Suami Untuk Tante

Suami Untuk Tante
Menghindar


__ADS_3

"Rin, dengarkan kakak...Tuan muda secara khusus ingin membicarakan sesuatu yang penting denganmu. Tapi kamu tidak mau menemuinya. Itu namanya tidak sopan....Tolong hilangkan rasa takutmu itu Rin, tuan muda tidak akan memarahi mu atau mencelakai mu, percaya deh sama kakak" Ucap Andi yang mencoba menasehati adiknya.


"T-tapi...k-kak...a-aku takut" Ucap Rin dengan nada begitu ketakutan.


"Jangan takut, Rin...semua pasti baik-baik saja, percaya deh sama kakak" Andi mencoba memberikan semangat untuk adiknya yang phobia terhadap laki-laki.


Dari ruangan lain, Ito tanpa sengaja mendengarkan semua percakapan antara Andi dan adiknya.


'Dasar bodoh sekali, Apa yang sudah kulakukan padanya tadi, hingga gadis itu takut padaku?!" Umpat Ito terhadap dirinya sendiri.


Sambil duduk di sofa, Ito menunggu gadis itu datang. Selang beberapa waktu kemudian, Rin akhirnya memberanikan diri untuk menemui Ito. Dengan ragu-ragu, Rin menghampiri Ito yang duduk termenung di sofa sendirian.


Dengan gugup, Rin mulai menanyakan maksud kedatangan Ito di rumahnya.


"U-untuk apa t-tuan datang ketempat ini?" Tanya Rin dengan sangat gugup


Pertanyaan Rin seketika membuyarkan lamunan Ito.


"Aku kesini hanya ingin...." Jawab Ito yang seketika berdiri dan mendekati Rin.

__ADS_1


"T-tuan,....I-ingin a-pa?" Tanya Rin yang semakin gugup karna Ito mendekati Rin


"Aku ke sini hanya ingin minta maaf padamu atas perlakuanku yang kurang baik terhadapmu" Jawab Ito sambil meraih dan menggenggam erat kedua tangan Rin.


Mata Rin terbelalak. Ia sangat terkejut dengan apa yang ia dengar. Ia masih tidak percaya dan bahkan tidak menyangka kalau Ito meminta maaf padanya.


"Maukah kamu memaafkan ku?" Tanya Ito yang kala itu masih menggenggam tangan Rin.


"T-tuan tidak perlu meminta maaf...S-saya sudah memaafkan tuan" Ucap Rin sambil melepaskan tangan Ito yang menggenggam tangannya.


Karena Rin sangat malu dan takut, maka ia mencoba menjauhi Ito. Ito sangat heran dengan sikap Rin yang begitu tiba-tiba menjauhi dirinya. Ito mencoba mendekati Rin, tapi Rin selalu menjauh.


"Kau masih marah ya?..Kenapa kau menghindariku?" Tanya Ito yang penasaran dan agak kecewa dengan sikap Rin yang tiba-tiba menghindarinya.


Rin hanya bisa diam dan tak berani menjelaskan bahwa ia phobia dengan laki-laki kecuali kakaknya dan Arasel.


"Tuan Ito, bisakah saya berbicara dengan anda sebentar?" Sahut Andi yang ingin memecahkan suasana yang menegangkan di antara mereka.


"Hmm..." sahut Ito

__ADS_1


Andi membawa Ito ke kamarnya. Dan mulai menceritakan keadaan adiknya yang sebenarnya. Ito sangat terkejut dengan apa yang telah diceritakan Andi. Dan membuat dirinya semakin bersalah terhadap Rin.


"Kalau boleh tahu, apakah dulu Rin mengalami perlakuan yang tidak menyenangkan?" Tanya Ito yang semakin penasaran dengan Rin.


"Hmm... Dulu waktu saya mencari pekerjaan, Saya bermasalah dengan salah satu preman yang terkenal garang di wilaya tersebut. Gara-gara ingin menolongku yang berkelahi dengan preman tersebut Rin hampir dilecehkan . Tapi untung waktu itu tuan Arasel menolongku" Jelas Andi kepada Ito


"Dan akhirnya saya bekerja dan mengabdikan diri saya untuk melayani tuan Arasel" imbuh Andi.


"Maaf kak, aku jadi mengingatkan masa lalu kak Andi" sesal Ito.


"Tidak masalah tuan, saya malah lega akhirnya tuan tahu masa lalu saya" ucap Andi kepada Ito.


-----------------


Maaf ya upnya lama...😅😅🙏🙏


Ini aku gambarkan karakter Andi...semoga kalian suka...😁😁😅


__ADS_1


__ADS_2