
Dan tak terasa jam makan siang sudah tiba, jastyn menunggu sang istri nganterin makanan tapi tak kunjung datang tapi tak berapa lama akhirnya datang juga.
"Sayang maaf ya aku telat soal nya macet dan tadi aku masaknya kelamaan jadi telat deh.." Ucap wulan dengan suara nafas yang ngos ngosan karena buru buru nganterin makanan buat suami nya.
"Sayang kenapa sampai kayak gitu suara nafasnya, coba tarik lalu buang biar kamu nggak capek."
"Haaaa huuuuu.." Suara nafas wulan saat menarik nafas.
"Gimana sudah nggak capek lagi."
"Udah nggak sayang, oh iya ini buat mama aku belum sempat anterin soalnya takutnya kamu sudah makan duluan." Ucap wulan.
"Gimana kalau kita ke butik mama aja kita makan bareng mama." Ujar jastyn.
"Ya sudah sayang ayok." Ajak wulan dengan semangat.
"Nggak apa apa kan sayang kita makan siang bareng mama.??
" Ya nggak apa apa, tapi telfon dulu mamanya takut nya udah makan."
"Ok siap bos..
Lalu jastyn menelpon ibu sonya.
" Hallo ma..
"Iya jastyn ada apa.?? Tanya ibu sonya yang masih sibuk dengan kerjaan nya.
" Mama sudah makan siang.??
__ADS_1
"Belum kenapa.??
" Kita makan bareng ma ini wulan sudah masakin buat jastyn dan juga mama,"ucap jastyn.
"Ooh ya sudah kebetulan mama juga belum makan siang, kalian kes sini kan.??
" Iya jastyn ke butik mama sekarang."
"Ok mama tunggu." Saut ibu sonya dan mematikan ponselnya.
"Ya sudah yuk sayang kita ke butik mama sekarang." Ajak jastyn pada istri nya.
Lalu wulan mengambil makanan nya dan membawanya ke butik mertua nya.
Saat melewati ruangan para karyawan wulan tak menyapa pada temen seperjuangannya nya dulu, wulan begitu cuek dan acuh saat melewati temannya.
"Baik Pak." Jawab asisten nya itu sembari senyum sedikit.
Jastyn dan wulan melanjutkan perjalanan nya. Dan tiba tiba teman wulan menyapa wulan.
"Hai wulan apa kabar kamu.?? Sapa temennya itu.
" Baik.."jawab wulan dengan cueknya tanpa melihat ke arah temen nya.
"Huuuhhh dasar wulan orang kaya baru awas aja kalau nanti kamu di cerain sama pak jastyn baru tau rasa." Ucap temennya itu.
"Heehh jangan bilang gitu nanti time kalau kedengeran sama pak jastyn bisa di pecat kamu." Ucap salah satu temennya lagi.
"Lagian di sapa aja kayak berat gitu jawab nya." Saut temennya satunya lagi.
__ADS_1
Nina temen wulan yang satu kampung aja hanya diam melihat tingkah wulan yang mulai berubah semenjak menikah dengan jastyn.
"Sayang kalau temen kamu negur kamu kenapa jawabannya cuma gitu.?? Tanya jastyn saat di dalam mobil.
" Biarin aja sayang biar nggak ngelunjak, dulu aja pas aku masih jadi temen mereka, mereka pada cuek sama wulan bahkan saat ibu nelpon minta kiriman uang dan aku mau minjem pada salah satu temen malah aku dikatain bukan nya dikasih pinjem makanya aku masih kesel sama mereka."ucap wulan dengan raut wajah kesal.
"Memang semuanya gitu sama kamu.??
" Nggak sih cuma satu."saut wulan.
"Terus kenapa semua jadwal pelampiasan kamu, lain kali jangan gitu ya belajar sedikit ramah sama orang lain apa lagi bawahan kita." Ucap jastyn menasehati istri nya.
"Iya iya aku belajar ramah sama orang." Saut wulan dengan terpaksa.
Dan sampai lah di butik ibu sonya, ibu sonya sudah menunggunya dan menyiapkan minuman untuk mereka berdua.
"Sayang masuk." Ucap Ibu sonya pada jastyn dan wulan yang baru saja sampai di butik.
"Iya ma." Jawab mereka berdua.
"Oh iya wulan masak apa sayang.??
" Masak kayak ini sih ma soalnya wulan juga bingung mau masak apa kesukaan mama sama jastyn."saut wulan sambil membuka makanan yang di bawanya.
"Wahhhh ini pasti enak sih sayang kamu pintar masak nya." Ucap Ibu sonya memuji menantunya.
"Tapi wulan juga masaknya di bantu sama bik sumi juga."
"Ya nggak apa apa sayang yang penting udah mau belajar." Ucap Ibu sonya
__ADS_1