Suami Untuk Tante

Suami Untuk Tante
Meredam amarah


__ADS_3

Arasel sudah bisa menebak siapa yang telah mengetuk pintu kamarnya. Selly mengetuk kamar Arasel dengan sangat keras, hingga suaranya begitu keras di telinga. Dari luar kamar Selly berteriak memanggil Kiara.


" Kiara, cepat bangun!". Teriak Selly yang menggedor-gedor pintu kamar Arasel dari luar.


Beberapa kali Selly menggedor-gedor pintu hingga Kiarapun terbangun dari tidurnya. Ketika Kiara bangun dia melihat Arasel yang sedang duduk di sampingnya dengan posisi membelakangi Kiara. Arasel menatap tajam ke arah pintu kamarnya.


"T-tuan sudah datang?...Kenapa tidak membangunkanku?". Ucap Kiara sambil memgusap matanya.


"Stttt....". Jari Arasel langsung menyentuh bibir Kiara. Seketika Kiara sangat kaget dan wajahnya langsung merah.


"Kiara cepat bangun!...Kalau tidak pintu ini aku dobrak". Ucap Selly yang begitu marah dari balik pintu.


Arasel menyuruh Kiara untuk membuka pintu. Lalu Arasel bersembunyi di dalam kamarnya. Selly yang tidak tahu bahwa Arasel sudah pulang dari pekerjaannya, tetap bersikap buruk terhadap Kiara. Ternyata bukan hanya Selly yang berada di depan kamar Arasel, melainkan Noura juga ikut bersikap buruk terhadap Kiara.


"Tolong, buatkan kami makanan...Kami lapar!". Noura memerintah Kiara seperti seorang majikan menyuruh pelayannya


"Tapi, di dapur ada pelayan yang bisa membuatkan makanan untuk kalian". Ucap Kiara yang masih terlihat kelelahan karena seharian Selly dan Noura selalu memerintahnya seperti pelayan.

__ADS_1


"Apa katamu..Kami hanya ingin kamu yang melakukannya Kiara!". Bentak Selly sambil menjambak rambut panjang Kiara.


"Aduh, bi...S-sakit". Rintih Kiara


"Jangan kamu pikir kamu adalah nyonya di rumah ini...Kamu itu tidak pantas menjadi nyonya Arasel...Yang pantas menjadi nyonya di sini adalah Noura...Bagi kami kau hanya seorang pelayan di rumah ini tidak lebih". Ucap Selly yang masih menjambak rambut Kiara.


"Tenang, bi...Aku akan menaklukan Arasel dengan cara apapun...walau menggunakan cara kotor sekalipun aku akan melakukannya...agar dia menjadi milikiku..karena dia lebih pantas denganku". Ucap Noura dengan penuh kesombongan.


"Dengarkan itu, Kiara!". Ucap Selly dengan menghempaskan tubuh Kiara hingga hampir terjatuh.


Arasel yang mendengar dan melihat sediri perlakuan Selly dan Noura terhadap Kiara, membuat dirinya sangat marah. Tapi dia harus menahan amarahnya. Karena Ia ingin sekali memberikan pelajaran kepada bibi itu hingga bibinya jera dan tak bisa mengusik kehidupan Arasel lagi.


Selly dan Noura begitu terkejut dengan kedatangan Arasel dari dalam kamarnya. Mereka sangat ketakutan dengan perbuatan yang baru saja mereka lakukan terhadap Kiara.


"Bagaimana ini, apakah Arasel sudah mendengar dan melihat kejadian tadi?". Tanya Selly dalam hati.


Lalu Selly mencoba memastikan kejadian tersebut telah didengar oleh Arasel atau tidak dengan cara berdalih kalau ia hanya ingin minta bantuan kepada Kiara.

__ADS_1


"B-be..gini...Kami hanya ingin meminta bantuan Kiara untuk mengajari kami memasak sayur yang lezat besok ...be..benarkan Kiara?". Ucap Selly dengan gugup.


Kiara yang tidak ingin melihat Arasel marah segera mengiyakan apa yang dikatakan Selly. Walaupun Kiara sudah tahu dan yakin bahwa Arasel telah mendengar dan melihat sendiri perlakuan kedua wanita licik tersebut terhadapnya.


"Hmmm...benarkah, kalau begitu baguslah". Ucap Arasel yang tiba-tiba mendekat dan memeluk Kiara.


"Kalau begitu...Ayo sayang lanjutin tidur lagi...Aku capek sekali nih". Ucap Arasel kepada Kiara sambil memeluk mesra.


Kiara hanya menganggukan kepalanya dan hanya diam saja sebab wajahnya memerah seperti udang rebus saat ini. Yang tambah membuat Kiara lebih malu lagi adalah Arasel memeluknya tanpa menggunakan baju.


Selly dan Noura yang melihat kemesraan antara Arasel dan Kiara begitu geram. Sehingga Mereka langsung meninggalkan kamar Arasel. Setelah Selly dan Noura pergi, Arasel memukulkan tangannya ketembok. Kiara yang melihat sikap Arasel begitu marah hanya bisa menatapnya dengan sedih.


"Dasar Brengsek!!... Aku tak akan memaafkan mereka!". Umpat Arasel yang begitu marah dengan semua yang iya lihat malam ini.


"T-tuan, kamu harus bersabar dengan semua ini...Semua pasti baik-baik saja". Ucap Kiara sambil meredam kemarahan Arasel.


"Bagaimana aku bisa tenang melihat kamu yang diperlakukan begitu buruk oleh mereka?". Tanya Arasel sambil memegang wajah Kiara dan menatapnya kedua matanya dalam-dalam.

__ADS_1


"Aku tidak masalah, tuan...Asalkan aku bisa membantu tuan, seberat apapun pasti akan kulakukan...Kau sudah menyelamatkan Ito, mungkin dengan cara seperti ini aku dapat membalas kebaikan tuan". Ucap Kiara wajah yang tersipu malu.


Arasel yang mendengar perkataan Kiara dan melihat wajahnya yang tersipu malu, membuat dirinya semakin menginginkan Kiara menjadi miliknya. Kiara sangat terkejut saat bibir Arasel menyentuh bibirnya. Arasel mencium Kiara dengan lembut sehingga Kiarapun membalas ciuman Arasel. Kiara begitu menikmati ciuman yang telah diberikan Arasel kepadanya.


__ADS_2