
Malam semakin larut, Andi dan Ito segera kembali ke rumah Arasel. Sesampainya di rumah Ito bergegas masuk ke dalam kamarnya. Ia merasa lelah dengan semua yang telah terjadi hari ini.
****
Dua bulan telah berlalu, seperti biasa Kiara pagi-pagi sekali sudah mempersiapkan apa yang menjadi kebutuhan suaminya. Dari mempersiapkan baju untuk ke kantor hingga menyiapkan sarapan. Setelah semua selesai, Kiara merasa letih dan pusing. Sehingga ia segera menuju kamarnya untuk beristirahat sebentar.
'Ada apa denganku?...tidak biasanya aku merasa pusing dan lelah sekali' batin Kiara sambil memegang kepalanya yang terasa sangat berat.
Sebelum sampai di kamarnya Kiara sudah terjatuh dan tidak sadarkan diri. Ito yang baru saja keluar dari kamar, tidak sengaja melihat tubuh tantenya itu tergeletak di lantai begitu saja.
Ito langsung berlari ke arah Kiara berada. Ito sangat panik dengan apa yang ia lihat saat ini. Karena tidak pernah sekalipun melihat Kiara tak sadarkan diri.
"Ta-tante...kau kenapa?...tolong sadarlah," Ito yang mencoba sadarkan Kiara.
Ito bertambah panik karena Kiara tak kunjung sadar. Sehingga Ia memanggil Arasel dengan teriakan yang sangat keras. Hingga seluruh rumah kediaman Arasel mendengar teriakan Ito.
"Om..om Arasel...Tolong...om" Teriak Ito.
Arasel yang mendengar teriakan Ito pun langsung menghampirinya. Dan sontak Arasel sangat kaget dengan apa yang terjadi.
"A-apa yang terjadi pada Kiara?!" Ucap Arasel yang kala itu ikut panik melihat istrinya yang tidak sadarkan diri. Dan langsung mengangkat tubuh istrinya tersebut dan merebahkannya di tempat tidur.
"Andi, cepat kau panggil dokter Dion kesini!" Teriak Arasel yang begitu khawatir mengenai keadaan istrinya.
"Baik, tuan". Ucap Andi
Selang beberapa waktu, Dokter Dion pun datang dan segera memeriksa keadaan Kiara.
Sesaat setelah memeriksa keadaan Kiara, Dokter Dion memasukkan semua peralatan dokternya ke dalam tas.
__ADS_1
"Bagaimana keadaan istriku, Dion?" Tanya Arasel yang begitu panik.
Dokter Dion hanya terdiam dan tak menjawab pertanyaan Arasel. Dion yang melihat ekspresi Arasel yang begitu panik ingin sekali menggodanya. Karena baru kali ini Dion melihat wajah Arasel yang begitu perhatian terhadap orang lain.
"Dion, kenapa kau hanya diam?..katakan sesuatu padaku?...bagaimana keadaanya?" Teriak Arasel yang tak sabaran mendengar penjelasan dokter Dion.
"Dengar, Dion...jangan membuat takut..cepat katakan bagaimana keadaannya?" Teriak Arasel sambil menarik Krah baju dokter dion. Saat ini Arasel tak bisa menahan emosinya. Dia benar-benar takut kalau kehilangan Kiara.
Melihat wajah Arasel yang begitu panik, takut, dan emosi, Dion pun tertawa terbahak-bahak. Dia tak bisa lagi menahan tawa karena melihat ekspresi Arasel saat ini.
"Kenapa kau malah tertawa, Dion?" Tanya Arasel yang semakin kesal dengan sikap Dion
"Ha-ha-ha...Tenanglah teman, Istrimu baik-baik saja" Ucap Dion yang masih tertawa.
"Brengsek, kau mengerjaiku ya?!" ucap Arasel yang kesal dengan Dion.
"Kapan lagi aku bisa mengerjaimu, tuan Arasel" Goda dokter Dion
"Sudah....sudah....kalian seperti anak kecil saja" Ucap Ito dengan begitu polos.
Andi yang melihat sikap dokter Dion dan tuannya hanya tersenyum saja.
"Jadi, saat ini istrimu harus banyak istirahat. Kurangi aktifitas yang berat-berat. Jangan terlalu banyak pikiran dan makan makanan yang bervitamin. Supaya Janin yang dikandungnya sehat" jelas dokter Dion.
"J-janin...?" ucap Arasel, Ito, dan Andi dengan serentak. Karena mereka kaget dengan apa yang mereka dengar.
"Iya...kalian sudah mengerti maksudku kan?"ucap dokter Dion sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Selamat tuan, anda akan menjadi seorang ayah". ucap Andi dengan rasa gembira.
__ADS_1
"Apa?!..Aku akan memiliki seorang adik". Gumam Ito yang senang dengan kehamilan Kiara.
Arasel tak bisa berkata apa-apa, ia tak menyangka akan menjadi seorang ayah. Bahkan ia tak bisa mengungkapkan kebahagiannya itu dengan sebuah kata-kata.
Kiara mulai tersadar dan mulai melihat sekeliling ruangan dan mendapati suaminya tertidur di sampingnya.
'Dia sangat tampan dan manis sekali saat tidur' batin Kiara dengan senyum terkekehnya
Arasel terbangun dan melihat istrinya tertawa sendiri.
"Sayang, kenapa kau tertawa seperti itu?..Apa kau menertawakan ku?" Tanya Arasel yang kebingungan
"Apa kau tau, tuan Arasel...saat kau tertidur, kau begitu manis" Ucap Kiara sambil tersenyum gembira
"Tertawalah sepuasmu,nona Kiara...Supaya Arasel junior kita juga ikut tertawa gembira" Ucap Arasel sambil mengusap-usap perut Kiara.
"A-apa aku hamil?" tanya Kiara yang tidak percaya dengan maksud Arasel
"Iya sayang..." balas Arasel dengan memeluk tubuh Kiara.
Kiara sangat kaget dengan ucapan Arasel dan membalas pelukan Arasel karena sangat gembira dengan apa yang di maksud Arasel
-------- Tamat-------
Sekian dulu ya ceritanya.....Bye bye
Gambar Ito dan Rin
__ADS_1
Gambar dokter Dion