
Setelah sampai di rumah sakit tak di sangka pas nyampe lobby rumah sakit Nayla lewat bersama pasien nya yang sedang di jaganya, saat itu Nayla fokus pada pasien yang sedang di dorong nya tak memperhatikan Justin lewat di sampingnya bersama wulan,
Justin tak menoleh hanya melirik nya sekilas karena takut wulan marah atau cemburu.
"Awas aja kalau masih ngomong sama Nayla." Ucap wulan dengan wajah di Tekuk.
"Nggak sayang.." Jawab Justin dengan suara ngerayu.
Justin dan wulan melanjutkan ke kamar papanya yang ada di lantai dua rumah sakit.
Sesampainya di kamar papanya, Justin begitu terkejut melihat kemesraan papa dengan mamanya yang tak seperti biasanya. Sedangkan Ratih menatap dengan tetesan air mata di pipinya karena tak di ingat sama pak winata sebagai istri keduanya yang di ingat hanya sonya sebagai istri yang di cintai nya seperti pertama bertemu.
"Pagi.. Ucap wulan dan Justin saat membuka pintu kamar papanya.
" Hai sayang Justin wulan, papa sudah siuman."ucap Ibu sonya dengan perasaan bahagia nya.
Ratih hanya bisa menatap dan melihat kemesraan keluarga suaminya yang ada di hadapannya, Ratih tak bisa berbuat apa apa dengan hilangnya ingatan suaminya, Ratih hanya bisa pasrah dan menerima dengan keadaan mungkin suatu hari nanti suaminya bisa mengingatnya kembali.
__ADS_1
"Tante maafin papa ya, tante yang sabar papa pasti inget tante lagi." Ucap Justin mendekati Ratih yang sedang bersedih melihat suaminya.
"Iya Justin makasih sudah menenangkan hati tante." Jawab Ratih sambil menghapus air matanya.
"Iya sama sama tante." Saut Justin.
"Justin ngapain kamu deket deket pelakor itu, papamu aja sudah lupa dengan Ratih, kamu nggak usah berharap suami ku bisa ingat kamu lagi karena aku akan membuat suami ku melupakanmu selama nya." Ucap sonya dengan nada kasar.
"Mama jangan bicara seperti itu, kita fokus aja sama kesembuhan papa." Ucap Justin.
"Justin sini mama nggak suka kamu deket deket sama dia," Ucap sonya dengan menarik tangan Justin.
" Iya papa ingat, terus ini siapa.?? Tanya pak winata dengan menatap wulan yg berdiri di sebelah Justin.
"Ini menantu kita pa, istri Justin." Jawab ibi sonya.
"Ooh Justin sudah punya istri.?? Ucap pak winata dengan tatapan tanda tanya saat melihat ke arah Ratih yg masih mengalirkan air mata di pipinya.
__ADS_1
" Papa istirahat aja ya biar cepet sembuh dan bisa pulang ke rumah."ucap Justin.
"Ma itu siapa.?
Kenapa dari tadi dia bilang istri papa.?
" Dia itu cuma ngaku ngaku istri papa, papa ingatkan kan kalau mama adalah istrinya papa.?? Ucap Ibu sonya mencoba membuang Ratih dari pikiran suaminya.
"Iya papa inget sekali pas kita nikah dan punya anak Justin, tapi kenapa papa nggak inget sama istri Justin.??
" Ooh itu cuma sementara aja kok pa.."saut Ibu sonya.
Lalu Ibu sonya mendekati Ratih yang masih duduk di sofa menunggu suaminya yang mungkin bisa ingat pada dirinya.
"Hai pelakor sekarang kamu keluar dari kamar ini dan aku minta jangan pernah muncul lagi di hadapan suami ku paham..!!! Ucap Ibu sonya dengan gertakan dan suara bisik bisik di telinga Ratih.
"Ratih diam sejenak tak menghiraukan ucapan sonya yang menggertak diri nya, malah Ratih mendekati pak winata yang sedang menatap pada diri nya.
__ADS_1
" Mas.. Maafin aku ya, aku nggak bisa menjaga dan melayani mu layaknya seorang istri, aku do'akan semoga kamu cepat sembuh dan bisa ingat aku lagi sebagai istri mu, mas aku pulang dulu ya nanti aku datang ke sini lagi untuk melihat keadaan mu."ucap Ratih sambil tersedu-sedu di dekat pak winata.
"Sudah sudah sekarang kamu keluar dan tinggal kan tempat ini dan nggak usah perduli kan suamiku lagi." Ucap Ibu sonya menarik tangan Ratih yang masih menempel di tangan pak winata.