Suami Untuk Tante

Suami Untuk Tante
Strategi


__ADS_3

Setelah menerima telpon, Arasel merasa kesal dan marah. Arasel langsung meninggalkan Kiara di taman itu sendirian. Kiara merasa bingung dan hanya diam mematung di taman tersebut. Ia begitu penasaran dengan telepon tersebut. Akhirnya Kiara kembali ke dalam rumah.


Saat Arasel masuk ke dalam ruang kerjanya, Ia membanting pintu dengan keras. Andi menghampiri bosnya itu. Andi sudah bisa menebak apa yang terjadi terhadap bosnya tersebut. Arasel begitu tidak bisa mengontrol dirinya saat dihadapkan dengan seseorang yang begitu ia benci. Ia menggebrak meja yang ada dihadapnya.


"Tuan, apa yang membuat dirimu begitu marah?...Apakah bibi anda berulah lagi?". Tanya Andi dengan menenangkan bosnya itu. Karena Andi tahu siapa yang bisa membuat bosnya semarah ini.


"Kau benar, Andi...Aku begitu kesal dengannya, dia seenaknya sendiri menjodohkanku dengan seorang wanita yang tidak aku kenal". Jawab Arasel dengan begitu kesalnya.


Ito yang tanpa sengaja mendengar gebrakan meja tersebut membuatnya menjadi penasaran dan mendatangi asal suara tersebut. Ito mendengar percakapan antara Arasel dan Andi.


"Apa, om Arasel mau dijodohin?". Batin Ito dengan agak kecewa


"Andi, aku benar-benar tidak suka dengan keadaan ini...aku ingin sekali membatalkan perjodohan ini...aku benar-benar tidak mau berurusan dengan bibiku itu...aku sudah lelah...Lusa depan bibiku akan datang membawa wanita itu kemari...Tapi bagaimana caranya aku mengusir mereka?". Tanya Arasel yang sudah frustasi. Tapi Andi hanya diam saja, dia juga bingung harus berbuat apa.


"Kenapa om Arasel tidak berpura-pura sudah menikah?...Itu cukup untuk menghentikan perjodohan ini". Sahut Ito yang tiba-tiba muncul dengan membuka pintu ruang kerja Arasel yang sedari tadi terbuka sedikit.

__ADS_1


Arasel sangat kaget dengan perkataan Ito. Andi yang mulai dari tadi hanya diam, sekarang mengembangkan senyumnya. Karena Andi mendapatkan strategi yang pas untuk mengusir bibi bosnya secara halus.


"Benar, Tuan...kenapa anda tidak bilang saja kepada bibi tuan, kalau anda sudah menikah". Ucap Andi dengan santai.


"Lalu bagaimana kalau wanita itu (bibi Arasel) mencurigaiku dengan menanyakan keberadaan istriku?". Arasel mulai ragu dengan strategi ini.


"Kenapa tuan khawatir?...Bukankah ada nona Kiara". Ucap Andi sambil tersenyum.


"Bodohnya aku, kenapa tidak terpikirkan olehku". Umpat Arasel


"Tenang saja om serahkan semuanya padaku". Ucap Ito sambil tersenyum gembira


"Andai saja om Arasel dan tante Kiara menikah beneran". Harap Ito dalam hati.


Kiara yang sedang berada di depan kamarnya dikejutkan oleh kedatangan Ito.

__ADS_1


Ito menceritakan permasalahan yang terjadi pada Arasel. Pertanyaan Kiara kini telah terjawab ia sudah tidak merasa penasaran lagi. Tapi ketika Ito meminta bantuan kepada tantenya, Kiara merasa keberatan dan menolak karena ia benar-benar merasa tidak pantas untuk bersanding dengan Arasel.


Ito merasa sedih dan kecewa kepada Kiara karena tidak mau membantu Arasel. Akhirnya Ito menceritakan keputusan tantenta tersebut kepada Arasel dan Andi.


"Jika ini sudah menjadi keputusannya, kita bisa berbuat apa lagi?". Ucapa Arasel yang mulai menyerah.


"Maaf, om...aku tidak bisa membantu om...padahal ini satu-satunya cara untuk om lepas dari perjodohan ini". Ucap Ito dengan penuh penyesalan.


"Tidak apa-apa, Ito...kamu sudah berusaha dengan baik". Jawab Arasel sambil memegang kepalanya.


"Aku akan selalu membantu om....Aku akan selalu berusaha sebaik mungkin untuk membantu om" Ucap Ito dengan semangat yang tinggi.


---------


jangan lupa jempolnya ya...😅😅😅😅

__ADS_1


__ADS_2