
Kiara mendengarkan cerita ponakannya itu dengan seksama. Terkadang dia geli melihat ekspresinya Ito yang sedang malu-malu itu. Terkadang dia gemas dengan Ito yang menceritakan pengalamannya dengan menggebu-gebu.
"Oke, tante akan membantumu....tapi ada syaratnya?", senyum licik tante muncul lagi.
"Syarat?!....duh, kenapa perasaan Ito jadi g enak gini...hehehe", sambil tersenyum dan garuk-garuk kepala.
"Mau dibantu apa enggak nieh??", Sahut tante.
"Mau bantu kok ada syaratnya sih..", gerutu Ito.
"Ya udah kalau begitu cari aja perempuan yang lain, yang mau pura-pura jadi pacarmu!!", buang muka, sambil menyilangkan tangan ke dada.
"Tante kok githu sih...Oke, kalau githu, Ito terima syaratnya tante", dengan muka pasrah sambil menghela nafas.
"Deal ya, nggak boleh berubah pikiran lo..", sahut tante dengan wajah ceria.
"Oke...oke.." diam sejenak sambil berpikir..." memangnya syaratnya apa tante" tanya Ito.
"Rahasia, nanti tiba waktunya kamu juga akan tahu", ekspresi tante Kiara yang menggoda Ito.
"Yaah, tante.... jangan bikin aku penasaran donk", Ito yang sambil pegang lengan tantenya.
"Biarin aja...udah sana, tante mau lanjut kerja" sambil mengejek, Tante kiara mendorong tubuh Ito keluar ruangan
__ADS_1
Ito benar-benar penasaran dengan syarat yang diajukan tantenya.
______
Ketika pulang sekolah, perempuan yang mengejar-ejar Ito selalu ada di sampingnya, seperti nyamuk yang ingin menghisap darah. Tiba-tiba Ito melihat seorang gadis yang sangat cantik dan sangat imut, mengenakan seragam sekolah yang berbeda dari seragam sekolahnya. Sontak Ito kaget melihat gadis itu ternyata tantenya. Dengan tanggap Kiara menuju kearah Ito dan memanggilnya dengan sebutan "sayang".
"Sayang, kenapa kamu lama banget, aku dah nunggu kamu di sini lama lo", Kiara dengan suara centilnya.
"Heh, kamu!!...jangan sok centil dihadapan Ito!!!", teman perempuan Ito dengan nada ketus.
"Memang kamu siapanya Ito?", sahut Kiara dengan nada mengejek.
Ito yang melihat akting tantenya menahan tawa.
menjawab dengan gugup.
"Oooo....temen deket ya?", Dengan juteknya Kiara menjawab.
Ito yang sedang melihat akting tantenya tidak mau kalah. Dia langsung memperkenalkan tantenya itu sebagai pacarnya.
"O..iya, kenalin nieh, Pacar aku, Monde", sahut Ito dengan bangganya.
"Ni bocah, ngajak gelut ya... masak manggil tantenya yang cantik dan imut ini dengan nama Monde. Awas aja nanti kalau di rumah", batin Kiara dengan wajah manyun.
__ADS_1
"O..jadi ini ya pacarmu Ito...ya udah aku duluan kalau githu", dengan tatapan kesal, teman perempuan Ito pun pergi.
_______
"Yuk, Tan, ku traktir makan di Kafe sebrang", Ito nunjuk ke arah Kafe itu berada.
"Emang kamu punya uang?"...sahut Kiara
"Punya donk", jelas Ito
"Okelah kalau begitu", berlari dengan menarik tangan Ito.
Sesampainya di Kafe, mereka memesan makanan. Mereka mengobrol asyik tentang kejadian yang mereka alami tadi sambil menunggu makanan mereka datang. Tak lupa Ito sesekali melihat sekeliling Kafe itu sambil mendengarkan Kiara yang asyik menceritakan karyanya yang akan terbit.
Ito tanpa sengaja melihat sosok pria dewasa yang duduk sendirian dipojok ruangan. Kalau dilihat dari pandangannya, penampilan pria tersebut seperti karyawan kantor yang sudah mapan. Ito sekilas berpikir tentang kebahagiaan tantenya. "Andai saja, tante tidak merawatku pasti dia sudah memiliki pasangan sekarang" batin Ito dengan sedih.
Kiara tanpa sengaja melihat ekspresi sedih yang ditunjuk oleh Ito secara tiba-tiba.
"Kamu kenapa, to?", Kiara menggenggam tangan Ito dengan khawatir.
Sontak Ito tersadar dari lamunannya, "Eh...., e...eng...enggak kenapa-kenapa kok, Tan...hehehe...".
"Bocah ini, sekarang pandai menyembunyikan perasaannya", batin Kiara yang menaruh curiga.
__ADS_1