
"Hmmm...Sekarang aku mengerti dengan apa yang terjadi kemarin". Ucap Arasel sambil melihat keluar jendela.
"Jika Ayahku menyayangi tante Kiara, kenapa ayah tidak menyuruh tante untuk tinggal bersamaku sejak dulu...kenapa mereka tidak pernah bercerita padaku tentang keberadaan tante". Ito sangat kecewa dan marah saat mengetahui semua kenyataan tentang masa lalu Kiara saat mendengar percakapan Arasel dan Andi.
Sontak Arasel dan Andi kaget dengan kedatangan Ito. Arasel terdiam dan berjalan menuju Ito.
"Ito, mungkin orang tuamu punya alasan tersendiri kenapa mereka tidak menceritakan kepadamu". Arasel mencoba menenangkan Ito sambil mengelus kepala.
"Tapi om, ini tidak adil bagi tante Kiara". Tegas Ito sambil menundukkan kepalanya. Ia begitu sedih dengan apa yang terjadi pada Kiara.
"Memang tidak adil, Ito...Tapi kita jangan melihat masa lalu lagi...Kita harus bisa mengubah masa depan kita menjadi lebih baik". Arasel juga merasakan kesedihan yang dirasakan Ito.
__ADS_1
Selama ini Arasel merasa hidupnya itu menyedihkan tetapi ia menyadari bahwa ada yang lebih menyedihkan dibandingkan dirinya. Arasel berjanji pada dirinya sendiri bahwa akan melindungi Kiara dan Ito.
Saat Arasel berjalan menuju kamarnya, ia melihat Kiara yang sedang melamun di dekat jendela. Wajah Kiara yang kala itu memancarkan kesedihan membuat Arasel ingin sekali memeluknya. Mata Arasel membulat ketika butiran air mata Kiara jatuh membasahi pipinya. Arasel melangkah mendekati Kiara dan menarik tangannya lalu memeluknya dengan erat.
"Menangislah jika kau ingin menangis...Di sini tak ada yang melarangmu untuk menangis..menangislah sepuasmu supaya bebanmu menjadi sedikit berkurang". Pelukan Arasel membuat Kiara menangis hingga sesenggukan.
Kiara tanpa sadar membalas pelukan Arasel dengan erat. Ia menyandarkan kepalanya di dada bidang Arasel. Dada Arasel begitu nyaman sehingga Kiara enggan melepaskannya.
"Sayang kali..kebersamaan mereka sebentar lagi akan berakhir karena besok tante mengajakku segera pulang ke rumah". Ucap Ito dengan sedih.
"A...apa?!". Andi sangat kaget dengan perkataan yang telah dilontarkan Ito kepada dirinya.
__ADS_1
"Bagaimana caraku untuk membuat mereka sering bertemu?". Ito menghela nafas panjang. Dia berpikir keras supaya Kiara dan Arasel semakin dekat dan saling mencintai satu sama lain.
"Tuan Ito ingin mencari pekerjaan bukan?...Kenapa tuan tidak magang saja di perusahaan tuan Arasel?". Tanya Andi sambil tersenyum pada Ito.
"Tapi aku kan baru lulus SMA, apakah aku boleh masuk diperusahaannya om Arasel?..Apakah aku bisa, kak Andi?". Jawab Ito dengan ragu.
"Kenapa tuan tidak mencobanya sendiri?!...Siapa tahu perusahaan membutuhkan orang seperti tuan". Andi merasa yakin dengan kemampuan Ito. Karena selama ini Andi selalu memperhatikan kegiatan Ito yaitu membaca buku-buku tentang management dan tentang perkembangan perusahaan yang ada di ruang baca Arasel.
Di sisi lain, Kiara dan Arasel melepaskan pelukannya. Dan Arasel menggandeng Kiara menuju kesebuah taman di halaman rumahnya. Ia berniat ingin mengungkapkan perasaannya kepada Kiara tapi tiba-tiba terdengar suara telepon dari dalam saku Arasel.
"S*al sekali sih!". Umpat Arasel dalam hati.
__ADS_1
Arasel mengangkat telepon tersebut. Dan tiba-tiba wajah Arasel menjadi sangat kesal dan marah setelah menerima telepon tersebut. Kiara sebenarnya sangat ingin tahu dan ingin bertanya kepada Arasel, tetapi Kiara mengurungkan niatnya.