Suami Untuk Tante

Suami Untuk Tante
Rumah Andi


__ADS_3

"Tunggu, tuan...untuk apa tuan mencari Rin?..Apakah adik saya membuat masalah dengan anda, tuan?" tanya Andi yang penasaran.


"T-tidak, kak Andi...Apakah kak Andi mau mengantarkan aku untuk bertemu dengan Rin sekarang?" Ito berharap supaya Andi segera mengantarnya.


"Tapi tuan...sebenarnya ada masalah apa antara adik saya dan tuan?" Andi sangat penasaran dengan masalah yang menyangkut adiknya.


"Pokoknya, aku harus bertanggungjawab, kak" Ucap Ito dengan wajah serius


"A-apaaa...!!!!.... Me-mangnya tuan melakukan apa terhadap adik saya?" tanya Andi yang syok dan gugup.


Melihat ekspresi Andi, Ito langsung tahu apa yang dipikirkan oleh Andi.


"Kak Andi jangan salah paham dulu, aku hanya ingin meminta maaf kepada adik kakak karena sudah berbicara kasar" Ucap Ito


"B-begitu ya..hehehe" Andi sangat lega dengan penjelasan Ito


"Ayo, kak...sekarang antar aku kesana" kata Ito kepada Andi yang tidak sabaran ingin bertemu dengan Rin.


"Baiklah, tuan...saya akan mengambil kunci mobil dulu" ucap Andi


Setelah mengambil kunci mobil, Andi dan Ito pun segera berangkat menuju ketempat Rin.


"Apa yang kau lihat, sayang?" Tanya Arasel yang baru masuk ke dalam kamar.

__ADS_1


"T-tuan, kau mengangetkan saja" Ucap Kiara yang begitu kaget mendengar suara Arasel.


"Sudah ku bilang berapa kali, jangan memanggilku dengan sebutan tuan...panggil aku suamiku" ucap Arasel dengan tegas dan sedikit kesal.


"M-maafkan aku t-tuan,....karena aku belum terbiasa" Dengan wajah merah meronanya, Kiara langsung membalikkan badannya karena sangat malu dan takut dengan perkataannya tadi.


Arasel hanya bisa tersenyum karena melihat tingkah lugu Kiara. Dengan tiba-tiba Arasel memeluk Kiara.


"Hei, nona...kenapa kau begitu cantik dan menggemaskan" bisik Arasel ditelinga Kiara


Mendengar ucapan Arasel, wajah Kiara semakin memerah.


"K-kenapa...tuan memanggilku nona?" ucap Kiara yang gugup untuk mengalihkan ucapan Arasel.


"I-i...i-tu,..." sebelum melanjutkan perkataanya, bibir mungil Kiara pun dicium lembut oleh Arasel.


"Hari ini kau harus melayaniku sampai puas, Kiara!". Tandas Arasel dengan senyum yang menyeringai.


"T-tapi...t-tuan..." Kiara sangat kaget dengan ucapan Arasel.


"Tidak ada tapi-tapian, ini hukuman mu nona Kiara, karena telah memanggilku tuan" ucap Arasel


Kiara hanya bisa pasrah dengan apa yang dilakukan oleh Arasel. Kiara merasa bersyukur karena ia mendapatkan suami yang baik dan begitu mencintainya.

__ADS_1


Selama ini, Kiara hanya mendapat hinaan dari keluarganya dan cacian dari orang yang ada di sekitarnya. Tak pernahpun ia merasa dicintai seperti ini. Sepanjang hari mereka menghabiskan waktu berduaan di kamar.


--------------------------------


Terdengar suara mobil yang masuk ke halaman rumah Andi. Rin dengan segera menuju ke halaman dan melihat siapa yang berkunjung di rumahnya.


Andi segera turun dari mobil dan Rin pun segera berlari menuju ke pelukan kakaknya.


Di dalam mobil, Ito melihat seorang gadis yang selama ini ia keberadaanya di kampus.


'Bukankah itu gadis yang bertabrakan denganku di kampus?' batin Ito yang tidak menyangka bahwa gadis yang ia cari selama ini adalah Rin.


Ito segera keluar dari mobil. Rin yang melihat sosok Ito segera bersembunyi di punggung kakaknya karena takut. Dengan segera Andi mengajak Ito untuk masuk ke dalam rumahnya.


"K-kakk, kenapa dia ada di sini" Bisik Rin sambil ketakutan.


"Tuan muda Ito ada perlu denganmu Rin" ucap Andi sambil mengelus kepala adiknya.


"A-apa?!.." Rin sangat kaget dan panik ketika ia mendengar bahwa Ito ada perlu dengannya.


"K-kak, bolehkah aku tidak menemuinya?...aku takut" Ucap Rin yang ketakutan.


"Rin, dengarkan kakak...Tuan muda secara khusus ingin membicarakan sesuatu yang penting denganmu. Tapi kamu tidak mau menemuinya. Itu namanya tidak sopan....Tolong hilangkan rasa takutmu itu Rin, tuan muda tidak akan memarahi mu atau mencelakai mu, percaya deh sama kakak" Ucap Andi yang mencoba menasehati adiknya.

__ADS_1


__ADS_2