
Seusai upacara pernikahan Arasel, Kiara, Ito, dan Andi segera meninggalkan pulau terpencil tersebut menujukembali ke rumah. Di perjalanan pulang Arasel terus memandangi wajah istrinya yang begitu cantik tanpa sedikitpun mengedipkan matanya. Ia terus terbayang-bayang dengan penampilan Kiara yang mengenakan gaun pengantin saat upacara pernikahan tadi. Kiara yang merasa dirinya terus dipandang oleh Arasel hanya tertunduk malu. Ito yang melihat tingkah mereka hanya bisa cengar-cengir sendiri. Sedangkan Andi tertidur pulas karena kelelahan mempersiapkan semua keperluan bosnya.
-------------
Rumah Arasel
Setelah menempuh perjalanan yang cukup melelahkan, akhirnya mereka sampai di rumah.
"Dari mana saja kau Arasel!!!". Ucap Selly dengan begitu ketus karena kesal. Arasel hanya diam dan tetap melangkahkan kakinya.
"Kau sudah pulang ya, tuan Arasel?. Sambut Noura yang tersenyum manis dan tiba-tiba langsung merangkul lengan Arasel.
"Hmmm...". Arasel hanya menjawab singkat dan langsung melepaskan tangan Noura yang merangkul lengannya.
Kiara sangat kesal melihat sikap Noura yang seenaknya sendiri menyentuh Arasel. Karena tidak tahan, Kiara langsung menuju ke kamarnya. Arasel yang melihat sikap Kiara yang tidak suka dengan kejadian tadi segera menyusulnya.
__ADS_1
"Kau kenapa, Kiara?". Tanya Arasel yang sedikit khawatir dengan Kiara
"A-aku sangat lelah hari ini...aku ingin segera istirahat di kamar...Jika kau ingin menemani mereka dulu...aku tidak apa-apa". Ucap Kiara yang tak sanggup melihat wajah Arasel karena kesal dengan Noura.
"Apa kau cemburu?". Goda Arasel yang mendekatkan wajahnya.
"M-mana mungkin...a-aku cemburu!!". Ucap Kiara sambil mengangkat wajahnya dan tanpa sengaja bibir kiara menyentuh bibir Arasel.
Sontak Arasel kaget dan tersenyum bahagia. Karena ini kali pertamanya Kiara mencium dirinya. Kiara sangat malu dengan apa yang dia lakukan sehingga wajahnya ditutup dengan kedua tangannya.
"Tu-tuan mau apa?!". Ucap Kiara dengan gugup.
"Sayang, jangan panggil aku 'tuan'..Panggil aku Arasel!". Ucap Arasel sambil mengerutkan kedua alisnya.
Kiara hanya menganggukan kepalanya. Ia menuruti apa yang menjadi keinginan suaminya tersebut. Tiba-tiba Arasel mencium Kiara. Ciuman tersebut semakin lama semakin panas. Sesekali Arasel melepas ciuman tersebut hanya untuk menghirup udara.
__ADS_1
Selanjutnya Arasel mencium bagian leher Kiara yang jenjang. Kemudian Arasel membuka satu persatu pakaian yang dikenakan Kiara. Ia begitu takjub dengan keindahan tubuh Kiara. Tanpa segan lagi, Arasel mencium dan *** kedua gundukan kenyal di dada Kiara. Sehingga suara desahan dari mulut Kiarapun keluar dan membuat Araselpun sekain bergairah.
"Ja-ja...nga...an.....aahhh". Desah Kiara
Arasel mulai mengarahkan jari tangannya ketempat yang paling sensitif. Dan membuat Kiara semakin menikmati sentuhan yang diberikan kepada Arasel.
"aah....ah..ti...ti..dak......j-jangan!". Ucap Kiara yang semakin mendesah.
Kedua kaki Kiara dianggat dan di letakan di bahu Arasel. Tak lama kemudian, Arasel mulai memasukan barang miliknya ke dalam surga kenikmatan milik Kiara. Arasel menekan barang miliknya masuk dan menjebol selaput dara milik Kiara. Sehingga Kiara menjerit kesakitan.
"S-sakit...aahhh!". Rintih Kiara yang air matanya mulai mengalir membasahi pipinya.
"Tenanglah sayang, ini hanya sakit di awal saja...selanjutnya kau akan menikmatinya". Bisik Arasel ke telinga Kiara.
Kiara hanya bisa menuruti apa yang menjadi kemauan Arasel. Karena kelelahan mereka pun akhirnya tertidur pulas sampai pagi.
__ADS_1