
'Tok..tok...tok...tok'
Suara ketukan pintu terdengar di kamar Ito. Tapi Ito tak kunjung membukakan pintu tersebut.
Akhirnya dengan mengumpulkan segala keberaniannya, Rin pun memberanikan dirinya untuk masuk ke kamar Ito yang ternyata tak terkunci. Sebenarnya Rin adalah wanita yang sangat penakut terhadap laki-laki. Tetapi karena ingin membalas kebaikan Ito yang telah membela dirinya dan kakaknya, dia pun bertekad untuk mengucapkan terima kasih ke pada Ito.
Setelah masuk ke kamar Ito, Rin melihat Ito yang sedang berbaring di kasur dengan lengannya menutupi kedua matanya.
"T-tu-tuan....a-pakah sudah tidur?" Ucap Rin dengan rasa takut yang ditahannya.
Mendengar suara Rin yang begitu tidak asing, Ito segera bangun dari tempat tidurnya. matanya terbelalak ketika Ia melihat ada seorang perempuan di depannya.
"K-kau...kenapa kau masuk ke kamarku?...cepat pergi...aku ingin sendirian saat ini" Bentak Ito dengan ketus
"M-ma..maafkan...a-ku...t-tuan...aku tak bermaksud untuk mengganggu tuan Ito. Aku hanya ingin menyerahkan ini untuk luka memar tuan" Ucap Rin yang langsung meletakkan kompres tersebut di samping Ito dan bergegas pergi.
Setelah Rin pergi, Ito melihat dan mengambil kompres tersebut kemudian menggunakannya untuk menyeka bekas tamparan yang dipipinya.
'Haah...apa yang sudah kulakukan pada gadis tadi...padahal ia bermaksud baik, kenapa aku malah ketus terhadapnya!!" sesal Ito dalam batinnya.
Selang beberapa saat Kiara masuk ke kamar Ito. Dan menanyakan sesuatu yang membuat Ito terkejut dengan perkataan tantenya itu.
__ADS_1
"Ito, apa yang kamu lakukan kepada Rin?". Tanya Kiara yang penasaran.
"Memangnya apa yang aku lakukan?...aku tidak melakukan apa-apa?" jawab Ito dengan agak kesal dengan pertanyaan yang dilontarkan Kiara.
"Terus kenapa Rin menangis saat keluar dari kamarmu?" Tanya Kiara sambil mencubit pipi Ito.
"A...a...a..duu..duuh....sakit Tante" Teriak Ito kesakitan.
"Pipi Ito kan masih memar tante, nanti klo tambah memar lagi gimana?" Ucap Ito sambil merintih kesakitan.
"Biarin tambah memar...ini hukuman karena kamu membuat Rin menangis" ejek Kiara
"Hmm...Tanpa sepengetahuan Rin, tante melihat ia menangis ketika keluar dari kamarmu" ucap Kiara yang terlihat begitu sedih.
"Maaf, tante...Aku tidak bermaksud untuk membentak dan menyakiti dia tadi...Karena aku masih emosi jadi aku tidak sengaja melakukan hal yang menyakitkan baginya" Ucap Ito yang sangat menyesal dengan perbuatannya tadi.
"Kenapa kau meminta maaf pada Tante?...seharusnya permintaan maaf mu itu kamu tujukan ke Rin yang sudah perhatian sama kamu" Ucap Kiara sambil memeluk keponakannya itu.
"A-a..apa maksud tante?..P-perhatian?"Tanya Ito yang kebingungan.
"Jadi setelah kamu ke kamar, Rin meminta es batu, katanya itu untuk memar di pipimu" ucap Kiara sambil mengusap pipi Ito.
__ADS_1
"Baiklah, Tante....aku akan meminta maaf kepadanya sekarang juga" ucap Ito
"Bagus..ini baru keponakan Tante yang bertanggung jawab" Kiara sangat senang dengan ucapan Ito.
Ito yang ingin meminta maaf pada Rin, segera mencari keberadaanya. Sampai pada akhirnya ia bertemu dengan Andi yang tidak lain adalah kakaknya Rin.
"Kak Andi..."panggil Ito sambil ngos-ngosan
"Ya, Tuan Ito?..." jawab Andi
"Apa kak Andi tahu dimana Rin?". Tanya Ito yang memegang kedua pundak Andi
"Rin, baru saja pulang, tuan" Ucap Andi
"Dimana rumah Rin kak, kumohon beritahu aku" tanya Ito yang tidak sabaran
"Tunggu, tuan...untuk apa tuan mencari Rin?..Apakah adik saya membuat masalah dengan anda, tuan?" tanya Andi yang penasaran
---------------------------------
Maaf banget ya, Authornya telat banget untuk update nih....🙇🙇🙇🙇
__ADS_1