
Suami Satu Malam 81
Oleh Sept
Rate 18 +
DEG ...
DEG ...
DEG ...
[Rey ... apa yang kamu lakukan?]
Jean memutar bola matanya, tubuhnya tiba-tiba seperti dialiri listri tegangan tinggi. Dan Jantung Jean hampir meletus, rasanya ingin sekali mendorong tubuh pria tersebut. Namun, Jean seolah mengalami kram mendadak. Tangan dan tubuhnya tidak bisa digerakkan. Jean kaget karena mendapat serangan shock therapy dari Rayyan.
Tanpa permisi, bibir Rayyan menempel begitu saja dan bekerja seperti layaknya sebuah vacuum cleaner. Siapa yang tidak terkejut. Apalagi Rayyan mulai menyesapnya dalam. Duh ... Jean mau menarik wajahnya, tapi Rayyan malah menekan tengkuk Jeandana. Sudah pasti perempuan itu dibuat tidak bisa melawan.
Duda yang sudah usang itu, mungkin kini sudah menemukan tempat untuk menyalurkan hasrtanyaa yang lama koma. Tanpa ba bi bu, Rayyan langsung saja tancap gas. Siapa suruh matanya melihat body yang bening-bening nan mulus. Otak Rayyan yang semula masih bisa dikondisikan kini pun keluar jalur.
Mungkin sudah saatnya ganti oli, hingga pria itu tidak peduli kalau nanti Jean akan menghajar dirinya. Tapi, apa yang terjadi? Apa yang ia khawatirkan nyatanya tidak terjadi. Jean sama sekali tidak memukul. Yang ada malah ia bisa merasakan hembusan napas Jean yang terdengar memburu, berkejaran dengan degup jantungnya.
Setelah sesapan yang lama itu, akhirnya Rayyan melepaskan Jean. Ray seolah memberi jeda bagi Jean untuk bernapas, baru pemanasan, tapi rasanya sudah sangat gerah. Apa AC kamar hotel mati? Atau mereka yang mendadak demam?
Jean kembali dibuat terpana, ketika Rayyan melepas kancing bajunya satu persatu.
[Pa ...]
Jean sepertinya mau lari dari ruangan itu, ia paham betul anatomy manusia. Saat kancing baju Rayyan semakin banyak yang terbuka, maka ia bisa melihat dalam benaknya, di mana jantung yang selama ini ia jadikan sasaran bila melawan musuh.
__ADS_1
Jean, si wanita yang selama ini seperti Rambo, pelan-pelan otot kakinya lemas. Rayyan sepertinya sengaja menggodanya. Karena tidak hanya melepas atasan, tapi kini juga melepas sabuk. Ini lebih gawat dari pada menjinakkan boommm bagi Jean.
Napas Rayyan juga sudah memburu sedari tadi, sepertinya ia habis kemasukan setan mesumm. Melihat Jeandana seperti srigala lapar yang melihat domba di perternakan. Buru-buru ingin dikekep dan dimangsa.
"Ray ... kamu mau apa?" tanya Jean dengan suara serak.
Jean gelisah, karena suaminya kini hanya memakai boxerrrr. Baju serta celana Rayyan sudah mendarat di atas sofa.
"Kamu pasti tahu tanpa aku jawab!"
Mata Jean malah fokus pada jakun Rayyan yang naik turun.
[Jean! Lihat apa kamu, Jean!]
Jean memejamkan mata sebentar, kemudian kembali membuka matanya. Sialll, fokusnya malah ke bawah. Jean melihat gundukan yang sebelumnya tidak ada.
[Astaga! Dasar pria mesumm]
"Rey ... kamu mau apa?" tanya Jean yang mendadak seperti kucing kecil yang ketakutan. Mana singa betina yang garang selama ini? Gaungnya berubah menjadi cicitan ketika Rayyan kini menguasai medan pertempuran.
CUP
"Rey!" desis Jeandana.
Suara-suara yang keluar dari bibir Jeandana malah membuat Rayyan semakin bergelora. Ia seolah tepecut, ingin menaklukkan singa betinanya itu. Ia pikir akan sulit, tapi ... sedikit sesapan di sana sini, cukup membuat Jean mirip cacing.
[Ish ...]
Jean semakin mengeliat tak kala tangan Rayyan mulai menyibak bajunya. Mau melawan, tapi Rayyan curang. Pria itu melepas bajunya sambil terus menyesap bibirnya dalam. Membuat wajah Jean panas dingin dan hilang konsentari. Tau-tahu, ia hanya memakai kacamata kuda.
__ADS_1
"Issshh ..." Jean yang kuat langsung kehilangan energinya. Bagaimana tidak, pria itu langsung melahap buah kismiss tanpa ijin.
Rayyan semakin gencar, karena tubuhnya juga sudah terasa panas. Apalagi Jean sama sekali tidak menolak, seperti mendapat sambutan hangat, Rayyan pun berkelana dengan bebas.
Dilepasnya penggait terakhir yang dipakai Jeandana.
Sadar, Jean langsung memeluk tubuhnya sendiri. Namun, dasar Rayyan, sepertinya pria itu sudah di ubun-ubun. Dengan lembut, ia singkirkan lengan Jean yang menutupi bukit barisan.
Hamppp ....
[Apa aku terlalu lama menduda? Mengapa aku jadi sangat menginginkan tubuhnya?]
[Maaf, Jean. Aku tidak bisa menahannya seperti semalam]
Settt
Rayyan melepas boxer miliknya, dan Jean hampir pingsan saat melihat pemandangan yang tidak biasa tersebut. Bersambung.
[Ray! Kamu Gila]
Jeandana langsung mengeluarkan keringat dingin. Ia shock, Rayyan memperlihatkan sesuatu yang membuatnya tidak bisa berkata-kata. Wkwkwkwk
TKP
Jangan lupa vote, like, Komen ya ... hehhehe
__ADS_1
Makasi banyak teman-teman terlopeeee ....