Suami Untuk Tante

Suami Untuk Tante
Pernikahan


__ADS_3

Ito lalu masuk ke kamar Arasel dan melihat Kiara yang masih tertidur pulas ditempat tidur yang berukuran cukup besar. Ito tersenyum bahagia ketika melihat wajah Kiara yang sedang tidur dengan tenang. Arasel yang melihat tingkah Ito yang sedari tadi senyam-senyum sendiri saat melihat Kiara membuatnya agak cemburu.


"A-duh...sakit, om". Ito memegang jidatnya yang di sentil oleh Arasel.


"Makanya jangan melihat tantemu seperti itu terus!". Ucap Arasel yang agak sedikit kesal dengan tingkah Ito.


"Heee....Om cemburu ya?!...hehehe". Goda Ito


"Kalau cemburu kenapa?...Mau bersaing denganku?". Ucap Arasel membalas godaan Ito.


"T-tidak...Mana berani aku melawan om Arasel...Sudah dipastikan aku kalah....hehehe". Ucap Ito yang tertawa geli melihat tingkah laku Arasel yang cemburu padanya.


"Dasar, Kau ini, sudah menyerah sebelum bersaing!". Arasel tersenyum sambil memegang kepala Ito.


"Om, apakah tadi malam kalian.....?". Tanya Ito yang penasaran mengenai yang dilakukan Arasel dan Kiara tadi malam.


"Menurutmu?". Arasel balik bertanya kepada Ito. Arasel sangat suka melihat ekspresi Ito yang begitu penasaran memgenai dirinya dan Kiara.


"Jangan-jangan kalian sudah bikin dedek buat temani aku ya?". Ucap Ito dengan polosnya.


Seketika wajah Arasel memerah karena tersipu malu dengan perkataan Ito. Andi yang mendengar perkataan Ito menahan tawanya, Karena baru kali ini ada orang yang membuat bosnya dapat berwajah seperti itu.


"S-sembarangan...Kami belum sejauh itu..Nanti kalau om sama tantemu menikah sungguhan baru bikin dedek untuk menemanimu!". Ucap Arasel sambil memalingkan wajahnya yang tersipu malu.

__ADS_1


"Terusss.....kapan kalian menikah sungguhan, om?". Tanya Ito sambil menggoda Arasel.


"Hari ini!!!". Ucap Arasel dengan tegas.


"Heee?!....Beneran, om?...Aku tak salah dengar kan?!". Tanya Ito yang begitu terkejut dengan perkataan Arasel.


"Hmmm...Sudah jangan banyak tanya lagi...cepat keluar...mengganggu saja kau!!". Ucap Arasel sambil mendorong tubuh Ito keluar dari kamarnya.


"Andi, segera ke kantor catatan sipil...Urus semuanya!". Perintah Arasel


"Baik, Tuan". Ucap Andi sambil membungkukan badannya.


Sebenarnya di balik selimut Kiara sudah bangun dari tadi. Karena mendengar percakapan antara Arasel dan Ito, Kiara sangat malu untuk bangun. Maka ia berpura-pura tidur


Di luar kamar Arasel, Ito masih mematung karena perkataan Arasel. Ia masih tidak percaya bahwa harapanya akan segera terwujud.


"Kak Andi, A-apakah ini kenyataan atau hanya mimpi?!". Tanya Ito yang masih kurang percaya.


Tiba-tiba pipi Ito di cubit oleh Andi. Dan Itopun kesakitan karena cubitan Andi.


"Bagaimana tuan ito?...apakah ini mimpi atau bukan?". Ucap Andi yang menyadarkan Ito dari ketidakpercayaannya.


"Hehehe...ini kenyataan kak...Akhirnya harapanku terwujud kak!". Ucap Ito dengan senyum polosnya.

__ADS_1


Setelah surat nikah yang dibutuhkan sudah lengkap, maka Araselpun menyuruh Kiara menandatangin surat nikah tersebut. Awalnya ia ragu dengan keputusan ini. Tetapi karena Arasel mengharapkan dirinya menjadi istrinya tanpa memandang masa lalunya, Kiara akhirnya mau menandatangi surat tersebut.


setelah penandatangan surat nikah, Arasel mengajak Kiara dan Ito pergi ke sebuah pulau terpencil. Di sana ada sebuah gereja kecil yang disekililingnya terdapat pemandangan yang begitu memukau. Ito dan Kiara begitu kagum dengan tempat yang mereka datangi.


"Kita ke sini mau apa tuan?". Tanya Kiara yang tidak melepaskan pandangannya dari keindahan taman yang ada di sekitar gereja tersebut.


"Nanti kau juga akan tahu, Kiara". Arasel berbisik ditelinga Kiara. Ia pun menuruti semua kemauan Arasel.


Sebenarnya Kiara tidak tahu tujuan Arasel membawanya ke pulau terpencil itu. Karena Arasel merahasiakannya dari Kiara. Ia ingin memberi kejutan yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.


Arasel membawa Kiara ke sebuah ruangan yang berada disamping gereja tersebut. Di sana terdapat sebuah gaun berwarna putih yang sangat indah. Gaun tersebut adalah gaun pernikahan yang sengaja dipesan secara khusus oleh Arasel untuk Kiara.


"Ayo, sekarang ganti bajumu..Aku juga akan ganti baju di ruang sebelah". Ucap Arasel sambil memegang pipi Kiara.


Kiara menganggukan kepalanya dan menuruti perintah Arasel. Hari ini adalah hari pernikahan Arasel dan Kiara. Walaupun hanya sederhana dan tak ada tamu undangan tapi mereka sangat bahagia dengan pernikahan mereka. Dan Akhirnya mereka melaksanakan upacara pernikahan dengan lancar tanpa ada hambatan apapun. Dan kini Arasel dan Kiara resmi menjadi pasangan suami-istri.


Ito yang melihat kebahagiaan Arasel dan Kiara sangat terharu. Sehingga Ito meneteskan air matanya.


"Tuan menangis?". Tanya Andi kepada Ito.


"E-e..enggak kok kak!...i-ini mataku kemasukan Debu". Kilah Ito sambil mengisap air matanya


"Benarkah?". Goda Andi tertawa bahagia.

__ADS_1


----------


Jangan lupa jempolnya ya...😁😁😁


__ADS_2