Suami Satu Malam

Suami Satu Malam
Sejuta Rahasia


__ADS_3

Suami Satu Malam Bagian 31


Oleh Sept


Rate 18 +


Setelah ritual wajib, akhirnya Elvira sudah terlihat rapi dan wangi. Aroma shampoo yang lembut membuat Radika tidak bosan-bosan memainkan rambutnya.


"Sampai kapan kita di sini, Mas?" tanya Elvira yang kala itu rebahan di pangkuan Radika. Mereka sedang ada di ruang tengah sambil santai di sofa merah maroon yang panjang.


"Sampai kamu hamil!"


Deg


Elvira menelan ludah.


"Jangan tegang begitu!" ucap Radika sambil terus memainkan rambut Vira yang terkulai di pangkuannya.


"Memangnya kenapa kamu tanya pulang kapan, apa kamu tidak menikmatinya? Tempat ini sangat cocok, jauh dari para pengusik!" tambah Radika. Sorot matanya tiba-tiba berubah kosong. Namun, Kemudian menajam saat mengingat sesuatu di masa lalu.


"Hanya penasaran, Vita cuma ingin tahu."


"Jangan bilang kamu ingin segera pulang dan melihat Rayyan menikah?" tuduh Radika.


"Ya ampun, bukan itu. Lagian untuk apa aku penasaran dengan pernikahan mereka!" bantah Elvira. Ia merasa tidak peduli dengan mantan suaminya itu.


"Baguslah!"


Elvira jadi bingung, ada apa dengan suaminya. Ia merasa aneh, seperti ada yang disembunyikan.


***


Sore harinya


Ketika Elvira menyiapkan kudapan dengan bahan-bahan yang tersedia di kulkas, dan saat cemilan-cemilan itu sudah siap, Vira hendak mencari sosok suaminya. Namun, dipanggil beberapa kali tidak ada sahuta.


Penasaran, Elvira lantas mencari Radika ke beberapa tempat. Hingga ia mendengar suara orang berbicara. Dengan sengaja, Elvira memasang kuat-kuat telinganya. Wanita itu sudah bersiap untuk menguping.


"Di mana?" tanya Radika pada orang yang ia telpon.


Elvira masih berdiri di depan pintu sambil menempelkan telinganya pada daun pintu.


"Habisi dia!" seru Radika.


DEG


Elvira langsung mundur. Karena tidak hati-hati, ia sampai menyentuh sesuatu dan membuatnya jatuh.


PYAAARRR


[Astaga! Siapa yang akan dihabisi?]


Karena terkejut, Elvira sampai menyenggol vas besar di belakangnya. Panik, ia mencoba bersembunyi. Elvira lari mencari tempat aman. Ia mencoba membuka salah satu kamar yang tak terkunci dan mencari tempat aman.

__ADS_1


[Astaga! Kenapa aku sembunyi?]


[Ya ampun, siapa Mas Dika sebenarnya?]


[Aku tidak bisa sembunyi, tempat ini sangat terpencil. Bahkan tidak ada access untuk keluar]


Elvira berdiri dengan tegang di balik korden tebal yang besar. Ia bergidik tak kala mendengar derap langkah yang kian mendekat.


[Ya ampun, dia mendekat! Bagaimana ini?]


[Dia suamimu! Mengapa kamu sembunyi?]


[Aku takut!]


KLEK


"Keluarlah!" titah Radika dingin. Sepertinya ia tahu Elvira tadi sempat mencuri dengar. Karena suara vas yang pecah, nyaring terdengar dari dalam ruangan. Ia yang kala itu sedang telpon, langsung menyudahi telponnya.


[Mati aku, apa dia tahu aku sembunyi di sini?]


"Keluarlah, Vira!" titah Radika sekali lagi.


[Tetap diam! Tetap tenang, Vira]


Elvira mencoba menenangkan diri, ia berusaha menutupi ketakutannya. Bulan madu yang hangat seketika menjadi mencekam.


Srekkkkkkk


Radika menyibak korden tebal itu dengan sekali tarikan.


Elvira pun melangkah, ia maju mendekati Radika. Meski sedikit takut, ia harus tahu. Siapa yang harus dilenyapkan oleh suaminya. Siapa yang harus dihabisi. Tidak mau mati muda karena rasa penasaran, Elvira langsung memberanikan diri untuk bertanya.


"Siapa Mas Dika sebenarnya?"


"Hah?"


"Jangan berbohong lagi!" Elvira tidak suka wajah terkejut Radika. Ia merasa pria itu sedang bersandiwara.


"Aku suamimu!" jawab pria tersebut. Saat tangannya ingin menyentuh wajah Elvira, wanita tersebut malah mundur.


"Siapa Mas sebenarnya?" tanya Elvira frustasi.


"Ayolah, Vira! Ada apa denganmu. Aku Radika, Radika Dirgantara ... suamimu! Apa kurang jelas?"


Elvira menggeleng.


"Bukan! Bukan itu! Siapa yang akan Mas Dika bunuh! Katakan! Kamu siapa?" teriak Elvira. Ia sebenarnya kecewa, baru juga bahagia. Eh kok mendengar pembicaraan rahasia sang suami. Elvira merasa terpukul dan ingin rasa penasaran yang ia miliki terjawab saat itu juga.


"Vira! Turunkan suaramu!" sentak Radika.


"Kalau Mas Dika nggak mau jujur! Aku akan cari sendiri jawabannya!"


Elvira berniat meninggalkan ruangan itu. Namun, Radika langsung menghalangi. Pria itu meraih lengan Elvira. Tapi, langsung lepas begitu sang istri menepisnya cukup keras.

__ADS_1


"Astaga!" Radika jadi kesal.


Dengan paksa ia langsung saja menarik Elvira, langsung membopong tubuh itu masuk ke dalam kamar pengantin. Kamar utama yang sudah rapi karena Elvira sudah merapikannya tadi siang.


"Lepasin!"


"Turunin!"


Elvira panik saat Radika membopong dirinya.


Bukkkkkk


Setelah melempar tubuh Elvira di atas ranjang hingga memantul, kini Radika berbalik. Pria tersebut menutup semua pintu dan jendela. Agar Elvira tidak bisa lari. Tambah panik, Elvira beringsut. Ia terus mundur hingga sampai ke sandaran ranjang.


Kepalanya menggeleng pelan, ketika melihat Radika juga ikut naik ke atas kasur yang besar dan empuk itu.


"Apa yang mas Dika lakukan?"


Setttttt


"Kamu tadi tanya! Siapa aku sebenarnya? Aku tunjukkan!"


[Astaga! Pria gila! Kenapa dia malah melepas satu persatu bajunya]


Elvira langsung membuang muka ketika Radika melepaskan bajunya satu persatu.


"Jangan mendekat!" Elvira semakin gelisah saat Radika sudah tidak memakai apapun. Hanya segitiga bermuda, tanpa apa-apa. Semuanya sudah ditanggalkan oleh pria tersebut.


"Kemari! Kamu tadi bukannya sangat ingin tahu, pria seperti apa suamimu ini?" tantang Radika.


Tidak tahan lagi, Elvira langsung turun dari ranjang. Niat hati sih kabur, tak tahunya dengan gesit Radika menangkap tubuhnya.


"Kamu tahu Elvira? Tempat ini di kelilingi laut. Mau lari ke mana?" bisik Radika. Hal itu semakin membuat Elvira semakin dilanda ketakutan.


"Lepasin Vira!"


Elvira mencoba membuka tautan lengan Radika yang melingkar di tubuhnya. Ia merasa takut pada pria tersebut.


Melihat kegelisahan sang istri, Radika semakin mempererat dekapannya. Kemudinya membalik tubuh Elvira dengan perlahan. Ia menyentuh pundak Elvira, menatap dua bola mata itu lekat-lekat.


"Aku tidak akan melukaimu! Mengapa kamu ketakutan seperti ini? Tenang! Aku mungkin pembunuh. Tapi tidak akan membunuh istriku sendiri."


Brukkkk


Elvira langsung pingsan.


Wow


Yuk, kenalan sama SEPT


IG : Sept_September2020


Fb : Sept September

__ADS_1


Terima kasih, lope lopeeee ... Hehehe


__ADS_2