
Kiara yang sudah putus asa hanya bisa menangis di depan rumahnya. Dia bersimpuh dan menyalahkan dirinya. "Kenapa, tadi aku harus mengizinkan Ito pergi?...Jika aku tak sibuk, pasti aku dapat menemani Ito", rasa bersalah terus menghantui Kiara.
Buuuzzzt....buuztt...suara Hp Kiara yang bergetar digenggamannya. Kiara hanya melihat layar hpnya. "Nomer siapa ini?...kenapa malam-malam begini ada yang menelponku", batin Kiara. "Apa jangan-jangan kabar dari Ito!". Kiara langsung mengangkat telpon tersebut.
"He...he..hello", suara Kiara yang gugup
"Selamat malam nyonya, apakah ini nyonya Kiara?, tanya seorang pria di dalam telpon.
"Be..benar!...Dengan siapa saya berbicara?", tanya Kiara dengan penasaran.
"Perkenalkan nama saya adalah Arasel Michaelis". Jelas Arasel kepada Kiara
Kiara merasa tidak asing dengan nama Arasel, karena dia pernah mendengarkan nama itu tetapi sayangnya Kiara lupa dimana ia mendengar nama itu.
"Ada apa tuan Arasel menelpon saya?". Tanya Kiara.
"Saya hanya ingin menyampaikan kabar tentang keponakan nyonya". Jawab Arasel.
__ADS_1
"Apa?!..dimana keponakan saya?...apakah Ito baik-baik saja?...tolong beritahu dimana dia?..". Tanya Kiara dengan suara tangisnya yang pecah dan tidak sabar dengan kabar yang akan dia terima.
"Tenanglah nyonya...jangan khawatir...dia...". Penjelasan Arasel langsung diputus oleh perkataan Kiara.
"Bagaimana saya bisa tenang!...kalau orang yang saya sayangi tidak kembali!", bentak Kiara dengan emosi sambil menangis.
Arasel, hanya diam saja. Dia tidak membalas ucapannya Kiara yang kala itu menangis sesenggukan. Akhirnya Arasel memberikan alamat rumahnya ke kiara.
Arasel bingung dengan perkataan Kiara tadi. Membuat hatinya berdenyut tak menentu.
"Dasar wanita...baru kali ini aku dibentak seorang wanita yang wajahnya saja aku tak tahu". Batin Arasel sambil menghela nafas. Ito melihat ekspresi yang tidak menyenangkan di wajah Arasel, untuk itu dia memberanikan dirinya bertanya.
"Ck, Kamu sama tantemu Sama aja... sama-sama banyak tanya". Jawab Arasel dengan kesal sambil memegang kepalanya.
Ito merasa bersalah terhadap Arasel, dia merasa sudah menyusahkan orang lain.
Ito dengan wajah sedihnya meminta maaf kepada Arasel. "Ma..maafkan aku Om, kalau aku banyak tanya".
__ADS_1
Arasel kaget dengan ucapan Ito tersebut. Sambil duduk di samping Ito, Arasel memegang kepala Ito dengan lembut. "Tidak usah meminta maaf, ini bukan salahmu melainkan kesalahanku yang mudah emosi", Jelas Arasel dengan wajah bersalahnya.
"Ngomong-ngomong, tantemu itu seperti apa?...kenapa dia galak sekali saat kutelpon?". Tanya Arasel dengan penasaran.
Ito memceritakan bagaimana sifat Kiara kepada Arasel. Dia juga menceritakan awal pertemuannya dengan Kiara. Dengan mendengar cerita dari Ito, Arasel semakin penasaran dengan Kiara. Ito melihat wajah Arasel yang penasaran dengan Kiara.
"Apa jangan-jangan Om Arasel tertarik dengan tante Kiara ya?...kalau benar begitu, aku akan membantu Om Arasel untuk lebih dekat lagi dengan tante Kiara...hehehe", Batin Ito dengan membayangkan rencananya liciknya.
Saat Ito dan Arasel sedang asyik mengobrol, tiba-tiba Kiara muncul, dan langsung berlari memeluk Ito tanpa menghiraukan keberadaan Arasel yang berada di samping Ito. Arasel segera berdiri dan menjauh dari mereka. Ia hanya bisa melihat dan tak mau ikut campur dengan urusan mereka.
"A..aaduuuuh, sakit tante". Keluh Ito saat dipeluk tantenya.
Sontak Kiara kaget dan melepaskan pelukannya. "Ka..kamu, kenapa Ito?..Apa yang terjadi padamu, kenapa kau sampai terluka seperti ini?", tanya Kiara dengan khawatir sambil menangis seperti anak kecil yang kehilangan mainannya.
"Tadi saat mau pulang ke rumah aku dihadang segerombolan preman. Mereka meminta uang, karena aku kesal maka aku memukul salah satu dari mereka, dan akhirnya aku dikeroyok para preman itu". Jelas Ito kepada Kiara sambil mengusap air mata yang jatuh di pipi tantenya itu.
"Untung saja tante, ada Om Arasel yang menyelamatkan aku". tambah Ito sambil menunjuk ke arah Arasel.
__ADS_1
_______
Maaf ya, jika ada salah ketik atau kata2 yang salah...😅😅😅