
Damian Ito, seorang anak yang rajin, sedikit bandel tp selalu disayang keluarganya. Sekarang Ito berumur 10 tahun. Ito, itu nama panggilannya. Ito menjalani kehidupannya seperti biasa. Setiap pagi, ibunya selalu membangunkannya secara paksa. Dan ketika Ito merengek tidak mau bangun, ibunya selalu memeluk dan mencium dengan lembut sambil berkata,
"sayang, ibu menyayangimu", sambil tersenyum lembut ibu menatap Ito.
__ADS_1
Ito pun segera bangun dan mandi. Setelah Ito mandi, ia turun ke bawah menuju ruang makan untuk sarapan. Di ruang makan ayahnya sudah menunggunya untuk sarapan bersama.
" Selamat pagi, jagoan ayah", ayah yang menyapa Ito dengan senyuman tampannya.
__ADS_1
Dan seperti biasa ibu Ito selalu sibuk menyiapkan sarapan untuk keluarganya. Ito sangat bahagia dan beruntung karena memiliki keluarga yang menyayanginya.
Tapi kebahagiaan di dunia itu hanya sementara. Malam ini, kedua orang tua Ito mengikuti sebuah acara di kantor ayahnya. Kedua orang tuanya tidak mengajaknya sebab mereka khawatir kalau Ito sakit. Karena malam ini hujan begitu lebat dan angin begitu kencang. Akhirnya Ito dititipkan ke rumah paman Ben yang tidak lain adalah tetangga sebelahnya. Paman Ben adalah teman dekat ayah dan ibu Ito. kedua orang tua Ito berangkat pukul 6 pentang. Mereka berjanji akan pulang cepat kira-kira pukul 8 malam. Tapi sampai jam 9 malam, ayah dan ibu Ito belum pulang juga. Hingga kabar yang membuat Ito begitu terpuruk akhirnya sampai ketelinganya. Ya...ayah dan ibu Ito mengalami kecelakaan saat dalam perjalanan pulang. Kejadian itu membuatnya sangat terpukul. Ito menangis sejadi-jadinya. Dan tidak bisa menerima kenyataan bahwa kedua orang tuanya tiada. Bahkan Ito berteriak histeris, membayangkan bagaimana hidupnya tanpa ayah dan ibu yang begitu menyayanginya. Ito tak pernah membayangkan, jika dirinya akan kehilangan ayah dan ibunya. Semua orang hanya memandang Ito dengan tatapan iba dan tak ada yang berani mendekatinya. Karena jika mereka mendekati Ito, ia akan marah dan menangis dengan keras. Setelah kedua orang tua Ito dimakamkan, Seluruh keluarga besar dari ayah dan ibu Ito berkumpul di ruang tamu. Mereka berkumpul untuk membicarakan hak asuh Ito. Kebanyakan dari mereka menolak mengadopsinya, karena mereka menganggap Ito anak yang manja dan menyusahkan. Hingga malam, mereka masih membicarakan hak asuh itu. Dengan perasaan yang campur aduk, Ito pergi menuju kamarnya. Karena tak tahan berada ditengah-tengah mereka yang selalu berdebat satu sama lain. Ito menangis sendirian di kamar tanpa ada yang menghiraukannya. Ito marah sama Tuhan, dalam batinnya, ia bertanya kepada Tuhan, "Tuhan, kenapa Kau mengambil ayah dan ibuku, kenapa aku tidak Kau ambil juga". Karena kelelahan akhirnya Ito pun tertidur pulas tanpa memikirkan kejadian yang begitu berat menimpanya. Pagi itu Ito tiba-tiba bangun, karena teringat ayah dan ibu yang sudah tiada. Ia sempat berharap kejadian kemarin hanyalah mimpi buruk saja, tapi kenyataannya tidak. Air matanya menetes lagi dan lagi, karena teringat kenangan-kenangan indah yang ia jalani bersama kedua orang tuanya. Setelah Ito bangun, ia segera mandi. Tanpa sarapan paginya, Ito segera keluar rumah dan berjalan menuju makam kedua orang tuanya. Ito berjalan tanpa menghiraukan orang yang berlalu lalang disekitarnya. Tanpa sadar Ito ditabrak seseorang dari belakang hingga lutut dan tangannya terluka. Orang yang menabraknya itu malah memarahinya sambil melotot kepadanya, " Dasar bocah, menghalangi jalan orang lain saja". Ito hanya diam dan menahan tangisannya. Ito berdiri dan melanjutkan perjalanannya ke makam. Sesudah sampai di makam, Ito duduk menangis dengan menahan rasa sakit ditangan dan lututnya. Ia mengenang ibunya yang selalu mengobati lukanya saat terjatuh. Tapi semua hanyalah tinggal kenangan saja. Sekarang sudah tidak ada yang memperdulikan Ito.
__ADS_1