Suamiku Direbut Kembaranku.

Suamiku Direbut Kembaranku.
Menyingkirkan


__ADS_3

Tubuh Rania ambruk. Dia pingsan setelah berteriak sangat keras pada Riana.


"Sayang, maafkan aku." Dimas memangku kepala Rania dan mengelus perut Rania.


"Ini hukuman karena kamu menghamili Rania, Dim."


"Apa maksudmu Riana."


Riana melangkah mendekati tubuh tidak sadarkan diri Rania. Lalu, dia menarik wajah Dimas mendekat padanya dan menyatukan bibirnya dengan bibir Dimas. Dimas hendak menolak dan mendorong tubuh Riana tapi tidak bisa, karena ternyata Riana jauh lebih kuat darinya.


"Kamu harus memilih antara dua, sayangku." Melepaskan Dimas.


"Aku membencimu Riana. Kamu menakutkan." Ucap Dimas dan mencoba menarik tubuh Rania menjauh dari Riana.


"Ups, kamu baru tahu ya sayang. Aku adalah nenek sihir yang jahat yang menginginkan Rania merasakan segala macam penderitaan dalam hidupnya."


"Aku tidak akan pernah membunuhnya. Aku hanya bahagia saat melihat Rania menderita. Itulah tujuanku menjadikan kamu milikku." Menatap tajam mata Dimas.


"Oh bukan. Kamu bukan milikku, tapi alat untuk menghancurkan Rania." Bisiknya.

__ADS_1


"Jangan sakiti Rania. Aku akan melakukan apapun asalkan jangan menyakiti Rania." Dimas memohon berlutut dihadapan Riana.


"Mudah saja. Gu gu rkan anak yang ada di perut Rania. Karena kamu tidak boleh memiliki anak dari wanita manapun kecuali aku, lalu ceraikan Rania."


"Atau, habisi saja Rania dan bayinya dihadapanku sekarang." Riana tersenyum setelah mengatakan itu pada Dimas.


Apapun pilihan Dimas, semuanya akan menyakiti Rania. Dimas sempat berpikir untuk mengambil pilihan kedua lalu ikut bunuh diri. Tapi, dia tidak bisa melakukan itu pada Rania. Namun, pilihan pertama sangat menyakitkan.


"Pilihlah, Dim. Aku hanya bisa bersabar selama beberapa menit saja. Jika sabarku habis, aku akan menghancurkan kaki dan rangan Rania, supaya dia lumpuh, kehilangan bayinya dan suaminya sekaligus." Ujarnya bangga.


"Bagaimana kalau aku tidak memilih apapun."


Dimas tidak tega jika sampai wanita sebaik Rania di siksa oleh Riana.


"Aku memilih pilihan pertama. Puas." Teriak Dimas emosi.


"Sangat puas saat ini, sayangku. Tapi, aku sedih karena kamu memilih menyelamatkannya." Mengelus wajah Dimas yang menatap takut dan benci padanya.


Riana merasa sedih karena Dimas masih melindungi Rania disaat saat genting sekalipun.

__ADS_1


"Baiklah, aku akan mengabulkan keinginanmu." Riana memanggil dokter kandungan suruhannya untuk men ga b or si bayi dalam perut Rania.


Dimas hanya diam melihat apa yang dilakukan oleh dokter itu pada Rania. Air matanya menetes saat janin yang sudah berbentuk bayi mungil itu dikeluarkan secara paksa oleh wanita yang berkedok dokter kandungan itu.


"Dim, urus surat cerai kalian. Kamu bisa membuat seolah Rania yang menggugat. Aku sudah menyiapkan berbagai alasan perceraian kalian. Contahnya seperti Rania berselingkuh atau mungkin kabur dengan laki laki lain." Ujar Riana seenaknya. Lalu dia tertawa bahagia merasa menang karena bisa memproduseri dramanya endiri.


"Apa maksudmu, Riana?"


"Aku sudah mempersiapkan semuanya sayangku. Jadi, kamu hanya tinggal melaksanakan apa yang aku perintahkan." Tegasnya berbisik di telinga Dimas.


Setelah janin di ke lu arkan dari rahim Rania, dokter itu meminta seorang pria membawa tubuh Rania keluar dari rumah itu.


"Mau kamu kemanakan Rania, hah?" Bentak Dimas.


Riana tidak bisa dibentak, saat Dimas membentaknya dia langsung memukul tengkuk leher Dimas hingga Dimas pingsan dan jatuh begitu saja ke lantai.


"Aku akan mengirim istri kesayanganmu itu ke tempat yang jauh. Lalu, aku akan memotret banyak foto perselingkuhannya dengan pria ganteng itu." Riana tersenyum menatap kepergian Rania yang dibawa oleh pria suruhannya.


Pria itu akan melakukan adegan perselingkuhan pura pura dengan Rania hanya untuk mengabadikan beberapa foto demi kepentingan Riana untuk menyingkirkan kembarannya yang menurutnya mulai berani menantang dan menghalangi permainannya.

__ADS_1


__ADS_2