Suami Untuk Tante

Suami Untuk Tante
Om yang Keren


__ADS_3

Hari sudah menjelang senja, akhirnya Ito dan Kiara sampai di rumah. Sesudah mandi, mereka berkumpul di ruang keluarga.


"Tante", kata Ito


"Hmm", sahut Kiara sambil menempelkan masker diwajahnya.


"Tante, dah punya pacar belum?", Ito yang masih menatap layar kaca yang di tontonnya.


"Ke...ke..kenapa kamu tanya begitu, Ito?", balas Kiara sambil memukul punggung Ito dengan malu.


"Apa karena tante nggak laku ya?", ledek Ito.


"Sembarangan....gini-gini ma, tante banyak yang naksir tahu!!!", Kiara dengan wajah manyunnya.


"ha-ha-ha.....Tante kepedean deh", ejek Ito.


"Kamu aja yang ngak lihat pesonanya tante", sahut Kiara sambil meminum teh hangatnya.


"Kalau begitu, bawain Ito Om donk", dengan muka polosnya.


Kiara langsung kaget dan tersedak mendengar perkataan Ito tadi. "uhuuk.. uhuuk...".

__ADS_1


"Tante nggak apa-apa kan?", Ito khawatir.


"Nggak apa-apa... uhuuk... uhuuk...Tante hanya kaget aja mendengar perkataanmu", jawab Kiara


"Aku kan juga ingin tante bahagia bersama seseorang yang dicintai", kata Ito kepada Kiara dengan wajah seriusnya.


Kiara sebetulnya paham benar yang dikatakan Ito, tapi Kiara berlagak bodoh dihadapan ponakannya itu.


"Trus, maksudmu selama ini tante nggak bahagia dengan orang yang ada di samping tante ini...yang paling tante cintai?", sambil mencubit kedua pipi Ito.


"Aaaduuuuh...duuuh... duuuh....sakit tante....itu ma beda lagi ceritanya", memegang pipi Ito yang sakit dicubit tantenya.


"Kalau kamu ingin seorang Om,....ya udah....sana cariin Om yang keren buat tante", canda Kiara kepada ponakannya itu.


Kiara yang mendengar celoteh ponakannya itu hanya bisa tersenyum bahagia. Sama seperti seorang ibu, kebahagiaan Kiara adalah melihat Ito tumbuh menjadi pria mandiri dan sukses.


Hari libur


Karena Kiara sibuk dengan deadlinenya, Ito berniat untuk mencari pekerjaan di hari liburnya. Dia pamit kepada Kiara pergi main ke rumah temannya sampai malam. Karena tidak ingin membuat khawatir Kiara, makanya dia berbohong. Kalau Ito jujur kepada Kiara, pasti tantenya menolak dan tidak memperbolehkan dia bekerja. Ito ingin mandiri dan mencari uang sendiri untuk biaya kuliahnya kelak. Karena sebentar lagi Ito akan lulus dari SMA. Maka untuk itu, Ito tidak ingin merepotkan tantenya lagi. Selama berjam-jam Ito mencari pekerjaan, akhirnya dia beristirahat di Kafe yang terakhir kali didatanginya bersama Kiara.


"Ternyata susah banget cari pekerjaan untuk anak seusiaku", keluh Ito dalam hati sambil menghela nafas.

__ADS_1


Sambil menikmati es cappucino, Ito tiba-tiba melihat pria dewasa yang duduk di pojok ruangan itu lagi, yang terakhir kali dia lihat di Kafe ini kemarin.


"Andai saja, pria itu jadi om'ku", batin Ito.


Pria dewasa itu tiba-tiba melihat Ito dengan tatapan yang tidak senang. Ya jelas lah tidak senang, soalnya dari tadi Ito memperhatikan pria itu terus. Dengan cepat Ito memalingkan wajahnya, dan langsung melihat koran yang ada berita lowongan pekerjaan. Pria dengan setelah jas berwarna hitam dan berpenampilan bak model itu segera berdiri dan pergi meninggalkan Kafe itu.


Menjelang sore


Hari menjelang sore, Ito pun pulang dengan badan yang sudah letih. Di perjalanan pulang itu, Ito melewati sebuah gang kecil yang sepi. Tiba-tiba di ujung jalan tersebut ada segerombolan preman. Ito dihadang oleh preman itu.


"Hai bocah, mana duitmu?!!", kata Preman itu sambil menarik Krah baju Ito.


"Aku ngak punya uang bang!!", jawab Ito ketus sambil menyingkirkan tangan preman yang mencengkeram Krah bajunya.


"Dasar bocah, Kamu berani sama aku!!!!", bentak preman itu.


Bruuuuk....Preman itu jatuh karena dipukul Ito. Dia marah karena perlakuan preman itu terhadapnya. Karena tidak terima akan pukulan Ito, Preman itu, secara bersama-sama mengeroyok Ito secara brutal.


___


Gimana nasib Ito ya?

__ADS_1


Beri Komentar dan Like ya...😁😁😁😘


__ADS_2