
"Karena Ito sudah duduk bersama kita, sebaiknya kita segera makan karena nanti makan malamnya keburu dingin" Ucap Arasel sambil mempersilahkan semuanya untuk makan.
Saat makan malam berlangsung, Selly dan Noura membuat rencana untuk menghancurkan kebersamaan mereka.
"Wah...wah...wah...di sini pelayan dan majikan benar-benar sederajat ya?" Ejek Selly yang baru saja datang dari luar.
Sontak Andi dan Rin begitu sangat kaget dengan kalimat yang ditelaah dilontarkan Selly itu.
"Maaf, tuan dan nyonya saya dan adik saya memang tidak pantas duduk bersama kalian". Ucap Andi dengan raut wajah sedih begitu pula Rin. Mereka merasa direndahkan dengan kata-kata yang telah dilontarkan Selly.
"Braaaak!!!" suara gebrakan meja
"Memangnya kenapa?...kenapa nenek merendahkan orang yang telah berjasa di rumah ini?!...memangnya nenek punya hak bicara seperti itu?!..Memangnya nenek tuan rumah di sini?...Pernahkah nenek berjasa sama om Arasel?...Lihatlah..nenek itu seperti apa?...jangan suka merendahkan orang lain!" Ucap Ito yang sangat geram dengan perkataan Selly. Ito sangat tidak tahan dengan sikap orang yang senang merendahkan orang lain.
"Plaaaak" Suara tamparan yang melayang di pipi Ito.
Karena marah dengan perkataan Ito, Noura menampar pipi Ito sangat keras. Arasel yang melihat perbuatan Noura sangat marah. Sedang Kiara langsung menghampiri Ito.
"Keluar!!!" Ucap Arasel dengan menahan kemarahannya.
__ADS_1
"Kau menyuruh kami keluar Arasel?..." Tanya Selly dengan ketus.
"Iya...Orang yang tidak menghargai tuan rumahnya tidak berhak berada di sini...keluar!!!" Bentak Arasel yang mulai tidak bisa menahan amarahnya lagi.
"Suamiku, tenanglah" Ucap Kiara
"Saat ini aku tidak bisa tenang Kiara...Mereka tidak bisa semena-mena di sini....Kesabaranku sudah habis!" Tandas Arasel
Melihat sikap Arasel yang begitu marah buat Noura dan Selly sangat takut hingga merekapun langsung pergi meninggalkan ruangan tersebut.
"Maaf, om...Tante...aku pergi ke kamar dulu" Ucap Ito yang sudah tidak napsu makan lagi. Ia segera pergi tanpa menghiraukan Andi dan Rin.
"Ma...ma..afkan a..ku..kak... tidak semestinya aku datang ke sini" Ucap Rin kepada Andi dengan nada yang sangat sedih.
"Ini bukan salahmu Rin ...janganlah menyalahkan dirimu" Ucap Arasel sambil memegang kepala Rin.
"T-tuan bolehkah aku bertemu dengan tuan Ito?" Ucap Rin kepada Arasel
"Pergilah" Ucap Arasel
__ADS_1
"K-kak, apakah di dapur ada es batu?" Tanya Rin sambil menarik lengan baju kakaknya.
"Buat apa kamu meminta es batu, Rin?" Tanya Andi yang penasaran dengan perilaku adiknya.
"I-itu..u-untuk mengompres.....luka tuan Ito" Jawab Rin dengan malu sambil menunjuk pipinya.
Arasel, Kiara dan Andi tersenyum dengan sikap Rin yang tersipu malu. Setelah mendapatkan es batu yang Rin minta, ia segera diantar Andi menuju kamar Ito.
"Bersikaplah baik terhadap tuan Ito" pinta Andi terhadap adiknya itu.
"Iya, kak...aku tahu apa yang harus ku lakuan" Ucap Rin
"Bagus, kalau begitu" Ucap Andi sambil tersenyum bahagia.
'Tok..tok...tok...tok'
Suara ketukan pintu terdengar di kamar Ito.
--------------
__ADS_1
Maaf banget ya...gara2 Authornya sibuk banget mengerjakan pekerjaan kantor jadi jarang sekali up-nya...baru kali ini bisa up...hehehe