Suami Untuk Tante

Suami Untuk Tante
Dia tanteku?


__ADS_3

Saat Ito menangis di depan batu nisan ke dua orang tuanya, tiba-tiba dari belakang ada seorang gadis muda yang memeluknya dengan erat. Gadis itu masih menggunakan seragam SMAnya. Dia menangis sesegukan sambil memeluk Ito dengan erat. Gadis itu berkata kepada ito,


"Ito, Jangan menangis....Ayo, kita pulang". Sambil mengusap air mata Ito, gadis itu tersenyum lembut walau memahan air matanya yang sudah hampir jatuh lagi.


Ito hanya diam dan heran, melihat wajah gadis SMA itu. Entah bagaimana, perasaan Ito menjadi tenang. Ia juga menuruti perkataan gadis itu. Di jalan pulang itu, gadis itu sama sekali tidak pernah melepaskan tangan Ito. Dia selalu menjaga Ito dengan baik dan bercerita banyak hal. " Kakak ini cerewet dan berisik sekali", Batin Ito di dalam hati. Setelah Ito dan gadis itu sampai di rumah, seluruh keluarga besar Ito terkejut. Bukan karena melihat Ito, melainkan melihat gadis itu.


"Untuk apa kau ke sini, Kiara?", salah satu dari keluarga besar Ito yang menyapa dengan nada yang sinis. Batin Ito, "O...nama kakak ini Kiara", dengan wajah yang masih sedih, Ito memandangi gadis Itu. Sambil menggenggam tangan Ito gadis itu menjawab pertanyaan yang dilontarkan tadi, "Aku kesini untuk melihat keponakanku Ito!", dengan nada kesal Kiara menjawab.


Saat mendengar perkataan Kiara yang tidak lain adalah tantenya, Ito sangat terkejut dengan kata "Keponakaku". Ito sama sekali tidak tahu kalau dia punya Tante yang begitu muda dan sangat cantik. Bahkan selama ini ayah dan ibu Ito tidak pernah menceritakan keberadaan tantenya itu. Ito semakin tak mengerti dengan masalah yang baru saja dihadapinya. Ia semakin bingung dengan yang dipikirkannya. Dia menggelengkan kepalanya supaya masalah yang dihadapi sekarang hilang dari pikirannya. Tiba-tiba suara ketukan pintu memecahkan pemikiran Ito.


"Siapa?", tanya Ito dibalik pintu. "Ini aku, tantemu, Kiara", dengan suara lembut di luar kamar, perlahan Ito membuka pintu kamarnya dan mempersilahkan tantenya masuk. Tante Kiaralah orang pertama yang masuk kamarnya setelah kedua orang tua Ito tiada. Dengan mata sendu, Tante Kiara menanyakan keadaan Ito.

__ADS_1


"Ito, bagaimana keadaanmu?", menatap dan sambil memegang wajah Ito yang masih memancarkan kesedihan di raut wajahnya.


Ito tak menjawab pertanyaannya tantenya itu. Tiba-tiba tante Kiara memeluk Ito dengan erat. "Jangan sedih lagi Ito, tante berjanji, mulai sekarang aku yang akan menjaga dan melindungimu", Tante Kiara berkata sambil menangis.


Ito terkejut dengan ucapan tantenya itu, sehingga jatuhlah air mata Ito yang dari awal dia tahan. Malam itu, Ito tertidur dengan lelap dipelukan tantenya. Hari sudah pagi, Ito terbangun dari tidurnya. Saat ia terbangun, ia mencari sosok tantenya yang membuat dia tidur dengan nyenyak tanpa mimpi buruk.


"Kau sudah bangun Ito?", tanya Tante sambil memakai celemek yang kala itu akan memasak sarapan pagi.


"Hmm", Jawab Ito secara singkat.


"Aku ingin makan nasi goreng tante", jawab Ito dengan nada pelan.

__ADS_1


"Oke, tante buatin dulu ya". Sahut tante Kiara sambil mempersiapkan bahan -bahan nasi goreng.


Ito meminta tantenya membuatkan sarapan nasi goreng karena ada alasannya tertentu. Yaitu, dia ingin mengenang saat pagi hari terakhir kalinya ibu Ito membuatkan sarapan nasi goreng.


"Nasi goreng sudah siap!", sapa tante Kiara yang begitu riang saat menghidangkan nasi goreng buatannya kepada Ito.


Ito terkejut saat nasi goreng yang disajikan itu mirip buatan ibunya. Ito tiba-tiba menangis, dan sontak saja membuat tante Kiara sangat kaget.


"Kenapa Ito menangis, apakah masakan tante kurang enak, atau tante menyakiti hatimu?", "tanya Tante Kiara yang begitu mengkhawatirkan Ito.


"Ti...tidak tante", jawab Ito sambil menghapus air matanya.

__ADS_1


"Ito hanya teringat nasi goreng buatan ibu, mirip sekali dengan buatan tante". lanjut Ito.


Tante Kiara langsung memeluk Ito tanpa berkata apa-apa.


__ADS_2