
Saat berada di dalam mobil Kiara menjadi gugup. Detak jantung Kiara menjadi tidak karuan. Tangannya selalu memegang erat sabuk pengaman yang menempel di dadanya. Wajahnya menjadi merah ketika di sampingnya duduk seorang pria yang begitu tampan seperti karakter dalam komik. Ini pertama kalinya ada seorang pria yang begitu baik kepadanya.
Di sisi lain Arasel terus mencuri pandang. Ia melihat wajah kiara yang begitu anggun dan cantik walau memakai baju biasa. Apalagi saat ini wajahnya begitu merah merona membuat dada Arasel berdetak kencang. Karena keadaan semakin canggung, Arasel menepikan mobilnya ke sebuah mini marker.
"Kau tunggu di sini sebentar, aku akan beli sesuatu" Ucap Arasel sambil membuka pintu mobilnya.
"B-ba...baik tuan" Jawab Kiara dengan gugup.
Setelah Arasel menjauh dari mobilnya, Kiara langsung menyentuh kedua pipinya. Ia merasa malu dengan apa yang sedang terjadi sekarang. Karena selama hidupnya, dia tak pernah mengalami perasaan yang begitu mendebarkan. Untuk menenangkan jantungnya yang berdebar-debar, Kiara keluar dari mobil untuk menghirup udara segar.
Dari jauh, tiba-tiba seseorang memanggil nama Kiara. Kiara menengkok sambil mencari sumber suara tersebut. Dilihatnya seorang laki-laki memakai kemeja putih dengan penampilan yang menawan. Laki-laki tersebut menghampiri Kiara sambil tersenyum kepadanya. Ternyata lelaki tersebut adalah kakak senior Kiara waktu SMA dulu.
"Hai, Kiara...lama tak jumpa...bagaimana kabarmu?. Tanya kakak senior.
"B..ba..baik, kak". Jawab Kiara dengan gugup. Kiara tak menyangka akan bertemu kakak seniornya yang dia kagumi dulu.
"Kakak juga gimana kabarnya?". Tanya Kiara sambil tersenyum.
"Aku baik, kiara". Jawab kakak senior
__ADS_1
"O iya, kamu ke sini sendirian ya?". Tanya kakak senior lagi.
"Ti..tidak, kak....A..a..aku ke sini de..de..ngan...". Jawab Kiara dengan gugup dan malu ketika dia membayangkan Arasel.
"Ooo....aku tahu, kamu ke sini dengan pacarmu ya?". Goda kakak senior sampai membuat wajah Kiara semakin memerah.
"B-bu..bukan, kak....di....dia bukan pacarku". jawab Kiara dengan memegang pipinya yang merona.
"Ha-ha-ha...kalau bukan pacarmu kenapa wajahmu merah seperti udang rebus gitu?". Goda kakak senior lagi.
"Aaaahg...kakak senior jangan menggodaku terus dong?". Pinta Kiara sambil menepuk lengan kakak senior.
"Iya...iya..ha-ha-ha". Tawa kakak senior melihat tingkah Kiara yang begitu lucu.
"Selamat bersenang-senang dengan pacarmu ya Kiara". Kakak senior yang tiba-tiba berbisik di telinga Kiara.
Kiara sangat malu dan terpaku dengan ucapan kakak seniornya. Kiara malah semakin menjadi gugup. Dia tidak tahu harus bersikap bagaimana nanti ketika berduaan dengan Arasel.
Dari dalam mini market, Arasel melihat Kiara yang sedari tadi ngobrol dengan seorang lelaki yang kelihatannya begitu akrab sekali dengan Kiara. Arasel begitu kesal melihat kedekatan mereka. Di dalam hati Arasel seperti ada api yang berkobar-kobar. Dia sungguh tidak rela kalau Kiara berdekatan dengan laki-laki lain.
__ADS_1
"Kenapa dihadapanku Kiara tidak bersikap seperti itu?". Tanya Arasel dalam hati.
Arasel begitu marah karena Kiara begitu mudahnya berbicara dan menunjukan wajah malu-malunya kepada laki-laki lain.
Kiara melihat Arasel keluar dari mini market. Dengan tidak melepas pandangannya, Kiara merasa ada yang aneh dengan tatapan mata Arasel. Ia merasa ada kemarahan yang terpendam dari raut wajahnya yang dingin itu. Kiara sedikit takut dengan tatapan Arasel tersebut.
"Ada apa ya dengan tuan Arasel?..tatapan matanya begitu menakutkan". Batin Kiara dengan sedikit takut.
---------
Ini gambar Karakter Arasel dan Kiara yang ku buat sendiri. Untuk gambar karakternya Ito dan Andi menyusul....hehehe
Nama: Arasel Michaelis
Umur: 36 tahun
Nama: Kiara Maranatha
__ADS_1
Umur: 25 tahun