protes Elvira. Ia berusaha untuk menjelaskan. Menarik benang yang sudah dibuat kusut oleh Radika.
"Sudahlah, Vir. Kita mengaku saja. Aku juga tidak bisa jamin, sebulan lagi kamu akan hamil apa tidak!" Radika bangkit, ia kembali berdiri tegap. Namun, hanya sesaat. Karena ucapannya, ia kembali tumbang.
BUGH
Kali ini bogem langsung meluncur. Bersambung.
Hemmmm.... Mas Dika!!!!!!
Ini bucin, obsession, PD abis atau apa ya? Hahahaha ....
Terima kasih. Suka ketawa baca komen emak2 kesayangan .... terlopeeee ... dari sabang sampai merauke .... dari Malaysia ... dari Hk ..eh. penyakit Pdnya nular ya. heheh
IG : Sept_September2020
Fb : Sept September
Novel lain
Mencari Daddy
Rahim Bayaran
Wanita Pilihan CEO
Suamiku Pria Tulen
DEA I love you
Menikahi Majikan
kesetiaan Cinta
__ADS_1
istri Gelap Presdir