
Suster Nayla pergi bersama mala ketempat yang sudah di tentukan oleh mala.
Mala dan suster Nayla pergi kesebuah kedai kopi untuk sekedar ngopi dan disana sudah ada teman laki-laki mala yg sudah menunggu nya beberapa saat yang lalu.
"Hei firman.." Panggil mala pada teman laki-laki yang mau dikenalin pada Nayla.
"Mala.." Saut firman dari jauh sambil melambaikan tangannya.
"Udah lama..?? Tanya mala pada firman.
" Nggak juga."jawab firman sekedar nya.
"Oh iya kenalin ini temen aku namanya Nayla." Ucap mala pada firman.
"Oh iya kenalin firman prasasti biasa dipanggil firman."
"Nayla.." Saut Nayla dengan wajah datar.
Dan setelah beberapa saat berbincang bincang tak di sangka ada jastyn dan wulan sedang lewat di depan meja mala dan Nayla yang sedang duduk untuk ngopi di tempat itu juga.
Tapi saking asiknya ngobrol tak keliatan kalau sedang ada jastyn dan wulan sedang mencari tempat duduk.
"Hei wulan.." Sapa firman yg ternyata adalah sepupu wulan.
"Firman..?? Ucap wulan dengan wajah kaget nya.
__ADS_1
" Mau ngopi.?? Tanya firman pada wulan.
"Iya tapi nggak ada tempat kosong." Saut wulan tak memperhatikan kalau disebelah firman ada suster Nayla yg tidak di sukainya.
"Udah gabung di sini aja boleh nggak mala.?? Tanya firman pada mala.
" Iya nggak apa apa."saut mala.
Suster Nayla masih menundukkan kepalanya karena tak menyangka akan satu meja dengan jastyn laki-laki yang sedikit menguasai hati nya.
"Beneran nggak apa-apa memang nya aku dan suamiku nggak ganggu kalian."
"Nggak apa apa mbak duduk aja," Ucap mala menyuruh pada wulan.
"Nggak apa apa sayang kita duduk disini soalnya semua tempat duduk pada penuh." Ucap wulan yang masih berdiri.
"Kayaknya kenal dengan perempuan ini tapi siapa ya.?? Ucap batin jastyn bingung.
" Sayang..kok bengong."ucap wulan menepuk pundak jastyn.
"Iya iya sayang kita duduk sini." Saut jastyn kaget dengan tepukan wulan.
Dan wulan langsung duduk tanpa menyapa disebelah firman seorang wanita yang sedang menunduk yang tak lain adalah suster Nayla.
Hem betapa terkejutnya wulan setelah melihat kalau ternyata yang duduk disebelah pas dekat jastyn adalah suster Nayla yang tidak disukainya.
__ADS_1
"Kok kamu..?? Sapa wulan pada Nayla dengan wajah meringis dan hidung yang mecicing keatas.
Wulan hanya menundukkan kepala nya tanpa menjawab apa apa.
Wulan terlihat sangat kaku dan kesal setelah melihat keberadaan suster Nayla apa lagi bersebelahan dengan jastyn suaminya.
"Apaan sih suster ini kok malah berdekatan gitu sama suami ku, hem gimana aku mau pindah udah terlanjur lagi nggak ada tempat duduk lain." Ucap batin wulan ngedumel sembari celingak celinguk melihat meja yang kosong.
"Kenapa sayang, apa kamu nggak suka tempat nya." Tanya jastyn pada wulan yang terlihat sangat gelisah.
"Nggak apa apa aku suka, ya sudah pesan kopi terenak disini." Ucap wulan mengalihkan pandangan jastyn pada suster Nayla.
"Sekarang kamu tinggal di mana lan..?? Tanya firman pada wulan.
" Aku sekarang ikut suami ku tidak ngekos lagi.."saut wulan dengan manjanya sembari memeluk jastyn.
"Ooh enak sekarang kamu ya jadi kaya mendadak." Ucap firman ngeledek.
Dan wulan memesan kopi tanpa menghiraukan omongan firman.
Jastyn diam sesekali melirik suster Nayla yang ada dideket nya.
"Oh iya lan ini suster Nayla temen mala." Ucap firman."
"Em aku sudah tau." Saut wulan dengan juteknya.
__ADS_1
"Kok gitu respon kamu lan, memang nya kamu kenal di mana.??
" Ya ada alah udah nggak usah bahas Nayla mending bahas yang lain."ucap wulan dengan nada jutek.