Suamiku Direbut Kembaranku.

Suamiku Direbut Kembaranku.
Apa maksudnya?


__ADS_3

Rania baru saja keluar dari rumah sakit setelah memeriksakan kandungannya yang kini sudah memasuki minggu ke enam belas. Dia ke rumah sakit sendirian tanpa ditemani Dimas. Karena Dimas sedang berada di Makasar sejak minggu lalu. Katanya ada masalah yang harus di urus disana tentang perusahaan.


Tapi, lagi lagi saat ini Rania melihat jelas dengan kedua matanya sendiri, Dimas keluar dari cafe di seberang sana sambil menggandeng tangan Riana.


"Mas Dimas masih berhubungan dengan Riana." Imbuhnya.


"Ternyata Makasar hanya akal akalannya saja." Mata Rania merah padam, seluruh tubuhnya bergetar seakan hendak memuntahkan rasa sakit mendidih yang menyerang seketika setelah mengetahui suaminya terus terusan membohonginya.


Kepalanya terasa sangat pusing. Dia bahkan hampir tidak bisa melangkah menuju mobilnya lagi dengan rasa sakit di kepala dan seluruh tubuhnya.


"Kenapa kalian masih membohongiku! Atau aku yang terlalu bodoh karena masih terus percaya dan sangat ingin mempertahankan rumah tangga ini."


Rania sudah tiba di mobil. Dengan sangat pelan, dia melajukan mobilnya dan mengikuti mobil Dimas.


"Aku baik baik saja." Mengelus perutnya.


Rania berusaha untuk tetap baik baik saja demi menjaga kesehatan janin dalam kandungannya.

__ADS_1


Mobil Rania terus mengikuti kemanapun arah mobil Dimas. Dia mengikuti dari jarak yang lumayan jauh, sehingga Dimas tidak menyadari bahwa dia di ikuti, dan Rania tidak tahu kalau ternyata dia sudah masuk dalam perangkap Riana.


Mobil itu kini berhenti di salah satu rumah di perumahan asri.


Riana dan Dimas turun dari mobil, mereka masuk ke rumah itu langsung seakan rumah itu adalah milik mereka. Secara perlahan, Rania melangkah mendekati rumah itu, dia menguping di balik pintu yang tertutup rapat. Sayup sayup terdengar suara cap cip cup yang menggema.


"Astaghfirullah…" Gumam Rania yang mengerti apa yang sedang dilakukan suaminya dan Riana di dalam sana.


"Tidak, aku pasti salah paham…"


"Aku hanya mendengar dengan telingaku, tapi tidak melihat dengan mataku. Aku tidak boleh suudzon."


Matanya menatap tajam pada dua insan yang dimabuk cinta itu. Dimas dan Riana terkejut mendapati Rania berdiri di depan pintu rumah.


"Rania!" Dimas bangkit dari posisi berbaring di atas Riana. Segera dia mengambil baju dan celana yang tergeletak dilantai. Riana juga langsung menutupi tubuhnya dengan selimut yang memang tersedia di atas sofa ruang tamunya itu.


"Perbuatan kalian sungguh men ji jikkan." Menatap dua orang pengkhianat di depannya yang bahkan terlihat santai seakan tidak terjadi apa apa.

__ADS_1


"Kenapa tidak jujur saja padaku. Aku akan mengizinkan kalian menikah, sehingga kalian tidak perlu melakukan perbuatan bin a tang seperti ini." Lanjut Rania dengan tatapan datar dan juga nada bicara yang terdengar tenang.


"Sayang…" Dimas hendak mendekati Rania tapi sebelum itu terjadi, Rania meludah kearah suaminya itu dan membuat Dimas berhenti melangkah.


"Jangan mencoba menyentuhku dengan tangan kotormu. Aku tidak menyangka kamu semen ji ji kan ini, mas." Tatapannya beralih pada Riana yang sejak tadi duduk santai di atas sofa setelah membalut tubuhnya dengan selimut.


"Kamu bahkan lebih menji jik kan Riana!"


"Jangan mengataiku begitu Rania. Karena kamu tidak lebih buruk dariku. Kamu bahkan membunuh Ayah." Mata keduanya beradu saling menatap penuh amarah.


"Kamu yang membunuh ayah. Bukan aku."


"Cuih... Kamu merebut semua milikku Rania!" Teriak Riana terpancing emosi.


"Apa yang aku rebut darimu RA.NI.A?" Ujar Riana yang membuat Dimas bingung. Dia tidak mengerti kenapa Rania menyebut Riana dengan Rania.


"Hahaha… Sepertinya kamu kembali menjadi gila Rania." Riana tertawa terbahak bahak sambil menyilangkan kedua kakinya.

__ADS_1


"Aku atau kamu yang gila, hah!" Teriak Rania sangat kencang. Dia sudah tidak bisa menahan lagi luapan emosi dalam dirinya. Kedua tangannya mengepal erat, dia menahan diri untuk tidak mencakar dan menjambak rambut Riana dan Dimas lalu membunuh keduanya dengan kedua tangannya sendiri.


__ADS_2