Suamiku Pria Impoten

Suamiku Pria Impoten
episode 9


__ADS_3

9


Keesokan harinya jastyn masuk lagi ke kantor dan jastyn mencoba menyingkirkan semua masalah nya yang ada pada dirinya dari pikiran nya.


"Pagi pak, bagaimana keadaan bapak hari ini.?? Tanya wulan sekertaris jastyn.


" Baik Alhamdulillah.. Cantik sekali kamu pagi ini.!! Rayu jastyn pada sekertaris itu.


"Bisa aja bapak.. " Jawab wulan salah tingkah dengan rayuan jastyn.


"Ada jadwal apa hari ini.." Tanya jastyn dengan tatapan bola mata yang yang melirik dari bawah sampai ke atas melihat kemolekan tubuh wulan yang langsing gemulai.


"Ada pak tapi nggak begitu padat."


" Hem..Bagaimana kalau nanti Siang kita makan bareng.? Ajak jastyn dengan rayuan gombal nya.


" Apa nggak ada yang marah pak kalau kita makan bareng.??


"Ngga ada yang marah yang penting nggak ketahuan hehehe 😂." Saut jastyn dengan candaan.


Dan jastyn masuk ruangan nya, dan tak berselang lama Sonia datang,


"Jastyn nya ada.?? Tanya Sonia pada sekertaris jastyn dengan tatapan jutek dan sinis.


" Ada bu, baru datang."jawab wulan tanpa menatap wajah Sonia karena terlihat sangat menyeramkan.


"Ya sudah aku langsung masuk..


" Tapi bu.. Ucap wulan tapi Sonia tidak mendengar kan ucapan wulan langsung main masuk aja,


"Jastyn sayang..!!! Panggil Sonia dengan senyum lebar, tapi senyuman itu berubah seketika setelah melihat keberadaan papanya jastyn diruangan itu.


" Sonia.. "Saut jastyn tanpa ekspresi, dan hanya melirik.


Karena jastyn masih kecewa dengan jawaban Sonia saat jastyn ngajak nikah.


" Jastyn jangan lupa sebentar lagi ada meeting.."ucap papanya jastyn sembari berdiri meninggal kan ruangan jastyn, dan hanya menoleh pada Sonia yang masih berdiri dekat pintu.


"Iya pa.. Saut jastyn yang masih didepan laptop nya mengerjakan kerjaan nya tanpa melihat ke arah Sonia.

__ADS_1


" Om.. Sapa Sonia saat papanya jastyn melewati nya.


"Em." Jawab papanya jastyn cuek.


Dan setelah papanya jastyn keluar Sonia langsung mendekati jastyn yang sedang sibuk bekerja.


"Sayang maafin aku.. Ucap Sonia sambil mengelus elus wajah jastyn, yu tak peduli dengan keberadaan Sonia di dekat nya.


" Maaf Sonia aku lagi sibuk sebntar lagi aku ada meeting Dan aku harus menyelesaikan Dokumen ini takut di tunggu papa."ujar jastyn sembari jari jemari nya mengetik huruf ke huruf.


"Kamu masih marah ya sama aku."? Tanya Sonia sambil memijit pundak jastyn dengan belain.


" Aku nggak marah sama kamu Sonia aku lagi sibuk saja,"ucap jastyn.


"Kalau nanti malam kita ngeded gimana.??


" Nggak bisa Sonia aku sibuk banget hari ini, mungkin aku lembur sampai malam."ujar jastyn menepis permintaan Sonia.


"Kenapa sih kamu jastyn itu nggak itu nggak mau, apa kamu sudah nggak sayang lagi sama aku." Tanya Sonia sembari membatingkan tubuhnya ke sofa dengan wajah cemberut.


"Kamu ngomong apa sih sayang bukan aku nggak sayang cuma aku lagi sibuk aja." Ucap jastyn.


"Kamu sekarang berubah nggak seperti dulu, coba kalau dulu ngajak kesitu langsung mau, minta ini itu langsung di turutin, hem kalau sekarang boro boro,


Dan wulan melirik Sonia yang sedang duduk di sofa. "Apa kamu lirik lirik aku." Ucap Sonia sembari melotot pada wulan.


"Maaf Bu..


" Sonia kamu mau nunggu di sini apa mau pulang, kalau mau nunggu aku pesenin minuman sama OB."ucap jastyn sembari membereskan Dokumen yang mau dibawa meeting.


"Ya udah aku pergi ke kantor dulu." Ucap Sonia meninggal kan ruangan jastyn.


Dan membuang muka pada wulan yang ngeliatin Sonia lewat di depan nya.


Dan tiba makan siang jastyn dan wulan makan siang bareng di restoran pilihan wulan, mereka berdua pergi bareng dari kantor, dan di lihat oleh papanya jastyn.


"Apa wulan mau ya menikah sama jastyn keliatan nya mereka berdua cocok." Ucap batin pak prawinata memandang kedekatan jastyn dan Wulan.


"Oh iya wulan dari tadi kok kamu diam saja.? Kenapa deg degan ya jalan sama pria tampan seperti ku." Ucap jastyn dengan rasa percaya diri nya ngegombalin wulan yang terlihat sangat gugup didepan jastyn.

__ADS_1


"Saya belum terbiasa jalan sama cowok pak..


" Jangan bilang pak dong kalau di luar kantor, bilang sayang apa jastyn gitu biar lebih akrab."ucap jastyn merayu wulan yang saat itu terlihat cantik dengan balutan baju berwarna hijau muda, rambut terurai lurus dan wajah putih seperti salju yang terasa dingin saat di sentuh. Membuat jastyn terpesona dan tak henti henti nya memandangi wulan yang salah tingkah.


"Baik Pak, eh jastyn.


Setelah beberapa menit berbincang-bincang ternyata Sonia datang ke restoran itu juga dengan putra, tapi jastyn belum sempat melihat putra, Sonia terlebih dulu melihat kebersamaan jastyn dengan sekertaris nya dan Sonia menyuruh putra untuk ngumpet dulu.


" Hem katanya sibuk ada meeting ternyata ini meeting nya dengan perempuan gatel ini."ujar Sonia sampai mau menampar wajah wulan tapi jastyn menepis nya dengan tangan nya.


"Sonia apa apa sih kamu, memang aku habis meeting dan makan siang di sini." Bentak jastyn dengan tangan masih memegang tangan Sonia takut menampar wulan kembali.


"Terus ngapain cewek gatel ini sama kamu.??


" Wulan kan sekertaris aku, wajar lah aku bareng dia, "ucap jastyn tak mau ketahuan kedekatan nya bersama wulan.


" Oh namanya wulan, sekarang kan udah selesai meeting nya, sekarang kamu boleh pulang biar aku yang nemenin pacarku makan siang."ucap Sonia sambil menunjuk pada wulan yang sedang duduk di sebelah jastyn.


"Baik bu.. Jawab wulan ketakutan dengan kecemburuan Sonia pada nya.


" Tapi aku sudah selesai makan Sonia, dan aku harus kembali ke kantor bersama wulan, karena dia perginya sama aku dan pulang nya juga sama aku."ucap tegas jastyn dan menarik tangan wulan pergi dari restoran itu.


"Jastyn jastyn.. Apa apaan sih kamu, aku ini kan pacarmu kenapa aku yang ditinggal." Panggil Sonia mencoba memberhentikan langkah jastyn yang terus berjalan tanpa menoleh lagi pada Sonia.


"Pak apa nggak keterlaluan pak jastyn meninggal kan Sonia begitu saja di restoran tadi." Ucap wulan menegur jastyn yang terus menggandeng nya sejak dari restoran tadi.


"Udah biarin aja, lagian aku udah nggak sayang lagi sama Sonia semenjak dia menolak di ajak menikah dengan ku." Ucap jastyn sembari membuka pintu mobil buat wulan.


Dan jastyn pun masuk kedalam mobil.


"Apa pak, Sonia nggak mau di ajak nikah sama bapak.?? Ucap kaget wulan dengan bola matanya yang mengarah pada jastyn.


" Kenapa sih kamu kaget gitu.??


"Kenapa nggak aku aja yang diajak nikah huuuuhh." Ucap wulan dengan suara yang nggak begitu jelas.


"Apa kamu bilang kamu mau nikah sama aku..?? Tanya jastyn sambil menatap mata polos wulan yang baru datang dari desa dan langsung di Terima di perusahaan Prawinata setelah baru pertama kalinya ngelamar kerjaan.


" Iya mana mungkin wulan yang seperti ini menikah dengan seorang CEO yang tampan dan sukses..?? Ucap wulan merendah dihadapan jastyn.

__ADS_1


"Memang nya kalau aku tampan dan sukses harus menikah dengan seorang wanita yang sukses juga." Ucap jastyn merayu wulan gombalan nya.


"Iya nggak gitu juga sih pak.. Tapi saya cukup sadar diri pak, saya ini cuma orang kampung yang merantau demi keluarga ku di kampung demi selembar rupiah." Ucap wulan sedikit menceritakan tentang kehidupan nya.


__ADS_2