
Kiara ingin meletakkan masakannya yang sudah siap disajikan di atas meja. Dengan sengaja, Noura berpura-pura tidak sengaja menabrak Kiara dan menyenggol tangannya hingga masakannya terjatuh di lantai. Kini masakan yang di buat Kiara berantakan di lantai.
"Aduh, maafkan aku Kiara...Aku sungguh tidak sengaja". Ucap Noura tanpa bersalah. Dalam hati Noura sangat senang karena bisa membuat Kiara menderita.
"T-tidak apa-apa nona Noura...Nanti saya bisa buat lagi". Ucap Kiara dengan nada yang agak kecewa karena makanannya jatuh berantakan di lantai.
Ito yang melihat kejadian tadi sangat geram dengan tindakan Noura. Ito tahu kalau Noura sengaja ingin membuat Kiara menderita.
'Dasar nenek lampir...sudah susah payah bikin makanan ini malah dibikin berantakkan...awas saja, aku kerjain nih'. Batin Ito dengan raut wajah yang kesal dengan sikap Noura.
Ito membawa wadah yang berisi tepung. Lalu iya berjalan ke arah Noura. Dengan sengaja dia pura-pura terpeleset oleh makanan yang tumpah tadi.
"Buuuum"
Tepung yang dibawa Itopun terbang ke arah Noura. Kekujur tubuh Noura penuh dengan tepung. Dari rambut hingga ujung kaki, semuanya berwarna putih.
__ADS_1
"Aaaaaaaaaaaaa....apa yang kau lakukan!!!". Teriak Noura kepada Ito.
"M-maaf tante Noura...Aku tak sengaja terpeleset masakan yang jatuh ini". Ucap Ito dengan senyum liciknya.
"K-kau pasti sengaja kan!... Dasar bocah sialan". Maki Noura kepada Ito.
Ito sungguh sangat geram dengan apa yang dikatakan Noura kepadanya. Ia ingin membelas semua perkataan Noura, tetapi tiba-tiba Arasel datang.
"Siapa yang bocah sialan?". Tanya Arasel secara tiba-tiba.
"T-tuan....tuan anda pasti salah dengar" Noura dengan tanpa rasa malu langsung merangkul lengan Arasel. Tetapi Arasel langsung melepaskan rangkulan tangannya.
"Nona Noura lihatlah perbuatanmu, pakaianku menjadi kotor" Ucap Arasel sangat kesal dengan tatapan yang sangat tajam.
Kiara yang melihat tingkah laku Noura membuatnya kesal. Lalu tanpa berkata apapun Kiara menuju kamarnya. Ia sangat tidak suka kalau suaminya disentuh wanita lain.
__ADS_1
Arasel yang melihat Kiara pergi tanpa berkata apa-apa segera menyusulnya. Arasel merasa ada yang tidak beres dengan istrinya.
"Sayang, kau kenapa?" Ucap Arasel yang sangat khawatir dengan istrinya.
Mata Kiara membulat karena terkejut dengan suara Arasel yang berdiri dibelakangnya.
"T-tidak apa-apa taun". Ucap Kiara yang tidak berani menatap wajah Arasel.
Arasel mengerutkan alisnya dan melangkah mendekati istrinya tersebut. Kiara yang merasa agak takut dengan Arasel, melangkah mundur untuk menghindari Arasel. Tetapi langkah Kiara terhenti saat punggungnya sudah menempel di dinding.
Kedua tangan Arasel langsung menempel ketembok untuk mengunci tubuh Kiara supaya tidak bisa menghindarinya. Wajah Araselpun terlihat marah. Arasel dan Kiarapun saling berpandangan. Arasel menatap tajam kedua bola mata Kiara. Kiara semakin merasa takut dengan tatapan Arasel tersebut.
'Apakah tuan Arasel marah padaku?...Lalu kenapa ia marah?...seharusnya aku yang marah dengan dia karena dengan mudahnya nona Noura memeluknya". Batin Kiara yang kesal dan penasaran dengan tingkah laku Arasel.
"Apa yang tuan lakukan?" tanya Kiara sambil menahan tubuh Arasel dengan kedua tangannya karena tubuh Arasel semakin menepel dengan tubuhnya.
__ADS_1
Mendengar kata 'tuan' yang keluar dari mulut Kiara, Arasel menjadi kesal dan marah serta langsung melumat bibir mungil Kiara tanpa ampun.