
Justin masuk lagi ke kamarnya untuk melihat istri nya yang Justin belum tau apa yang membuatmu istrinya segitu marahnya terhadap diri nya.
Setelah beberapa menit akhirnya wulan keluar dari kamar mandi dan mengambil koper untuk pergi dari rumah Justin.
"Sayang kamu mau kemana kok masukin baju ke koper.?? Tanya Justin kaget melihat istri nya.
" Aku nggak mau tinggal sama orang yang suka berbohong dan selingkuh. "
"Maksudnya kamu apa sayang..??
Tanya Justin memegang tangan istri nya.
" Apa kamu belum sadar tentang kesalahan kamu.!! Ucap wulan sambil berteriak di hadapan muka Justin.
"Apa salah ku coba jelaskan. " Saut Justin.
"Kenapa kamu satu mobil dengan Nayla kenapa Hahh kenapa..?? Tanya wulan dengan emosi yang meledak ledak.
__ADS_1
" Sayang tenang dulu aku jelasin sama kamu, aku nganterin tante Ratih ke rumah nya karena dia tadi sempat mau pingsan, aku nggak tau kalau Nayla ikut dengan tante Ratih."ucap Justin pada istri nya yang sudah tidak bisa mengontrol emosi nya.
"Kenapa kamu bilang ada urusan kenapa nggak jujur aja kenapa..???Saut wulan dengan suara berteriak.
" Sayang kalau aku jujur tadi kan ada mama di samping kamu, kalau mama tau pasti mama marah kalau aku nganterin tante Ratih pulang."ucap Justin sekuat tenaga menjelaskan tapi wulan sudah terlanjur cemburu, wulan membuang semua barang yang ada di dekatnya,
"Aku kan sudah bilang tadi pokoknya jangan bicara atau berhubungan apa pun dengan Nayla tapi kenapa kamu malah satu mobil padahal kamu sudah tau Ratih pulang bersama Nayla, apa kamu nggak punya pikiran untuk mencari kan taksi buat mereka." Ucap wulan dengan tangisan nya yang mengaliri semua wajah nya.
"Sayang maafin aku, aku janji tidak akan mengulangi lagi aku mohon maafin aku ya plisss." Ucap Justin terus berusaha menenangkan perasaan istri nya yang masih marah terhadap dirinya.
"Aku kan sudah bilang sama kamu aku nggak suka Sama Nayla tapi kenapa kamu masih berhubungan dengan nya." Ucap wulan yang masih dalam tangisan nya, tapi Justin terus memeluk nya dan menahan emosi nya,
Akhirnya wulan luluh dengan pelukan Justin yang begitu hangat dan tulus.
"Sayang aku Juga minta maaf mungkin rasa cemburu ku ke terlaluan sama kamu." Ucap wulan dalam pelukan Justin.
"Iya aku juga salah, sekarang kamu istirahat ya aku mau ke kantor dulu soalnya Hari ini ada meeting." Ucap Justin.
__ADS_1
"Iya sayang." Saut wulan dengan manja.
"Nanti malam kita makan malam di luar ya." Ajak Justin dengan rayuan mesra.
"Beneran sayang.??
" Iya beneran kamu yang cari tempat nya terserah di mana aja yang kamu seneng."ucap Justin pada wulan yang mulai senyum lebar.
"Oke sayang." Jawab wulan dengan senyum bahagia.
Akhirnya Justin ke kantor melanjutkan pekerjaan nya yang sempet di tinggal nya.
Keesokan harinya Ratih ikut bersama Nayla ke rumah sakit untuk menengok keadaan pak winata.
Sesampainya di rumah sakit Ratih langsung menuju ke kamar pak winata bersama Nayla, dan kebetulan di kamar itu ibu sonya sedang keluar, pak winata hanya sendiri melamun.
Ratih langsung masuk ke kamar suaminya di rawat dan Nayla membiarkan tante nya menemui pak winata sendiri karena mau memberi kesempatan berdua pada Ratih dan Nayla menunggu di depan kamar untuk berjaga jaga takut sonya datang secara tiba2.
__ADS_1
"Mas.. Gimana keadaan kamu mas.?? Tanya Ratih pada suaminya dengan air mata yang ber kaca kaca di matanya karena tidak sanggup melihat suaminya yang lupa pada dirinya.