Suami Satu Malam

Suami Satu Malam
Tendangan Madun


__ADS_3

Suami Satu Malam 89


Oleh Sept


Rate 18 +


"Maaf ... aku reflect," ucap Jean tidak enak. Diliriknya sang suami yang menatap wajahnya dengan gondok.


Jean sedang mengompres dahi Rayyan yang terkenal pingiran nakas. Wanita itu spontan menendang sosok pria yang masuk dalam selimutnya. Karena ia pikir itu bukan Rayyan. Setau Jean, suaminya itu sedang tidur di luar. Jadi ia merasa 100 persen bukan salahnya jika saat ini dahi Rayyan benjol.


"Lagian tadi katanya menginap, mana aku tahu kalau kamu yang masuk dalam selimut," Jean kembali menjelaskan karena Rayyan terus saja menatapnya.


"Iya ... gak apa-apa." Rayyan menyingkirkan tangan Jean. Tidak mau dikompres lagi.


"Biar besok gak bengkak, udah diam aja."


"Jean, aku ngantuk. Mau tidur."


Jean lalu menarik diri, ia meletakkan kain handuk di dalam baskom lagi. Wanita itu kemudian menyingkirkan peralatan kompres itu ke atas meja.


"Aku kasih salep dulu."


"Nggak usah!"


Bukkkk


Rayyan melempar tubuhnya di atas ranjang, merentangkan kedua tangan dan memejamkan mata. Bibirnya tersenyum getir, mengingat kejadian beberapa saat lalu. Bagaimana jean melakukan tendangan maut hingga ia terjungkal.


Bila ingat, kenapa dia justru ingin tertawa. Hanya saja di depan Jean, ia pura-pura kesal. Biar wanita itu merasa bersalah.


"Ayo ke mari! Kamu nggak ngantuk?"


Dengan perasaan tak enak, Jean mendekati suaminya. Merambat seperti seekor cicak.


Melihat Jean yang mendadak lamban dan klemar-klemer, Rayyan langsung saja menarik tubuh wanita itu.


"Kamu harus ganti rugi! Wajahku jadi begini, besok aku ada rapat pagi-pagi. Apa yang akan mereka pikirkan setelah melihat dahiku benjol begini?"


Jean yang semula tidak enak, tidak bisa manahan untuk tak tersenyum.


"Masih oke, kok,"


"Pokoknya tanggung jawab."


Bibir Jean langsung mengerucut.


"Sebenarnya, aku tuh nggak salah! Lagian siapa suruh tiba-tiba masuk dalam selimut orang."


"Aku masuk kamarku sendiri, Jean. Dan ini ranjangku ... dan kamu istriku. Apa yang salah?"


[Ish ... Rayyan benar juga]


"Tetap saja, kamu mengejutkanku!" ujar Jeandana yang tidak mau disalahkan.


"Setidaknya lihat-lihat dulu sebelum menendang."


"Kan sudah kubilang gerak reflect, Ray! Nggak sengaja."


CUP


"Ini juga reflect!"


Rayyan kemudian menanti reaksi Jeandana saat ia mengecup singkat pipi wanita tersebut.


[Mulai deh ... mulai]

__ADS_1


Pikiran Jean sudah traveling, pasti suaminya mau buka puasa.


"Tidur di sini saja!" bisik Rayyan lalu memeluk erat pinggang Jean.


"Hem ...!"


"Jangan marah-marah lagi!"


"Hemm ...!"


"Kemarin aku yang salah."


"Hemm!"


"Jeannnn!" Rayyan kesal, istrinya hanya ham hem dari tadi saat diajak serius berbicara.


"Ya ...!"


"Jangan ham hem!"


"Lalu harus bilang apa?" tukas Jeandana.


"Sudahlah ... aku gak mau ribut. Rugi kalau ribut sama kamu!"


Settt


Rayyan mempererat dekapannya, membuat Jean merasakan detak jantungnya yang mulai berdegup tidak seperti biasanya. Bahkan Jean bisa merasakan hembusan napas pria tersebut. Terasa hangat menerpa keningnya.


"Ngantuk nggak?" bisik Rayyan.


Jean langsung menelan ludah. Pertanyaan Rayyan mengandung seribu makna.


"Ya."


[Apa aku bohong saja?]


"Oh ... padahal aku nggak ngantuk."


[Siapa yang tanya?]


Jean tertawa jahat dalam hati.


Hoamm ...


Wanita itu mulai pura-pura mengantuk. Dan Rayyan hanya bisa menahan napas pasrah.


Sepuluh menit kemudian


"Jean, apa kau sudah tidur?" tanya Rayyan lirih. Karena Jean tidak bergerak. Padahal, wanita itu sedang akting tidur.


Huufffh ...


Rayyan pun melihat jam, sudah larut malam. Tapi matanya tidak mau diajak tidur. Tidak punya kegiatan, ia pun membelai saja kepala Jeandana.


Mulanya hanya mengusap rambut Jeandana yang lembut dan halus, tapi lama-lama tangannya jadi jahil.


[Tidurlah ... tidur yang manis. Aku tidak akan aneh-aneh ... hanya pegang-pegang saja!]


Kelopak mata Jean semakin merapat, ia merutuk dalam hati ketika merasakan tangan liar Rayyan.


[Astaga! Kau bahkan mesumm saat istrimu tidur?]


[Apa aku tendang lagi?]


[Raiiii! Tanganmu ... ya ampun!]

__ADS_1


Blakkkkk


Jean membuka matanya dengan sempurna, ia sudah tidak bisa pura-pura tidur saat Rayyan sudah memainkan anggur Thompson Seedless. Geli lama-lama karena jari Rayyan yang kelewat creative.


Dengan wajah tanpa bersalah, Rayyan tersenyum menatap Jeandana. Ia sepertinya menyadari kalau istrinya tadi hanya pura-pura belaka.


"Apa aku membangunkanmu?" tanya Rayyan basa-basi.


Jean langsung beringsut, membetulkan tali BH-nya. Rayyan benar-benar suami mesumm. Istri tidur malah dikerjai.


"Dilepas saja ... bagus nggak dipakai," celetuk Rayyan yang melihat Jean sibuk dengan tali BH-nya.


Kontan saja Jean langsung melotot tajam, tapi Rayyan justru terkekeh.


"Nggak lucu!"


"Benar, nggak lucu ... tapi seksiiiiee!"


BUGH


Rayyan tidak bisa menahan tawanya, apalagi Jean terus menyerangnya dengan memukul tubuhnya pakai bantal.


"Hahahahha ... Cukup Jean ... cukup."


Rayyan menyentuh pergelangan tangan Jeandana, membuat wanita itu kembali menatapnya. Namun, perlahan bantal itu jatuh dari tangan Jean ketika Rayyan mendesak maju dan dengan cepat menciiumnya.


Rayyan yang memang dari kemarin tidak betah lama-lama puasa, melihat tali BH terkulai sudah langsung on fire.


Sambil menyesap bibir ranumm milik Jeandana, Rayyan melepas satu persatu kancing piyama Jean. Membuat Jean langsung bergidik, karena hawa dingin yang sangat terasa saat ia sudah tidak memakai atasan.


Bukkkkk


Dengan cepat ia lempar pakaiannya sendiri ke sembarang arah.


Klik


Tidak lupa merubah suasana pencahayaan di dalam kamar, ia rubah menjadi remang-remang. Di bawah cahaya yang temaram, Rayyan mau buka puasa. Karena baginya, satu hari seperti seminggu saja ...


Jean hanya diam, seketika membisu, ia kembali menjadi kelinci imut saat Rayyan sudah menguasai dirinya.


Detik berikutnya ...


Terdengar suara-suara syahdu yang membuat bulu-bulu merinding ... lebih horor dari pada tawa kunti.


Bersambung.


Yuk ... kenalan sama SEPT


Ig Sept_September2020


Fb Sept September


Baca juga novel Sept yang lain ya, udah pada tamat. TERIMA KASIH .... lope lopeeee hehheheh







__ADS_1



__ADS_2