
Rumah Kiara
--------------------
Setelah menempuh perjalanan selama 15 menit sampailah mereka di tempat tujuan. Kiara segera menuju ke pintu rumahnya. Dan mempersilahkan Arasel untuk masuk. Arasel mengkerutkan alisnya. Arasel benar-benar tidak menyangka bahwa Kiara dan Ito tinggal di tempat yang sangat sederhana.
"Tuan, silahkan masuk...maaf agak berantakan". Pinta Kiara sambil mempersilahkan Arasel untuk masuk ke rumahnya.
"Hmmm". Arasel hanya menjawab dengan singkat karena masih kesal dengan kejadian tadi.
Sebelum masuk rumah, di depan rumah ada seorang wanita paruh baya yang menyapa Kiara. Orang tersebut adalah bibi Hani tetangga Kiara yang sangat baik. Kiara sudah menganggap bibi Hani seperti ibunya sendiri.
"Kiara, kamu sudah kembali, nak?". Tanya bibi Hani sambil melihat pria yang ada di samping Kiara.
"Iya bibi". Jawab Kiara sambil memeluk bibi Hani.
"Siapa pria ini, nak?...apakah dia kekasihmu?". Tanya bibi Hani sambil melihat Arasel.
__ADS_1
"B-bu..bu..bukan, bibi?...Dia itu tuan Arasel, yang telah menyelamatkan Ito dari bahaya, bi". Jawab Kiara dengan gugup sambil menggelengkan kepalanya.
"Ha-ha-ha....ya sudah, sana cepat masuk dan selamat bersenang-senang". Goda bibi Hani dengan senyum cerianya sambil mengedipkan mata ke arah Kiara.
Kiara sangat malu ketika bibi Hani berkata seperti itu. Melihat wajah Kiara yang begitu merona, Arasel semakin menginginkan Kiara sebagai miliknya.
Ketika mereka berdua masuk ke dalam rumah suasanapun menjadi hening. Kiara melihat Arasel yang sedari tadi hanya diam tanpa kata. Kiara mulai gelisah dengan sikap Arasel yang begitu diam tapi menakutkan. Kiara merasa ada sesuatu yang aneh dengan Arasel sejak di mini market tadi. Ia tidak berani bertanya, karena takut nanti Arasel nanti menambah masalah.
"Tu..tuan, ingin minum apa?". Tanya Kiara untuk memecah keheningan.
"Tidak perlu, aku tidak haus". Jawab Arasel dengan agak ketus sambil berjalan menuju ruang tamu.
"T-tu..tuan, apakah tuan sedang tidak enak hati...Jika aku berbuat salah dan membuatmu marah ..Tolong.....".
Perkataan Kiara langsung terputus dengan tindakan Arasel yang begitu tiba-tiba. Arasel menarik pinggang Kiara sehingga jatuh kepelukannya dan langsung melumat bibir mungil Kiara.
Kiara sangat kaget, ini adalah ciuman pertamanya. Dia tak menyangka bahwa dia akan berciuman dengan Arasel. Jantung Kiara berdetak dengan sangat kencang. Sehingga dia mendorong tubuh Arasel, supaya Arasel tidak mendengar jantungnya yang saat ini berdebar-debar.
__ADS_1
Kiara hanya diam terpaku, dan segera menjauhi Arasel. Lalu Arasel mulai berjalan mendekati Kiara.
Kiara yang masih bingung dengan kejadian ini tersadar dari lamunannya ketika ia melihat Arasel yang mulai maju mendekatinya dengan tatapan yang begitu menakutkan.
Secara perlahan kaki Kiara mulai melangkah mundur. Ia sangat takut dengan tindakan Arasel yang seperti ini. Tubuh Kiara tanpa sadar sudah menempel pada tembok. Ia sudah tidak bisa berjalan mundur lagi.
"T-t..tu..tuan....K-k..kau...mmm..mmau...a..apaa?". Tanya Kiara dengan takut dan gugup.
Arasel hanya diam dan melihat mata Kiara dengan tatapan yang mendalam. Tangan kiri Arasel menempel di tembok dan tangan kanannya memegang dagu Kiara. Kemudian Arasel mulai mencium bibir Kiara lagi dengan lembut.
Kiara hanya bisa pasrah menerima ciuman dari Arasel. Ia mulai menikmati setiap kecupan yang diberikan Arasel.
Saat ciuman Arasel akan menuju ke leher Kiara yang jenjang. Tiba-tiba, terdengar suara pintu terkentuk dari luar rumah. Arasel dengan kesalnya menghentikan ciumannya. Dan dengan segera Kiara langsung berlari menuju arah pintu masuk rumahnya.
--------
Jika ada kesalahan dalam penulisan mohon maaf ya...😁😁😁
__ADS_1
selamat membaca...😊