Suamiku Pria Impoten

Suamiku Pria Impoten
episode 33


__ADS_3

Wulan menjatuhkan tubuh nya ke sofa diruangan suaminya dengan rasa kesal pada ucapan Nina yang menyinggung perasaan nya.


"Sayang memang nya karyawan di sini bilang apa kok kamu sampai kesal gitu.?? Tanya jastyn mendekati istri nya yang masih ngebuang muka.


" Udah lah nggak usah dibahas lagi mending kita makan aja yuk keburu dingin makanan nya, aku masakin sop daging sama ikan goreng kesukaan kamu."ucap wulan membuka tempat makanan nya.


"Heemmm baunya sedap sekali jadi laper nih.." Ucap jastyn memuji istri nya.


"Aku ambilin ya."


"Siapa yang masak sayang.?? Tanya jastyn sembari memakan makanan yang di bawa istri nya.


" Aku sayang tapi di bantu juga sama bik sumi "jawab wulan.


" Eemm enak sekali masakan kamu sayang setiap hari ya masakin buat aku biar aku nggak pergi keluar cari makanan."ucap jastyn memuji istri nya.


"Oh iya sayang aku juga bawain buat papa,"


"Ya udah aku telpon sekertaris papa dulu."


Lalu jastyn menelpon sekertaris tapi nggak di angkat karena lagi jam makan siang, Tiba-tiba ada yang ngetik pintu ruangan jastyn.


Tok.. Tok...

__ADS_1


"Masuk.." Ucap jastyn dengan mulut masih penuh dengan makanan.


"Eehhh ada menantu papa nganterin makanan ya." Ucap pak Winata sambil menelan ludah.


"Iya nih pa wulan juga bawain buat papa juga, tapi tadi papa di telpon sama sekertaris papa nggak ada yang angkat mungkin lagi makan siang ya pa.?? Ucap wulan sembari menyiapkan makanan buat mertuanya juga.


" Heemm pasti enak nih jastyn aja sampai lahap gitu makannya."ucap pak Winata langsung menyantap makanan yang sudah disediakan sama menantu nya.


"Oh iya sayang nanti kamu pulang jam berapa, kalau masih sempet aku mau nengokin mama ke Bogor." Ucap wulan menatap mata suaminya.


"Kalau jastyn nggak usah di tanya pulang jam berapa, pulang sekarang juga nggak apa apa namanya just CEO pengusaha muda." Ucap pak Winata ngeledek jastyn.


"Ya udah habis kita makan aku langsung anterin kamu ke Bogor." Saut jastyn dengan senyum lebar.


"Makasih sayang." Jawab wulan.


"Iya nggak usah nginep." Saut wulan.


"Oh iya papa nanti malem nggak meeting diluar kan, pasti pulang kan.??


Tanya jastyn dengan tatapan tajam dan sedikit curiga.


" Ya nggak tau juga liat jadwal papa aja."

__ADS_1


Saut pak Winata dengan santainya.


"Kenapa sih papa tuh jarang pulang ke rumah, apa papa punya mama muda.?? Tanya jastyn menatap wajah papanya.


" Ah kamu jastyn ada ada aja."jawab pak Winata dengan nada sedikit gugup.


Dan setelah beberapa menit makan siang jastyn dan wulan pergi ke rumah orang tua wulan di bogor untuk silaturahmi.


Dan dalam perjalanan jastyn memberi kabar pada mamanya kalau mau ke rumah orang tua wulan.


Dan wulan tak lupa membelikan oleh oleh buat keluarga nya di rumah.


"Oh iya sayang nanti setelah dari rumah mama kita mampir ke sini ya aku pengen baju yang itu." Ucap wulan sembari menunjuk ke salah butik yang iya lewati.


"Udah sekarang aja takut nya nanti di beli orang." Ucap jastyn dan memberhentikan mobil nya di pinggir jalan.


"Udah nggak apa apa ntar aja, kalau dibeli orang berarti bukan rejeki ku." Ucap wulan dan menyuruh jastyn untuk melanjutkan perjalanan.


Sesampainya di rumah orang tua wulan, keluarga wulan menyambut kedatangan wulan dengan jastyn karena baru pertama kali nya jastyn ke rumah wulan.


Ibunya wulan sudah menyiapkan beberapa makanan walaupun makanan sangat sederhana karena wulan dari keluarga sederhana juga.


Jastyn sangat menghargai keluarga wulan walau pun tidak sepadan dengan nya.

__ADS_1


Setelah beberapa jam ber bincang bincang tak terasa sudah menjelang malam wulan dan jastyn berpamitan pada orang tua nya untuk pulang.


Tak lupa jastyn memberi kan sedikit uang pada orang tua wulan dan berjanji akan memenuhi semua kebutuhan nya setiap bulan.


__ADS_2