Suami Untuk Tante

Suami Untuk Tante
Menjelang malam


__ADS_3

"Aaakh...akh..aaa..T-tu..tu..an" Ucap Kiara sambil terengah-engah karena ciuman Arasel yang semakin panas.


Dengan sekuat tenaga, Kiara mendorong tubuh Arasel dengan kedua tangannya. Tetapi kedua tangan Kiara malah digenggam erat oleh Arasel.


Saat Arasel ingin bercinta dengan Kiara. Di luar kamar terdengar ketukan pintu dan suara seseorang yang ia kenal.


"T-tuan Arasel, Apakah kau di dalam?...Aku ingin berbicara berduaan denganmu!" ucap seorang wanita yang tak lain adalah Noura.


Ketika Arasel hendak melangkahkan kakinya menuju pintu kamarnya, Kiara langsung memeluk erat tubuh Arasel yang seakan tidak memperbolehkan dirinya menemui Noura.


"Apakah kau cemburu?" tanya Arasel


Namun Kiara hanya diam saja dan semakin erat memeluk tubuh Arasel seakan tidak memperbolehkan Arasel untuk membuka pintu kamar.


"Tenanglah sayang aku akan menanganinya" Ucap Arasel sambil melepaskan tangan Kiara yang memeluk erat tubuhnya.


"Tuan bolehkah aku masuk?" Teriak Noura dan berusaha menerobos pintu kamar Arasel.


"Untuk apa kau kesini?!" ucap Arasel dengan ketus.


"Bolehkah aku masuk dulu ke kamarmu tuan Arasel?". Tanya Noura dengan tatapan yang menggoda dan tangannya mulai menyentuh dada bidang Arasel.


"Maaf, nona Noura...tolong jaga sikapmu!" Arasel sangat kesal dengan tindakan Noura yang tanpa seizinnya menyentuhnya.

__ADS_1


Karena kesal dengan apa yang di dengar Kiara, iapun keluar untuk menunjukkan bahwa Arasel hanya miliknya.


"Nona Noura, ada perlu apa dengan suamiku?!" tanya Kiara yang muncul di balik tubuh suaminya.


Mata Nourapun terbelalak melihat penampilan Kiara yang berantakan. Ia tak menduga bahwa Kiara ada di dalam kamar bersama Arasel. Di sisi lain, Arasel terperanga dengan penampilan sang istri yang berantakan.


"T-ti..ti..dak a..da apa-apa Kiara" Jawab Noura dengan gugup


"Kalau begitu cepat pergi dari sini, kau mengganggu saja nona Noura" Ucap Arasel dengan ketus.


"M-ma..af tuan karena telah mengganggu" Ucap Noura dengan gugup


Akhirnya Arasel menutup kembali pintu kamarnya sambil meninggalkan Noura yang masih di depan pintu kamarnya. Setelah menutup pintu kamarnya Araselpun membalikkan tubuhnya. Saat ini Arasel benar-benar menginginkan Kiara. Secara sigap Arasel tangannya meraih tubuh Kiara.


"T-tidak t-tuan" Ucap Kiara yang kini wajahnya mulai memerah.


"Sudah ku bilang, jangan memanggilku tuan" Ucap Arasel dengan tegas.


"T-tapi...." Arasel langsung mencium bibir Kiara.


---------------


Hari sudah menjelang malam, akhirnya tamu yang mereka nanti datang.

__ADS_1


"S-selamat malam tuan Arasel" Ucap seorang gadis cantik yang tidak lain adalah Rin.


"Malam, Rin" balas Arasel


"Apakah kamu Rin?" Tanya Kiara dengan senyum ramah.


"Iya, nona Kiara" Jawab Rin sambil membungkukan badannya.


"Kau sangat cantik sekali Rin" Ucap Kiara yang kagum dengan kecantikan Rin


"T-terima kasih, nona" Balas Rin dengan wajah yang tersipu malu.


"Ayo, cepat masuk...nanti makanannya keburu dingin" Ajak Kiara untuk segera ke ruang makan.


Sesampainya di ruang tamu, mereka segera duduk di tempat masing-masing.


"Dimana Ito?" Tanya Arasel kepada salah satu pelayan yang ada di ruang tamu tersebut.


"Tuan Ito sedang ada di kamarnya, tuan" Jawab salah satu pelayan tersebut.


"Aku akan memanggil Ito" Ucap Kiara


"Tidak usah memanggilku tante, aku sudah di sini" Ucap Ito yang tiba-tiba muncul dihadapan mereka.

__ADS_1


Kedua mata Rin terbelalak ketika melihat Ito. Rin segera menundukan kepalanya karena takut dengan Ito. Ito yang cuek dengan cewek hanya melihatnya sekilas saja dan segera duduk di tempatnya.


__ADS_2