Suamiku Pria Impoten

Suamiku Pria Impoten
episode 61


__ADS_3

Pak winata hanya bisa menatap kesedihan Ratih yang terlihat dari wajahnya tanpa bisa menolong atau membelanya.


Nayla membawa Ratih keluar dari kamar itu untuk menenangkan suasana yang sudah mulai panas


"Tante nggak apa apa.?? Tanya Nayla sambil memegang pundak Ratih.


" Nggak apa apa Nay.."saut Ratih dengan rasa khawatir nya terhadap suaminya.


"Tante mau pulang atau mau ke mana.??


" Tante ke resto aja mau lihat keadaan di sana. "Jawab Ratih.


" Oh ya udah kalau gitu Nayla pesenin taksi dulu ya.


Ratih menganggukkan kepalanya karena sebenarnya hati nya masih berat meninggal kan suaminya yang masih dalam keadaan lemah.


Saat menunggu taksi di luar Ratih dan Nayla bertemu dengan Justin dan Wulan yang baru datang.


Justin bingung harus menegur Ratih atau melewati nya karena ada Nayla di samping Ratih takut wulan cemburu lagi seperti kemarin.


Tapi Ratih menegur duluan pada Justin.


"Justin baru datang.??


" Iya tante, tante mau kemana.??


"Tante mau pulang." Saut Ratih tak semangat.

__ADS_1


"Memang nya tante sudah ketemu papa.?? Tanya Justin menatap Ratih yang terlihat lesu.


" Sudah tapi cuma sebentar soalnya mama kamu melarang nya."saut Ratih.


"Maafin mama tante, mungkin mama kebawa rasa cemburu saja makanya mama seperti itu." Ucap Justin.


"Iya nggak apa apa Justin." Saut Ratih.


Wulan menarik tangan Justin tanpa memperdulikan Ratih yang sedang bicara dengan Justin.


"Tante maaf ya Justin masuk dulu." Ucap Justin sambil berjalan mundur karena tangan nya terus di tarik sama istri nya.


"Sayang nggak boleh gitu nggak sopan..!!


Ucap Justin pada wulan.


" Lagian kalau nggak di tarik tangannya betah aja pengen ngomong terus."ucap wulan sambil membuang muka.


"Udah ahh nggak usah bahas itu lagi males." Saut wulan sambil berjalan.


***


Nayla yang masih punya perasaan terhadap Justin hanya diam karena takut rasa itu tumbuh lagi karena sering berkomunikasi dengan Justin.


Setelah Ratih menaiki taksi Nayla kembali lagi ke tugasnya sebagai suster.


tak di sangka Nayla di tugas kan untuk membersihkan tubuh pak winata, Nayla diam saat mendengar tugasnya itu dari stafnya, mau menolak tapi nggak enak karena sudah tugasnya.

__ADS_1


Akhirnya Nayla terpaksa melakukan tugasnya itu walaupun hatinya berat, karena takut membuat dirinya semakin deg degan saat bertemu dengan Justin.


"Permisi.." Ucap Nayla dari arah pintu dengan peralatan nya.


"Iya ada apa Nay.??


Kamu sendiri kan, nggak sama tante mu itu.?? Tanya ibu sonya sambil celingak celinguk melihat ke belakang Nayla.


" Iya saya sendiri tante, saya di tugas kan untuk membersihkan badan pak winata."ucap Nayla tanpa melihat ke arah sonya atau semua orang di ruangan itu.


"Ya udah masuk.! Suruh ibu sonya.


Nayla langsung mengerjakan tugasnya untuk membersihkan badan pak winata, tapi saat mau membersihkan bagian belakang Nayla tak bisa membalik kan tubuh pak winata karena pak winata mempunyai tubuh besar dan tinggi.


" Maaf Bu saya minta tolong untuk membantu memiringkan tubuh pak winata karena saya nggak kuat."ucap Nayla dengan jujur.


"Justin tolong papa di miringin karena Nayla nggak bisa." Suruh ibu sonya.


"Alasan.....!!! Ucap wulan dengan geramnya.


" Sayang aku kan nggak sendiri ada kamu dan juga mama."


Ucap Justin.


Wulan diam dengan wajah cemberut nya.


Justin bangun dari tempat duduk nya dan membantu Nayla memiringkan tubuh pak winata.

__ADS_1


"Sudah Terima kasih." Ucap Nayla pada Justin.


"Iya sama sama." Saut Justin dengan datarnya.


__ADS_2