
Sedangkan Nayla masih kepikiran pada jastyn karena takut menganggap Nayla juga menyembunyikan tentang pernikahan papanya dengan tantenya Ratih.
"Gimana ya kabar jastyn dengan keluarga nya apa mereka semua baik baik saja aku takut jastyn dan ibunya juga salah faham terhadap ku, aku takut mereka mengira kalau aku menyembunyikan semuanya, apa aku telpon jastyn aja ya.?? Tapi aku harus ngomong apa??
Aku juga bingung, ya udah lah biar pikiran ku tenang mending telfon aja deh.." Ucap Nayla bicara sendiri di dalam kamarnya, karena Ratih belum pulang dari restoran tadi.
Kring.. Kring.. Bunyi ponsel jastyn.
"Iya hallo siapa?? Tanya jastyn pada Nayla.
" Maaf sebelumnya aku ganggu pak jastyn, saya suster Nayla mau nanya gimana kabar keluarga pak jastyn.??
"Dari mana kamu dapat nomerku.??
" Maaf Pak saya dapat dari ibu sonya kemarin pas waktu di rumah sakit."jawab Nayla dengan pelannya dan suara yang gemeter.
"Oohh, ada apa kamu nanya nanya masalah keluarga ku itu semua bukan urusan mu, dan saya peringatkan ya sama kamu gara gara keluarga kamu, keluarga ku jadi berantakan, papaku pergi meninggalkan mamaku demi bersama ibumu yang sok baik itu."
Ucap jastyn dengan kasarnya dan nada tinggi.
"Tapi maaf ya sebenarnya, Ratih itu bukan orang tua ku tapi dia adalah tanteku yang tinggal bersama ku di sini, dan masalah pernikahan papamu dan tante Ratih aku juga baru tadi pas direstoran karena sejak Tante Ratih menikah dengan papamu dia jarang pulang, tante Ratih tinggal di apartemen bersama papamu, jadi tolong jangan sangkut pautkan aku dengan masalah keluarga mu." Saut Nayla dengan tegasnya tanpa rasa takut jastyn.
"Aahh sudah sudah aku nggak percaya sama cerita kamu, kamu pasti mengarang cerita biar kamu nggak di benci sama keluarga ku." Ucap jastyn dengan sinisnya.
__ADS_1
"Itu terserah pak jastyn mau percaya apa nggak..yang penting saya sudah menjelaskan semuanya, lagian nggak ada untungnya buat saya untuk mengarang cerita dasar tuan arogan. " Ucap Nayla dengan jutek nya.
"Heii mis jutek apa kamu bilang..aku tuan arogan.??
" Iya dasar arogan. "Ucap Nayla lalu mematikan ponselnya.
" Heii mis jutek hallo hallo."panggil jastyn dalam telfon nya tapi Nayla sudah mematikan ponselnya terlebih dulu.
"Huuu dasar orang nggak punya perasaan di kasih penjelasan malah nyalahin orang lain. " Nayla ngedumel sendiri.
Dan suara ketukan pintu dari luar terdengar ke kamar Nayla yang sedang ngedumel sendiri.
Tok.. Tok.. Tok..
"Nay...ini tante tolong buka pintu nya" Panggil Ratih dari luar.
Lalu Nayla keluar Menuju pintu depan.
" Siapa.?? Ucap Nayla dengan rasa sedikit takut.
"Tante Nay.. Buka pintu nya." Saut Ratih dengan berteriak.
"Iya iya tante tunggu sebentar." Jawab Nayla lega karena ternyata adalah tantenya.
__ADS_1
Lalu Nayla membuka pintu dengan cepat karena suara tantenya sudah berteriak teriak.
"Duhh Nay.. Lama banget sih buka pintu nya tante sampai kram nungguin kamu." Ucap Ratih dengan suara resah.
"Tante dari mana kok baru pulang.??
" Tante dari restoran mampir ke apartemen tante dulu soalnya ada barang tante yang mau di ambil."saut Ratih sambil merebahkan tubuh nya di sofa.
"Terus pak winata kemana.?? Tanya Nayla dengan nada serius.
" Katanya sih mau pulang ke rumah nya."saut Ratih.
"Tante udah telpon pak winata kalau dia sudah nyampe ke rumah nya.??
" Ya nggak Nay, karena dia melarang tante untuk nelpon dia kalau sedang di rumah nya."saut Ratih dengan santainya.
"Oohh.." Jawab Nayla.
"Kenapa sih Nay kamu kok kayaknya kepo banget.??
Tanya Ratih dengan tatapan tajam.
" Ya nggak apa sih tan cuma Nay kepikiran aja sama keluarga nya pak winata setelah tau tentang pernikahan tante."
__ADS_1
"Memang nya sedeket apa sih kamu sama keluarga winata kok sampai khawatir gitu.?
" Ya nggak deket tante cuma kenal biasa aja karena jastyn pernah masuk rumah sakit dan aku yang merawat nya."saut Nayla dengan menaikkan kedua alisnya.