Suamiku Direbut Kembaranku.

Suamiku Direbut Kembaranku.
Dendam terakhir (TAMAT)


__ADS_3

Setelah mengetahui kenyataan tentang Riana, Rania merasa iba pada Dimas. Ia juga diberi tahu oleh Rei bahwa Dimas sudah mendekam di penjara atas tuduhan palsu yang dirancang oleh Riana.


Rania juga akhirnya menyetujui untuk membantu Rei menggagalkan pernikahan Radit dan Rania.


Rei yang sudah mengumpulkan semua bukti kejahatan Riana sejak lama, berencana untuk memamerkan semua bukti kejahatannya dihari pernikahan Riana yang akan di gelar hari ini.


Dan hari ini Rania didandani dengan sangat cantik, sengaja untuk menyaingi mempelai wanita yaitu kembarannya sendiri.


Kedatangan Rania membuat Riana terkejut. Sebab yang ia tahu, Rania sudah menghilang dari permukaan bumi ini. Sayangnya di hari bahagianya Rania datang dengan tampilan dan versi dirinya yang baru.


"Apa yang terjadi? Kenapa Rania bisa datang ke sini?" Bisik Riana melalui panggilan telepon.


Ia menghubungi seseorang yang dulu diperintahkannya untuk membawa Rania pergi dari kehidupannya.


"Harusnya kamu menjaga agar Rania tetap menderita dan tidak pernah menampakkan diri di hadapanku lagi, brengsek!" Teriak Riana murka.


Ia bahkan sampai membanting hpnya ke lantai hingga hancur berserakan.


Sementara itu, di depan sana Radit sedang mengikrarkan janji suci mereka di depan penghulu.


Rei dan Rania pun mulia melaksanakan rencana mereka.


Saat akad berlangsung, Rei pergi ke belakang. Ia berencana memberi kejutan untuk hari bahagia calon kakak iparnya itu.


Rei menyiapkan layar yang nanti akan menampilkan video yang akan di putar disana saat pesta berlangsung dalam beberapa saat lagi.


Sedangkan Rania duduk manis menyiapkan diri untuk menyambut kedatangan mempelai wanita. Terlebih karena memang Rania adalah satu satunya keluarga dari mempelai wanita.


Beberapa bridesmaid menjemput Riana. Dan saat mereka tiba di ruangan Riana, ia sudah kembali tersenyum seakan tidak terjadi apa apa. Ia melangkah dengan anggunnya menuju pelaminan.


Saat kakinya menginjak karpet merah yang akan mengantarnya bertemu sang suami, matanya langsung menatap senyum manis Rania yang senantiasa melihat padanya.


"Apa yang akan kamu lakukan Rania? Aku tidak akan mengampunimu jika kamu berani menghancurkan hari bahagiaku." Bisiknya dalam hati sambil menatap lekat mata Rania yang juga menatap padanya.


Riana kembali melangkahkan kakinya perlahan tapi pasti, hingga akhirnya ia tiba di depan suaminya. Tangan Radit langsung menggenggam erat jari jemari tangan Riana. Lalu, Radit menggandeng istrinya itu melangkah menuju pelaminan mereka.

__ADS_1


Pada saat itulah, MC mengatakan bahwa akan ada persembahan hadiah dari adik kandung mempelai pria yaitu Reynaldo.


Langkah Radit dan Riana berhenti tepat di depan layar yang mulai menyala dan memperlihatkan video video Rumi dan kebersamaannya bersama Riana ibu sambungnya.


"Terimakasih, Rey!" Seru Radit merasa terharu dengan persembahan hadiah dari adiknya itu.


Riana ikut tersenyum dan mengucapkan terimakasih pada adik iparnya itu dalam hati.


Namun, tidak berselang lama video itu terus berputar dan menayangkan foto foto saat Riana bermesraan dengan seorang pria dan juga foto dirinya yang tengah hamil sedang bersama mantan istri Radit terdahulu.


"Apa apa an ini. Hentikan video nya!" Teriak Radit.


Ia hendak menarik layar putih yang memutar video masa lalu istrinya itu. Namun, video berikutnya terus berlanjut.


Video kali ini adalah perbincangan mantan istri Radit dengan Riana yang sedang berada di rumah sakit.


"Sesaat setelah bayiku lahir, maka bayi ini akan langsung menjadi milikmu." Ucap Riana dalam video itu.


"Lalu, bagaimana denganku? Dokter akan langsung tahu bahwa aku hanya pura pura hamil." Ujar Mantan istri Radit.


Mendengar itu Radit menghentikan langkahnya. Ia menatap jelas wajah wanita yang dulu sangat dicintainya itu bahkan sampai sekarang.


"Riana! Jelaskan apa maksud semua ini?" Tanya Radit pada Riana.


"Maafkan aku mas. Tapi…"


"Kenapa kamu tega Riana..." Teriak Radit murka.


Sebentar ia menatap kearah Rumi yang digendong oleh pengasuhnya.


"Rumi itu bukan darah gadingku? Itukah maksud dari video ini."


Radit menatap mata Riana lekat lekat.


"Dasar wanita pembohong." Radit merasa seakan dunianya hancur.

__ADS_1


Melihat keadaan Radit, membuat Rei langsung menghampiri kakaknya.


"Mas…" Rei langsung memapah tubuh Radit yang mulai gemetar hebat menahan amarah dan emosinya yang semakin meluap.


"Pernikahan kita batal. Aku ceraikan kamu hari ini juga Riana." Ucap Radit sebelum akhirnya ia pergi dari aula pernikahannya itu.


Riana terduduk lemas dilantai sambil mere mas kuat gaunnya.


Tamu tamu yang hadir, mulai berbisik mengejeknya. Kemudian mereka pun ikut meninggalkan aula pernikahan itu.


Pada saat itulah Rania menghampirinya. Rania duduk di sebelahnya dan berbisik…


"Sakit yang kamu rasakan hari ini belum sepadan dengan rasa sakit dan perihnya hatiku saat kamu mengambil paksa janin yang tumbuh di rahimku, Riana."


Riana tidak berkutik. Ia masih terdiam, sementara air matanya mulai menetes.


"Harusnya kita saling melindungi satu sama lain. Tapi, apa boleh buat. Kamu yang memulai perang ini lebih dulu."


"Aku tidak pernah membayangkan suamiku direbut oleh kembaranku sendiri." Lanjut Rania.


Rania terus berucap mengatakan segala yang selama ini ia tahan dalam hatinya.


"Kali ini, aku yang akan memilih untuk memutuskan hubungan diantara kita." Rania menarik paksa pergelangan tangan Riana.


Ia tiba tiba menyayat pergelangan tangan Riana menggunakan pisau makan yang ia dapat entah dari mana.


"Aarrghhkk…" Teriak Riana merasakan perih dan sakit ketika pergelangan tangannya terkoyak dan mengeluarkan darah yang banyak.


"Selamat tinggal Riana." Bisik Rania.


Ia meletakkan pisau itu di dekat Riana, lalu ia melangkah pergi meninggalkan Riana yang masih meraung raung kesakitan.


Rania melangkah dengan anggun sambil tersenyum bak seorang sikopat yang merasa bahagia saat berhasil melumpuhkan mangsanya.


"Aku adalah Rania. Dan memang sejak awal aku adalah Rania!" Ucap Rania sambil tersenyum.

__ADS_1


Senyuman Rania sangat menakutkan, jika saja ada yang sampai melihat senyuman itu.


......


__ADS_2