Suamiku Direbut Kembaranku.

Suamiku Direbut Kembaranku.
Rei dan Rania


__ADS_3

Rania langsung menutup kembali kulkas kosong itu. Ia melangkah hendak meninggalkan rumah itu, tapi kemudian Rania melihat tumpukan file di meja ruang tamu yang seakan sengaja diletakkan disana oleh Rei.


"Foto apa ini?"


Rania mengambil beberapa lembaran foto yang terselip ditumpukan file file tersebut.


"Riana!"


Foto itu milik Riana yang sedang bermesraan dengan photografernya saat masih menjadi model.


Rania memeriksa satu persatu foto foto itu. Ia juga menemukan foto saat Riana mengunjungi rumah sakit ibu dan anak. Kemudian, ada foto Riana yang sedang mengobrol dengan istri Radit.


"Ini istri pak Radit!"


Rania masih ingat istri Radit yang pernah ia lihat fotonya di waktu itu.


Kemudian ada foto Riana yang tampak hamil. Ia berada di rumah sakit bersalin di Jakarta.


"Apa yang sebenarnya terjadi?"


"Kenapa aku tidak pernah tahu Riana hamil. Apakah mungkin Dimas dan Riana sudah memiliki anak?"

__ADS_1


Rania terdiam. Ia duduk menatap foto foto itu. Ia berpikir, mantan suami dan kembarannya itu telah memiliki anak yang selama ini mereka sembunyikan.


Sementara itu, saat ini Riana tengah bahagia karena telah dilamar oleh Radit dan mereka akan menikah dalam waktu dekat.


"Apakah kamu menyukai kalungnya?" Tanya Radit pada Riana.


"Aku sangat menyukai kalung ini, mas. Terlebih, saat aku masih kecil, ayah hanya membelikan kalung ini untuk Rania. Sementara ayah tidak membelikan untukku." Tuturnya dengan mata berkaca kaca.


"Mulai sekarang, aku akan memberikan apapun yang dulu kamu inginkan tapi belum tercapai." Ucap Radit.


Radit benar benar tulus mencintai Riana. Sementara Riana hanya ingin mengusai harta Radit dan hanya ingin terus bersama dengan Rumi.


"Bolehkah aku memelukmu, Riana?" Tanya Radit kemudian.


Sementara, Dimas saat ini sedang menerima karma karena telah menyia nyiakan Rania. Ia jatuh miskin dan dijebloskan ke dalam penjara. Rumah mobil dan juga pekerjaannya hilang seketika.


Kini ia mendekam di balik jeruji besi, penjara. Dimas dituduh menggelapkan uang perusahaan dan dijebloskan ke penjara sejak sehari yang lalu.


"Awas kamu Riana, aku akan membunuhmu!" Teriak Dimas.


Rasa cintanya hilang seketika, saat mengetahui bahwa Riana lah yang menfitnahnya hingga berakhir di penjara.

__ADS_1


"Rania, maafkan aku. Ternyata aku benar benar keliru selama ini. Aku kira aku mencintai Riana dan terus terusan mengabaikan kamu, ternyata kamulah yang aku cintai."


Dimas menyesali perbuatannya. Tapi, semua sudah selesai. Rania sudah tidak mau melihatnya sama sekali dan Riana pun juga sudah tidak membutuhkannya lagi.


Kembali ke Bandung. Rania masih termenung duduk di sofa ruang tamu rumah Rei. Diam diam dari lantai atas, Rei menatap Rania dengan perasaan sedikit bimbang. Ia ragu untuk menceritakan apa yang sebenarnya terjadi pada Riana.


"Ehhemm..." Rei melangkah turun.


Ia menghampiri Rania yang masih tetap diam seperti sebelumnya.


"Apa yang ingin lebih dulu kamu ketahui?" Tanya Rei.


Rania masih tetap diam. Ia sendiri bingung mau mengetahui tentang hal apa lebih dulu.


"Riana merupakan wanita simpanan photografernya. Riana bahkan sampai mengandung..."


Rei memutuskan untuk menceritakan tentang Riana pada Rania.


"Boss tahu dari mana tentang Riana?"


Rania akhirnya membuka suara.

__ADS_1


"Aku mengetahui semua tentang Riana sejak kita masih TK dulu." Jawab Rei santai.


Mendengar itu, Rania menatap tajam mata Rei. Ia semakin penasaran dan ingin segera mengetahui semuanya.


__ADS_2