
Dan acara berjalan lancar jastyn dan wulan sudah sah menjadi suami istri.
Keluarga wulan berpamitan untuk pulang lebih dulu karena harus pulang ke Bogor.
Sedangkan wulan langsung ikut bersama jastyn ke rumah Ibu sonya.
Dengan gaun pengantin wulan pulang ke rumah jastyn untuk pertama kalinya menjadi seorang istri dari seorang pengusaha ternama di kota jakarta.
Sesampainya di rumah jastyn, bik sumi asisten rumah tangga jastyn menyambut kedatangan wulan dengan berbagai makanan kesukaan jastyn dan wulan.
Dan bik sumi memberi kejutan dengan menghias kamar jastyn dengan taburan bunga mawar yang indah dan wangi.
Wulan memasuki rumah jastyn dengan perasaan bahagia karena cita cita nya menjadi orang kaya dan membahagiakan org tua tanpa kekurangan sudah tercapai.
"Silahkan masuk Nona dan tuan muda." Ucap bik sumi sambil membuka pintu rumah lebar lebar.
"Makasih bik.." Ucap wulan dan juga jastyn.
Jastyn dan wulan langsung masuk ke kamar untuk bersih bersih, sedangkan Ibu sonya duduk diruang tengah sembari meminta teh hangat pada bik sumi.
Ibu sonya sangat terpukul dengan kelakuan suaminya yang meninggal kan acara pernikahan jastyn tanpa memikirkan perasaan dirinya dan juga jastyn, yang iya peduli hanya Ratih istri siri nya.
__ADS_1
****
Wulan duduk di sofa seperti org asing yang tak tau harus bagaimana, jastyn menatap manja wajah wulan yang terlihat sangat capek dan lelah.
"Hei sayang kamu kenapa capek ya.?? Tanya jastyn mendekati wulan yang sedang duduk.
" Iya aku capek banget."saut wulan dengan suara manja.
"Ya udah bersih bersih dulu sana aku sudah sediain baju ganti buat kamu." Suruh jastyn pada istri nya yang baru saja dinikahi.
Dan wulan langsung ke kamar mandi untuk membersihkan seluruh tubuh nya, sedangkan jastyn bersih bersih dikamar mandi tamu karena keburu malam untuk makan malam bersama.
Dan setelah beberapa menit menunggu wulan tak kunjung keluar dari kamar mandi akhirnya jastyn mengetuk pintu kamar mandi untuk memanggil wulan.
"Iya yang aku belum selesai soalnya mek upnya tebel banget jadi aku susah untuk ngebersihin nya." Saut wulan dari dalam kamar mandi.
"Ya udah buka dulu pintu nya biar aku bantu bersihin." Ucap jastyn sembari menunggu dari balik pintu.
"Tapi aku belum pake baju sayang.." Ucap wulan dengan suara nya yang bikin
Menggoda.
__ADS_1
"Ya nggak apa apa kan sekarang kita udah Jadi suami istri masak masih malu malu." Ucap jastyn ngegoda wulan.
"Iya sih, tapi aku masih malu."
"Udah buka aja biar cepet selesai kasian mama sudah nungguin kita dari tadi." Ucap jastyn ngebujuk wulan agar dibukain pintu."
"Ya sudah." Saut wulan dan membuka pintu kamar mandi secara perlahan.
Jastyn tercengang matanya tak berkedip melihat tubuh wulan yang hanya mengenakan sehelai handuk putih yang menutupi sebagian tubuh nya, jastyn langsung masuk dan mendekati wulan dengan perasaan jantung yang berdetak kencang.
Jastyn mengambil sebuah tisu untuk membantu membersihkan mek up dari wajah wulan, jastyn mulai membersihkan sebagian wajah wulan sambil tangan satunya meraba ke beberapa tubuh wulan dan jastyn mendorong wulan sampai ke tembok dan menciumi bibir mungilnya nya yang masih di tebali oleh lipstik yang masih menempel di bibir wulan.
Wulan tak kuasa menahan beban jastyn yang mendekapnya dan menciumi nya dengan penuh nafsu dan nafas yang terdengar ditelinga jastyn membuat nya semakin menggigit bibir wulan dengan nafsu yang memuncak.
Tapi tak berapa lama Ibu sonya memanggil jastyn dengan pintu kamarnya.
"Jastyn, wulan ayo makan dulu keburu dingin makanan nya." Panggil Ibu sonya dengan suara tak bersemangat.
"Iya ma sebentar lagi." Saut jastyn dengan berteriak.
"Udah dulu nggak enak di tunggu mama." Ucap wulan mendorong tubuh jastyn dari tubuh nya.
__ADS_1
"Heemmm maafin aku ya sayang mungkin aku belum bisa membuat mu bahagia di malam penganten kita." Ucap jastyn di telinga wulan.
"Ya udah aku kita makan dulu kasian mama." Ucap wulan dan membersihkan seluruh tubuh nya.