Suamiku Pria Impoten

Suamiku Pria Impoten
episode 31


__ADS_3

Dan pagi itu sinar matahari sedang bersedih karena diganti dengan turun nya hujan lebat disertai petir yang terdengar sangat mengguncang bumi membuat perasaan jastyn saat itu semakin sedih mengingat istri nya yang jadi pelampiasan nafsu yang tak tersampaikan.


Jastyn berdiri di jendela yg mengarah ke taman belakang rumah sembari memandangi bunga yang bergoyang goyang karena di jatuhi air hujan yang sangat deras, membuat jastyn teringat pada kondisi diri nya saat ini yang selalu mengeluh karena ketidak sempurnaannya sebagai laki-laki.


Wulan yang tadi nya sedang menyiapkan sarapan buat keluarga nya mencoba mendekati jastyn you sedang melamun di jendela kamarnya.


"Sayang sedang apa?


Jangan diam di sini petirnya kenceng sekali dan takutnya nanti kamu masuk angin lagi." Ucap wulan yg sedang menempelkan wajahnya ke bahu jastyn.


"Lagi liat bunga sayang, bunga nya mungkin capek karena terus bergoyang karena kejatuhan air hujan, apa mungkin suatu saat kamu akan capek menemani aku yang seperti ini.?? Tanya jastyn tanpa melihat ke arah wulan yang ada di pundaknya.


" Ngga bakalan sayang aku akan menemani kamu sampai kita tua nanti, karena aku menikah dengan kamu adalah pilihan ku sendiri bukan paksaan. "Jawab wulan dengan perasaan cinta nya terhadap suaminya yang baru dinikahi dua hari lalu.


Lalu jastyn membalikkan badannya dan memeluk wulan dengan eratnya sembari meminta maaf atas kejadian semalam.


" Sayang istri ku maafin aku ya karena semalam aku nggak bisa ngontrol emosi aku, karena sebenarnya aku hanya ingin kamu bahagia mendapatkan layaknya seorang istrinya tapi aku hanya laki-laki yang tak berguna yang sebenarnya tak pantas mendapat perempuan mana pun."ucap jastyn dengan rasa yang iya rasakan.


"Udah sayang jangan bilang gitu karena kebahagiaan ku bukan cuma itu saja tapi rasa sayang dan perhatian mu akan membuat ku selalu menjadi orang paling beruntung di dunia ini,dan mungkin ini adalah ujian bagi kita agar kita senantiasa mengingat yang maha besar yaitu Allah." Saut wulan dengan suara manja dan senyuman.


Jastyn terus memeluk wulan dengan eratnya karena merasa dirinya beruntung mempunyai istri sebaik dan sepengertian wulan.

__ADS_1


"Jastyn.. Wulan..ayo sarapan dulu papa udah nungguin." Panggil ibu sonya pada anak dan menantu nya.


"Iya ma." Saut jastyn dengan sedikit ber teriak.


Lalu jastyn dan wulan keluar dari kamai untuk sarapan di pagi itu.


"Aku ambilin ya sayang." Ucap wulan sembari mengambil yang ada di depan jastyn.


"Iya sayang makasih ya.." Jawab jastyn dengan senyuman bahagia.


"Jastyn hari ini kamu ke kantor kan.??


Tanya papa nya pada jastyn.


"Loh kenapa.??


" Buat apa pa kalau keadaan jastyn aja seperti ini."ucap jastyn sambil makan nasi goreng buatan istri nya.


"Iya nggak apa apa, bulan madu bukan cuma itu tujuan nyA kamu bisa refresing dan jalan jalan bersama wulan menghilangkan penat yang ada." Saut pak Winata dengan bola mata mengarah ke jastyn.


"Mama setuju sama jastyn mending cari kesibukan yang lain sambil nyari dokter buat pengobatan jastyn." Saut ibu sonya mendukung keputusan jastyn.

__ADS_1


"Ya udah terserah." Jawab pak Winata dengan cueknya.


"Wulan mama ke butik dulu ya, kalau jastyn kerja kamu mending di rumah aja masak buat jastyn buat makan siang." Ucap Ibu sonya pada menantunya.


"Iya ma." Jawab wulan.


"Ya udah nanti anterin ke kantor ya sayang sama pak Andi, kita makan bareng." Ucap jastyn sembari memegang tangan Wulan.


"Iya sayang nanti aku masakin kesukaan kamu."


"Memang nya kamu tau apa makanan kesukaan aku." Saut jastyn ngeledek.


"Eemm tinggal nanya mama atau bik sumi aja." Jawab wulan dengan senyum lebar.


"Ya sudah papa berangkat dulu ya, mama berangkat sama papa.??


" Ngga usah pa kan papa masih mau mampir mampir."ucap Ibu soal dengan lirikan tajam.


"Memang nya papa mau mampir ke siapa.?? Tanya jastyn.


" Ngga usah dengerin mama mu papa berangkat dulu, kalau wulan masak banyak jangan lupa ya bawain papa juga."ucap pak Winata Ngebercandain menantunya.

__ADS_1


"Iya pa." Jawab wulan.


"Udah wulan ngga usah kamu masak buat jastyn aja dan nanti biar pak Andi pulang setelah nganterin mama ke butik." Ucap Ibu sonya lalu pergi ke butik.


__ADS_2