
Suami Satu Malam Bagian 40
Oleh Sept
Rate 18 +
"Mas!!! Mas Dika!"
Tangan Elvira menepuk lembut pipi suaminya, baru tidur sebentar sudah mengigau. Astaga! Lagian mimpi apa sampai gelisah begitu. Penasaran, Elvira langsung membangunkan Radika. Ia mengoyang tubuh suaminya cukup kencang agar pria itu terbangun.
"Mimpi apa?" tanya Elvira seketika saat melihat suaminya membuka mata.
Sambil memegangi kepalanya yang pusing, Radika menatap sekeliling.
"Mana dia?"
"Hah? Dia siapa? Kita kan cuma di kamar bedua aja?" Elvira menatap aneh.
Seperti orang bingung, Radika menatap ke sana ke mari. Sadar bahwa ia baru saja mimpi buruk, pria itu kemudian mengusap wajahnya dengan berat.
"Mas Dika nyari siapa? Mimpi apa sih?"
"Bukan apa-apa! Ambilin Mas minum, Vir!"
"Hemm ... iya!"
Elvira kemudian meraih gelas, membuka tutupnya dan memberikannya pada Radika.
"Ini, Mas."
Glek glek glek
Sekali tengak, air dalam gelas langsung habis. Mungkin Radika kehausan karena emosi di dalam tidurnya barusan.
Hoamm
Tiba-tiba Elvira mengusap, ibu hamil itu mungkin masih merasa kantuk. Sehingga ia menguap berkali-kali.
"Ngantuk banget, ya?"
Elvira mengangguk, dengan hangat Radika menengelamkan wajah Elvira dalam dadanyaa yang bidang.
"Ya udah, ayo tidur lagi!"
***
Beberapa jam kemudian
Malam semakin larut, Elvira sudah terlelap. Tapi, Radika masih terjaga. Gara-gara mimpi buruk, ia sekarang sulit tidur. Karena insomnianya kambuh, akhirnya ia keluar kamar. Radika meninggalkan Elvira seorang diri di kamar. Keluar dari kamar, ia masuk ke sebuah ruangan. Ruangan yang penuh banyak layar di dalam sana.
Tidak bisa tidur lagi, pria itu malah asik di depan salah satu komputer yang menyala. Di sana mungkin sudah larut malam, tapi di belahan dunia yang lain, matahari masih bersinar terang. Dika kemudian menyambungkan panggilan video pada seseorang. Seorang pria dengan pakaian rapi sedang menatapnya di depan layar besar.
__ADS_1
"Sudah kembali, Tuan?"
Radika mengangguk.
"Apa yang bisa kami bantu?" tanya sosok tersebut.
"Carikan aku bodyguard, harus wanita."
"Untuk, Tuan?" Pria di seberang mengerutkan dahi. Ia merasa aneh akan permintaan tuan besarnya kali ini. Bodyguard, minta yang wanita pula. Ini jelas bukan untuk Tuan besarnya itu.
"Kirimkan saja, besok kirim ke mansion."
"Tapi, Tuan ... mengapa buru-buru?"
Radika terdiam, matanya menatap tajam ke arah kamera yang masih ON.
"Aku tidak akan memerintah dua kali!" ketus Radika.
Suasana langsung dingin dan tegang.
"Baik, Tuan. Besok kami pasti mengirimnya."
"Bagus! Terima kasih!"
Satu masalah sudah teratasi, kini ia bisa tidur nyenyak. Tidak usah khawatir bila Rayyan mendekati istrinya lagi. Entah mengapa, Radika takut ditikung oleh adiknya sendiri. Mungkin karena Rayyan pernah menikah dengan istrinya tersebut.
Benar-benar rasa khawatir yang berlebihan. Ia ketakutan sendiri bila barangnya diambil orang lain, bahkan itu adalah adiknya sendiri.
***
Sebelum keluar kamar, kamar yang luas dengan furniture mewah serta mahal itu, Elvira ke kamar mandi dulu. Membasuh muka, mencuci wajahnya dengan sabun muka yang sudah tersedia di sana. Mengosok pipinya, sekali putaran, dua kali putaran. Ia lakukan berulang sampai keset dan bersih. Setelah itu meraih handuk kering, mengusap wajahnya dengan lembut. Kemudian berkaca.
[Kok agak cubby, ya]
[Sepertinya harus timbang BB deh!]
Elvira melirik ke sudut ruangan, dilihatnya alat penimbang badan. Penasaran, sambil mengigit bibirnya. Ia meraih timbangan tersebut. Pelan-pelan ia naik ke atas timbangan yang bisa dibawa ke mana-mana itu.
"Astaga!" ia membekap mulutnya sendiri.
Satu bulan lebih di pulau terpencil bersama Radika, BB Elvira nambah 5 kg lebih. Makanya terlihat seperti bakpao saat ia berkaca beberapa saat lalu. Rupanya, terlalu banyak rebahan membuatnya cepat gemuk. Padahal, sehari bisa olah raga sampai 4 x. Tapi kok lemaknya tidak terbakar. Lama-lama Radika akan semakin membuatnya gendut.
Mendadak bibirnya menggembang, ia malu sendiri bila ingat apa saja yang mereka lakukan di pulau itu. Tidak mau setres seperti orang gila anyaran, Elvira memutuskan keluar kamar. Lagian perutnya juga sudah mulai konser.
KLEK
"ASTAGA!!!"
Buka pintu, Elvira terhenyak. Ia kaget dengan sosok wanita di depannya.
"Maaf, siapa ya?"
__ADS_1
[Ya ampun, ada apa ini? Kok ada orang asing di depan kamar? Membuat kaget saja!]
"Selamat pagi Nona, perkenalkan ... Jean! Jendana! Hari ini adalah hari pertama saya bertugas."
[Tugas? Tugas apa?] Elvira bingung, wajahnya nampak berpikir keras.
Tap tap tap
"Sudah bangun?"
Jean melirik Radika yang mendekat ke arah mereka. Namun, tubuhnya masih berdiri tegap. Sedangkan Elvira langsung menghampiri suaminya itu, sembari berbisik.
"Itu siapa lagi?" bisik Elvira.
"Oh ... aku lihat tadi dia sudah memperkenalkan diri." Radika bicara seperti biasa dengan nada santai.
"Iya, namanya Jean. Tapi kenapa pagi-pagi sudah berdiri di kamar kita?" Elvira terlihat kurang suka.
"Tenang, dia orang ku. Jean akan bersama kita. Dia akan tinggal di sini mulai sekarang." Masih dengan gaya santai. Dan itu membuat istrinya sebal.
BUGH
"Aduh!" Radika mendesis dan mengadu karena Elvira main pukul saja pundaknya.
"Ngapain Mas bawa wanita lain tinggal di sini bersama Vira? Denger ya, Mas! Vira tidak mau dimadu!" cetus Elvira dengan wajah masam. Ia kemudian melirik sinis pada Jean.
Jean itu cantik, dan sepertinya lebih muda dari pada dirinya. Elvira merasa janggal bila ada wanita lain di mansion itu. Apalagi, pagi-pagi Jean sudah berada di depan kamarnya.
"Astaga! Madu apa, Vira?"
Jean tidak bisa menyembunyikan tawanya, ia sampai harus memalingkan wajah.
"Lalu buat apa wanita itu tinggal di sini juga?"
"Dia bodyguard kamu, Viraaa!"
"Ngapain Vira pakai bodyguard?" tanya Elvira sambil setengah melotot. Hamil, membuat emosinya naik turun seperti rollercoaster.
Radika menelan ludah, kemudian menatap Jean. Ia memberikan isyarat pada bodyguard cantik itu untuk meninggalkan mereka berdua.
"Tidak mungkin aku pakai bodyguard pria buat jagain kamu, Sayang!" ucap Radika setelah mereka hanya berdua.
Hidung Elvira langsung kembang-kempis. Bersambung.
Sudah mulai protective, mulai possessive, OTW bucin akut. Hehehehe ...
Oh ya, jangan lupa tap love. Pencet jempolnya ya... tekan like. Hehehe... Dan yang mau kenalan sama SEPT (Mode PD) Hihihihi
Cuss, IG : Sept_September2020
FB : Sept September
__ADS_1
Terima kasih, sekali lagi selamat tahun baruuu... selamat berlibur.