Suami Untuk Tante

Suami Untuk Tante
Universitas


__ADS_3

"Selamat pagi sayang". Arasel mengecup kening dan memeluk erat tubuh Kiara.


"P-pa..pagi, tuan". Ucap Kiara dengan wajah memerah karena sangat malu dengan apa yang ia lakukan malem ini dengan Arasel.


"Sayang, sekarang aku ini adalah suamimu...kenapa kau masih memanggilku dengan sebutan 'tuan'...!!". Ucap Arasel yang agak kesal dengan istrinya.


"Ma-maafkan aku". Ucap Kiara dengan menyesal.


Ketika Arasel melihat wajah polos Kiara yang begitu menggemaskan. Araselpun mulai lagi mencium bibir mungil Kiara. Kini Arasel megang kedua tangan Kiara dan mulai mendaratkan ciumannya kembali keleher jenjang Kiara hingg kepuncak gunung kembar milik Kiara. Arasel kembali memainkan daerah paling sensitif Kiara. Desahan Kiarapun makin tak terbendung lagi.


"Kau mulai basah lagi, sayang". Ucap Arasel yang tersenyum pada Kiara sambil memainkan daerah sensitifnya.


"Ahh...aa..ah...ja-ja..ja..ngan!". Desah Kiara yang mulai keenakan dengan sentuhan Arasel.


Mendengarkan desahan Kiara yang begitu menggoda, Araselpun tanpa basa basi menyatukan tubuhnya kembali dengan Kiara. Pelan tapi pasti, Araselpun membuat Kiara yang berada di bawahnya tak berdaya. Hentakan demi hentakan membuat Kiara semakin memeluk erat Arasel.

__ADS_1


"A..A-ra..sel....aahhh". Desah Kiara sambil memanggil Arasel. Ini pertama kalinya Kiara memanggil nama Arasel secara langsung.


Arasel yang mendengar suara indah Kiara yang hanya memanggil namanya membuatnya begitu sangat senang. Arasel semakin mempercepat gerakannya dan membuat mereka merasakan kepuasan yang luar biasa.


-----------------


Pagi ini, Ito harus mengurus berkas-berkas yang ia butuhkan untuk masuk ke Universitas yang ia inginkan. Andi yang melihat Ito sedang sibuk ingin membantu tapi Ito menolaknya karena ia tidak ingin merepotkan Andi lagi.


"Tuan Ito, ada yang bisa saya bantu?". Tanya Andi yang berada di depan Ito.


"Tidak usah, kak Andi...Aku bisa sendiri kok". Jawab Ito yang sembari tadi membereskan berkasnya.


Melihat keseriusan Ito, Andipun mengusap kepala Ito dengan lembut. Ito mengingatkan Andi kepada Rin adik perempuannya yang selalu bersikap mandiri dan tidak mau merepotkan dirinya. Andi begitu merindukan adiknya sehingga wajahnya berubah jadi sedih.


"Kak Andi kenapa?...Kok wajahnya jadi sedih begitu?". Tanya Ito yang penasaran dengan wajah Andi yang berubah secara tiba-tiba.

__ADS_1


"Ah, tidak ada apa-apa, tuan...Hanya saja ketika melihat tuan, saya jadi teringat adik perempuan saya". Jawab Andi dengan wajah yang masih bersedih.


Ito hanya diam, Ia sangat tahu bagaimana rasanya merindukan seseorang yang begitu disayangi.


"Kenapa kak Andi tidak meminta cuti kepada om Arasel?". Ucap Ito


"Tidak perlu tuan, saya dua bulan yang lalu sudah meminta cuti sama tuan Arasel". Ucap Andi sambil tersenyum dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Oh begitu, kak". Ucap Ito dengan singkat.


Setelah berbincang-bincang dengan Andi, Itopun segera meluncur di Universitas yang ia tuju. Saat Ito memasuki pintu masuk di Universitas tersebut, Ia menjadi pusat perhatian bagi para kaum hawa yang dilewatinya. Gimana tidak menjadi pusat perhatian, Ito sangat tampan ketika ia memakai kemeja berwarna hitam dan celana jeans biru dongker. Penampilan Ito semakin sempurna karena postur tubuhnya yang tinggi semampai.


Sesudah Ito keluar dari ruang sekretariat, tiba-tiba ia ditabrak oleh seorang Gadis yang begitu culun. Gadis itu rambutnya dikepang menjadi dua seperti gadis desa dan berkacamata tebal serta bajunya terlalu kampungan. Walaupun Ito ditabrak gadis itu namun ia tidak jatuh. Malah yang terjatuh adalah gadis culun tersebut.


----------------

__ADS_1


Maap baru Up...hehehehhe...because Authornya banyak kerjaan...kerjaanya g kurang malah nambah...hehehe


Jangan lupa klo suka di like ya...klo g suka ya di like juga gpp...#maksa...😂😂😂😂


__ADS_2