Suami Untuk Tante

Suami Untuk Tante
Sandiwara


__ADS_3

"Lama tidak ke sini, ternyata kau membawa orang asing masuk rumah ini". Ucap Selly dengan ketusnya.


"Apa maksud bibi, Ito bukan orang asing bagiku. Dia adalah keluargaku sekarang". Ucap Arasel yang mulai geram dengan perkataan Selly.


"Nenek juga bawa orang asing ke sini". Sahut Ito dengan perasaan jengkel.


"K-kau....". Selly tak mampu membalas perkataan Ito, Ia sangat geram dengan sikap Ito.


Arasel langsung berdiri dari tempat duduknya. Ia tidak mau mendengar keributan yang dibuat oleh Selly. Kiara yang melihat Arasel begitu emosi mencoba meredamnya dengan memegang lengan Arasel.


"Suamiku, sebentar lagi jam setengah 8...kamu ada rapat kan?". Ucap Kiara untuk memecahkan suasana yang semakin panas.


"Terima kasih, sayang...Karena sudah mengingatkanku". Ucap Arasel sambil mengecup kening Kiara.


Kiara sangat kaget dengan apa yang dilakukan Arasel. Jantung Kiara langsung berdegup dengan kencang. Ia sangat malu hingga wajahnya memerah.

__ADS_1


Melihat kemesraan Arasel dan Kiara, Selly dan Noura sangat kesal dibuatnya. Lain halnya dengan Ito, Ia begitu bahagia melihat kemesraan antara Arasel dan Kiara.


"Andi, tolong siapkan kamar untukku dan Noura!". Perintah Selly kepada Andi.


"Bibi, mau menginap di sini?!". Tanya Arasel dengan sangat terkejut.


"Ya, tentu saja...Masak kamu tega menelantarkan bibi...Apa nanti kata orang lain terhadapmu?". Ucap Selly dengan ketus dan sekali lagi membuat Arasel kesal.


"Terserah, bibi!". Jawab Arasel dengan kesal dan segera meninggalkan bibinya sambil menarik tangan Kiara, Arasel membawanya masuk ke dalam kamarnya.


"T-tuan...kamu mau apa?". Ucap Kiara dengan menahan rasa takutnya.


"A-pa maksud tuan?". Tanya Kiara yang agak kebingungan dengan perkataan Arasel


"Dengar, bibiku itu akan tinggal di sini bersama wanita yang bersamanya...Dan mau tidak mau kamu harus tidur di kamarku". Jelas Arasel

__ADS_1


"A-a...apa?...Jadi kita harus sekamar?". Ucap Kiara yang kemudian wajahnya memerah.


"Hmmm...". Angguk Arasel


Kiara tidak punya pilihan selain mengikuti perkataan Arasel. Kiara menyadari bahwa yang memulai sandiwara ini adalah dirinya, maka ia harus bertanggung jawab sampai sandiwara ini berakhir.


Sebelum berangkat Arasel bertanya kepada Ito mengenai cincin yang diberikan kepadanya. Ternyata cincin yang diberikan Ito adalah cincin orang tuanya yang ia temukan di rumahnya dulu. Dan cincin itu selalu dibawanya kemanapun ia pergi.


Setelah Arasel berangkat bekerja, Kiara harus menghadapi perlakuan Selly yang semena-mena terhadapnya. Kiara tidak ambil pusing dengan sikap Selly. Karena ia sudah terbiasa menjalani hidup yang berat dan bertubi-tubi saat ia masih remaja.


Hari sudah menjelang sore. Kiara harus menyiapkan makan malam yang telah diperintahkan oleh Selly. Sebenarnya Kiara sudah sangat lelah tapi dia berusaha agar ia tidak mengecewakan Arasel. Walaupun dalam kepura-puraannya Kiara juga ingin menunjukkan kepada Selly bahwa ia adalah istri Arasel yang hebat dan tangguh.


Andi merasa kasihan kepada Kiara yang harus berurusan dengan Selly. Ia ingin membantu Kiara, tetapi Kiara tidak memperbolehkannya.


Malam mulai larut, Arasel menelpon Andi untuk mengetahui situasi rumahnya. Ketika Andi menjelaskan semuanya, Arasel sangat marah dan segera pulang ke rumahnya.

__ADS_1


Saat tiba di rumah, Arasel langsung menuju ke kamarnya. Ia melihat tubuh Kiara yang tergeletak tak berdaya di kasur dengan posisi tubuh yang miring. Saat akan menyentuh wajah Kiara, tiba-tiba terdengar suara pintu yang sedang di ketuk dengan sangat keras.


Arasel saat kesal dengan gangguan yang ada di luar kamarnya.


__ADS_2