
Pagi Hari
--------------
Pagi ini, Kiara bangun sangat pagi. Kiara berencana untuk membuat sarapan untuk Arasel. Dia ingin membalas kebaikan Arasel karena telah menyelamatkan Ito. Setelah keluar dari kamar tamu, kiara menuruni tangga dan bertemu dengan seorang pelayan yang sedang membersihkan ruang tamu.
"Bi, bisakah mengantarkanku ke dapur?", tanya Kiara.
"Tentu saja nona". Pelayan itu membawa Kiara ke dapur.
Kiara meminta izin kepada pelayan itu untuk menggunakan dapur, dan bertanya beberapa menu makanan kesukaan Arasel. Setelah mendengar penjelasan bibi tentang makanan kesukaan Arasel, Kiara menjadi bingung. Karena ia belum pernah mendengarkan nama makanan yang disebutkan pelayan itu. Untuk itu dia memutuskan masakan yang dia masak setiap pagi sebelum berangkat kerja. Maka dengan segera Kiara menyiapkan bahan-bahan dan mulai memasak.
"Bau masakan ini harum sekali. Tidak biasanya bibi memasak seharum ini", Arasel yang turun dari tangga.
Dengan pakaian serba hitam, Arasel menuju ke ruang makan. Dia menghentikan langkahnya dan terkejut melihat Kiara yang sedang menata makanan di meja makan. Dari jauh, Arasel terus memandang Kiara tanpa berkedip.
Dengan balutan baju terusan yang berwarna biru muda dan ditambah menggunakan celemek berenda, Kiara memancarkan sosok keibuannya. Jantung Arasel mulai berdegup dengan kencang. Dia memegang dadanya, dan kemudian memukul-mukul dada itu supaya tenang. Tetapi percuma saja jantung Arasel malah semakin kencang.
"Kenapa dia begitu cantik?"..Batin Arasel
__ADS_1
Kiara tanpa sadar melihat Arasel berdiri diujung lorong yang mengarah ke ruang makan. Kiara menghampiri Arasel dan memegang lengannya. Dengan semangat, Kiara menarik lengan dan menyuruhnya duduk. Kiara begitu lihai saat menyiapkan makanan untuk Arasel.
Arasel begitu bahagia saat yang menghidangkan sarapannya adalah Kiara. Kiara seperti seorang istri yang melayani suaminya.
"Haah...kenapa aku melihat pemandangan ini seperti melihat ayah dan ibuku sendiri". Ito yang melihat Kiara dan Arasel dari lantai atas.
"Kalau bergitu kenapa tuan Ito tidak tinggal di sini lebih lama lagi. Supaya tuan Arasel dan nona Kiara lebih dekat satu sama lain?". Tanya Andi yang mendengar gumaman Ito tersebut.
"Ide bagus kak Andi!!". Seru Ito dengan semangat.
" Tapi...apakah tanteku itu akan setuju?...selama ini dia tidak ingin merepotkan siapapun". Tambah Ito.
"Kak Andi, idemu sangat cemerlang". Senyum lebar di wajah Ito
Dengan kerja sama yang bagus dan rencana yang matang, Andi dan Ito mulai menjalankan rencana mereka tersebut.
Sementara di ruang makan, Kiara masih sibuk menyiapkan makanan untuk Ito. Setelah selesai, Kiara naik ke lantai atas dengan membawa sarapan untuk keponakannya itu. Dengan duduk tenang Arasel mencicipi sarapanya. Arasel terkejut dengan rasa masakan yang meleleh di mulutnya. Begitu lezat sampai-sampai Arasel makan dengan lahapnya. Dia baru pertama kali merasakan sarapan yang sangat sederhana tapi begitu menggugah selera.
"Bibi, siapa yang memasak sarapan ini?". Tanya Arasel
__ADS_1
"Nona Kiara, tuan". Jawab pelayan Arasel
Arasel sangat kagum dengan keahlian masaknya. Tanpa sadar Arasel mengembangkan senyumnya. Dia sangat bahagia dengan keberadaan Kiara.
Setelah selesai makan, Arasel menyempatkan dirinya menjenguk Ito di kamarnya. Saat hendak masuk, Arasel melihat Ito yang sedang disuapi oleh Kiara.
"Sungguh beruntungnya Ito memiliki Kiara yang begitu menyayanginya". Batin Arasel sambil menyentuh dadanya yang mulai berdenyut.
"Kenapa...kenapa perasaan ini membuatku tidak nyaman?...ada apa denganku?...kenapa aku menjadi seperti ini?...". Arasel terus bertanya-tanya dalam hatinya.
Arasel membalikkan badannya dan hendak pergi meninggalkan mereka. Tiba-tiba Ito teriak merintih kesakitan. Arasel yang mendengar teriakan Ito langsung membuka pintu kamar tersebut.
"Apa yang terjadi?". Tanya Arasel dengan khawatir.
------------
Semoga kalian tambah suka...hehehe
Maaf kalau banyak ketikan yang salah...🙏🙏🙏
__ADS_1